Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Netanyahu Bertemu Trump, Gaza dan Iran Jadi Agenda Utama

Ferdian Ananda Majni
29/12/2025 21:51
Netanyahu Bertemu Trump, Gaza dan Iran Jadi Agenda Utama
Donald Trump dan Benjamin Netanyahu.(Al Jazeera)

PERDANA Menteri Israel Benjamin Netanyahu dijadwalkan bertemu dengan Donald Trump di Florida pada Senin (29/12) di tengah dorongan presiden Amerika Serikat (AS) tersebut agar para pihak melangkah ke tahap berikutnya dari gencatan senjata Gaza yang masih rapuh.

Dalam pertemuan itu, Netanyahu juga diperkirakan akan berupaya mengalihkan perhatian ke Iran, menyusul laporan bahwa ia akan mendesak peningkatan serangan Amerika Serikat terhadap republik Islam tersebut.

Pertemuan di resor mewah Trump, Mar-a-Lago, terjadi saat sejumlah pejabat Gedung Putih khawatir Israel dan Hamas sama-sama memperlambat pelaksanaan fase kedua gencatan senjata.

Trump, yang menyebut permintaan pertemuan datang dari Netanyahu, dilaporkan ingin mengumumkan secepat Januari pembentukan pemerintahan teknokrat Palestina untuk Gaza disertai pengerahan pasukan stabilisasi internasional.

Gedung Putih menyatakan kedua pemimpin akan bertemu pada pukul 13.00 waktu setempat.

Juru bicara pemerintah Israel, Shosh Bedrosian, mengatakan Netanyahu akan membahas fase kedua kesepakatan yang mencakup upaya memastikan bahwa Hamas dilucuti senjatanya atau Gaza didemiliterisasi.

"Ia juga akan mengangkat bahaya yang ditimbulkan Iran bukan hanya bagi kawasan Timur Tengah, tetapi juga bagi Amerika Serikat," kata Bedrosian sebelum berangkat bersama perdana menteri Israel.

Dalam beberapa bulan terakhir, pejabat dan media Israel menyuarakan kekhawatiran bahwa Iran tengah membangun kembali persenjataan rudal balistiknya, setelah fasilitasnya diserang dalam perang 12 hari dengan Israel pada Juni lalu.

Namun, peneliti Center for International Policy (CIP) di Washington, Sina Toossi, menilai klaim Trump bahwa serangan Amerika Serikat pada Juni menghancurkan program nuklir Teheran justru menghilangkan pembenaran historis terkuat Israel untuk dukungan AS terhadap perang dengan Iran.

"Fokus baru Netanyahu pada isu rudal Iran merupakan upaya untuk menciptakan alasan perang pengganti," kata Toossi kepada AFP.

Iran pada Senin (29/12) menepis laporan tersebut dengan menyebutnya sebagai operasi psikologis terhadap Teheran. 

Pemerintah Iran menegaskan kesiapan penuh untuk mempertahankan diri dan memperingatkan bahwa agresi baru akan mengakibatkan konsekuensi yang lebih berat bagi Israel.

Fase kedua harus dimulai

Kunjungan Netanyahu menutup rangkaian padat diplomasi internasional di Palm Beach. Di sini, Trump pada Minggu (28/12) menjamu Menteri Luar Negeri Ukraina Volodymyr Zelensky untuk membahas upaya mengakhiri invasi Rusia.

Gencatan senjata Gaza yang disepakati pada Oktober menjadi salah satu capaian utama tahun pertama Trump kembali berkuasa. Namun, pemerintahannya bersama para mediator regional berupaya menjaga agar momentum tersebut tidak hilang.

Utusan global Trump, Steve Witkoff, serta menantunya Jared Kushner, awal bulan ini menjamu pejabat senior dari mediator Qatar, Mesir, dan Turki dalam pertemuan di Miami.

"Waktu pertemuan Netanyahu sangat signifikan," kata Gershon Baskin, salah satu pimpinan komisi pembangunan perdamaian Aliansi untuk Dua Negara, yang pernah terlibat dalam perundingan jalur belakang dengan Hamas.

"Tahap kedua harus dimulai," katanya kepada AFP. "Saya pikir Amerika menyadari bahwa sudah terlambat karena Hamas telah memiliki terlalu banyak waktu untuk membangun kembali kehadirannya," tambahnya.

Tahap pertama kesepakatan gencatan senjata menetapkan bahwa Hamas harus membebaskan seluruh sandera yang tersisa yang ditawan dalam serangan 7 Oktober 2023 terhadap Israel.

Sejauh ini, kelompok tersebut memulangkan semua sandera yang masih hidup serta jenazah seluruh sandera, kecuali satu.

Dalam fase kedua, Israel seharusnya menarik pasukannya dari posisi-posisi di Gaza. Hamas diharapkan meletakkan senjata. Ini tuntutan yang menjadi poin sensitif bagi kelompok Islamis tersebut.

Pada saat yang sama, otoritas sementara akan memerintah wilayah Palestina dan pasukan stabilisasi internasional (ISF) akan dikerahkan.

Meski demikian, kedua pihak saling menuduh telah berulang kali melanggar ketentuan gencatan senjata.

Frustrasi dengan Netanyahu

Situs berita Axios melaporkan pada Jumat bahwa Trump ingin menggelar pertemuan perdana Dewan Perdamaian Gaza yang akan ia pimpin di sela Forum Davos di Swiss pada Januari.

Namun laporan itu juga menyebut bahwa para pejabat senior Gedung Putih semakin jengkel terhadap upaya Netanyahu menghambat proses perdamaian.

"Ada semakin banyak tanda bahwa pemerintahan AS semakin frustrasi dengan Netanyahu," kata Yossi Mekelberg, pakar Timur Tengah dari lembaga think-tank Chatham House yang berbasis di London.

"Pertanyaannya adalah apa yang akan mereka lakukan, karena fase kedua saat ini tidak menunjukkan kemajuan," tambahnya.

Israel terus melancarkan serangan terhadap target Hamas di Gaza serta Hizbullah di Libanon, meskipun gencatan senjata terpisah juga berlaku di wilayah tersebut. Suriah pun disebut akan masuk dalam agenda pembahasan.

Mekelberg menilai Netanyahu mungkin berusaha mengalihkan perhatian dari Gaza ke Iran seiring Israel memasuki tahun pemilu.

"Semua ini berkaitan dengan mempertahankan kekuasaan," pungkasnya merujuk pada perdana menteri Israel yang telah lama menjabat tersebut. (AFP/I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik