Headline

Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.

Iran Peringatkan AS: Balasan Tegas dan Proporsional jika Diserang

Media Indonesia
20/2/2026 15:05
Iran Peringatkan AS: Balasan Tegas dan Proporsional jika Diserang
Ilustrasi.(Freepik)

PERWAKILAN Tetap Republik Islam Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengeluarkan peringatan keras bahwa Teheran akan membalas dengan tegas dan proporsional terhadap setiap agresi militer. Pihak Iran menekankan bahwa Amerika Serikat (AS) akan memikul tanggung jawab penuh dan langsung atas segala konsekuensi yang ditimbulkan.

Berdasarkan keterangan yang diterima pada Kamis (19/2/2026), penegasan tersebut disampaikan melalui surat resmi yang ditujukan kepada Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres dan Kepresidenan Dewan Keamanan PBB.

Komitmen Damai dan Hak Membela Diri

"Republik Islam Iran berulang kali menyatakan di tingkat tertinggi bahwa mereka tidak mencari ketegangan atau perang dan tidak akan memulai perang apa pun," tulis surat tersebut sebagaimana dikutip dari kantor berita Anadolu.

Namun, pihak Iran memberikan catatan tebal mengenai kedaulatan negara. Jika menjadi sasaran agresi militer, Iran memastikan akan menggunakan haknya untuk membela diri sesuai dengan kerangka hukum internasional.

"Jika Iran menjadi sasaran agresi militer, kami akan menanggapi secara tegas dan proporsional dalam menjalankan haknya untuk membela diri berdasarkan Pasal 51 Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa," tambah pernyataan tersebut.

Pangkalan Militer AS Jadi Target Sah

Perwakilan Iran tersebut memperingatkan bahwa eskalasi militer oleh AS akan memicu respons defensif yang luas. Seluruh infrastruktur militer Amerika di kawasan Timur Tengah kini berada dalam jangkauan target Iran.

"Semua pangkalan, fasilitas, dan aset pasukan musuh di kawasan itu akan menjadi sasaran yang sah dalam konteks respons defensif Iran," tegas misi tersebut." Iran juga mengingatkan bahwa AS harus bertanggung jawab atas konsekuensi yang tidak terduga dan tidak terkendali di masa depan.

Langkah diplomatik ini diambil setelah muncul unggahan media sosial Presiden AS Donald Trump pada 18 Februari 2026. Teheran menganggap unggahan tersebut sebagai ancaman publik eksplisit penggunaan kekuatan terhadap Iran, terutama dengan referensi terhadap penggunaan fasilitas militer di Diego Garcia dan pangkalan RAF Fairford di Inggris.

Baca Juga: Iran Desak PBB Bertindak sebelum Terlambat guna Menghindari Dampak Katastropik di Kawasan.

Desakan Terhadap PBB

Iran mendesak tindakan segera oleh PBB melalui surat itu, dengan menekankan pentingnya intervensi sebelum situasi memburuk. "Dewan Keamanan dan Sekretaris Jenderal harus bertindak tanpa penundaan, sebelum terlambat," tulis surat tersebut.

Teheran menggambarkan ancaman AS sebagai sinyal risiko nyata agresi militer yang dampaknya akan membawa malapetaka bagi kawasan serta merupakan ancaman serius bagi perdamaian dan keamanan internasional.

Kendati demikian, Iran kembali menegaskan komitmennya pada jalur diplomasi. Misi Iran di PBB menyatakan dukungan penuh terhadap tujuan dan prinsip Piagam PBB serta solusi diplomatik.

Mereka menegaskan telah terlibat secara konstruktif, serius, dan beritikad baik dalam perundingan nuklir dengan Pemerintah Amerika Serikat selama ini. (Ant/I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya