Headline

Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.

Siprus Kecam Inggris Pascaserangan Drone di Pangkalan RAF Akrotiri

Haufan Hasyim Salengke
03/3/2026 10:27
Siprus Kecam Inggris Pascaserangan Drone di Pangkalan RAF Akrotiri
Perdana Menteri Inggris Keir Starmer berbicara kepada tentara di pangkalan RAF di Akrotiri di pantai selatan Siprus pada 10 Desember 2024.(AFP)

PEMERINTAH Siprus melayangkan kritik tajam terhadap Inggris menyusul serangan pesawat nirawak (drone) yang menghantam pangkalan Angkatan Udara Kerajaan (RAF) Akrotiri. Nicosia menuding London gagal memberikan jaminan bahwa pangkalan militer di wilayah mereka hanya digunakan untuk aktivitas kemanusiaan.

Ketegangan ini memuncak setelah Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, mengumumkan pada Minggu malam bahwa Amerika Serikat (AS) diizinkan menggunakan pangkalan Inggris untuk menargetkan situs rudal Iran. Tak lama setelah pengumuman tersebut, sebuah drone serbu menghantam RAF Akrotiri. Meski tidak ada korban jiwa, keluarga personel militer dan penduduk di sekitar wilayah Akrotiri dilaporkan telah dievakuasi.

Juru bicara pemerintah Siprus, Konstantinos Letymbiotis, menyatakan kekecewaannya atas minimnya transparansi dari pihak Inggris. Ia menegaskan bahwa selama ini informasi yang diterima Siprus adalah pangkalan tersebut hanya akan memainkan peran kemanusiaan yang ketat.

"Terlepas dari janji dalam pidato Perdana Menteri Inggris, tidak ada klarifikasi jelas bahwa pangkalan Inggris di Siprus, dalam keadaan apa pun, tidak akan digunakan untuk alasan selain kemanusiaan," ujar Letymbiotis setelah pertemuan dewan nasional, Senin (3/3).

Pemerintah Siprus juga menyoroti kegagalan komunikasi yang berdampak pada warga sipil di sekitar pangkalan. Letymbiotis bahkan tidak menutup kemungkinan bagi Siprus untuk meminta negosiasi ulang mengenai status dan kondisi operasional pangkalan militer Inggris di pulau tersebut.

Di sisi lain, PM Keir Starmer membela diri di parlemen dengan menyatakan bahwa pangkalan di Siprus tidak digunakan oleh pesawat pengebom AS. Ia menegaskan bahwa serangan terhadap RAF Akrotiri bukanlah respons terhadap keputusan kebijakan terbaru Inggris.

Sebagai informasi, RAF Akrotiri sebelumnya telah digunakan oleh pesawat Inggris untuk melakukan ratusan penerbangan pengawasan di atas Jalur Gaza selama konflik Israel-Hamas berlangsung.

Pangkalan Diego Garcia

Meskipun keterlibatan langsung RAF Akrotiri di Siprus dalam serangan ke Iran masih menjadi perdebatan, para analis militer memperkirakan Amerika Serikat akan mengandalkan pangkalan militer gabungan Inggris-AS di Diego Garcia, Kepulauan Chagos, Samudra Hindia. Pangkalan ini dianggap lebih aman secara politik dan memiliki infrastruktur yang mumpuni untuk mendukung operasi jarak jauh.

Terletak sekitar 3.800 km hingga 5.300 km dari daratan Iran (tergantung pada titik peluncuran), Diego Garcia menempatkan armada pesawat pengebom strategis AS, seperti B-2 Spirit dan B-52 Stratofortress, dalam jangkauan operasional yang ideal untuk menyerang target-target di jantung wilayah Iran.

Namun, pangkalan yang menampung sekitar 4.000 personel militer dan kontraktor ini tidak lagi dianggap sepenuhnya kebal. Teheran telah mengeklaim memiliki teknologi drone kamikaze Shahed-136B yang kabarnya memiliki jangkauan hingga 4.000 km. Jika klaim tersebut akurat, atau jika Iran mengerahkan kapal pengangkut drone di Samudra Hindia, Diego Garcia kini berada dalam garis bidik.

Selain Siprus dan Diego Garcia, Inggris juga memiliki pangkalan udara di Qatar, Emirat Arab, dan Oman. Jaringan pangkalan ini menjadi krusial bagi proyeksi kekuatan Barat, namun sekaligus meningkatkan risiko terseretnya negara-negara tuan rumah ke dalam pusaran konflik yang lebih luas. (AFP/B-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Haufan Salengke
Berita Lainnya