Headline

Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.

Trump Dukung Israel Serang Iran lagi jika Diplomasi Gagal

Wisnu Arto Subari
16/2/2026 16:35
Trump Dukung Israel Serang Iran lagi jika Diplomasi Gagal
Serangan Iran ke Israel beberapa waktu lalu.(Al Jazeera)

PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan kepada Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu selama pertemuan di Mar-a-Lago pada Desember bahwa ia akan mendukung serangan Israel terhadap program rudal balistik Iran jika kesepakatan antara Washington dan Teheran tidak dapat dicapai. Ini menurut dua sumber yang mengetahui masalah tersebut dan berbicara kepada CBS News dengan syarat anonim untuk membahas masalah keamanan nasional, Minggu (15/2).

Dua bulan kemudian, CBS News mengetahui bahwa diskusi internal antara tokoh-tokoh senior di militer dan komunitas intelijen AS mulai mempertimbangkan kemungkinan untuk mendukung serangan Israel putaran baru terhadap Iran. Pertimbangan AS berfokus pada apakah Israel dapat bertindak daripada cara Amerika Serikat dapat membantu, termasuk penyediaan pengisian bahan bakar udara untuk pesawat Israel dan masalah sensitif tentang pengamanan izin lintas udara dari negara-negara di sepanjang rute potensial. Ini dikatakan dua pejabat AS lain yang mengetahui masalah tersebut.

Tidak jelas negara yang akan memberikan izin lintas udara bagi AS untuk mengisi bahan bakar pesawat Israel untuk serangan potensial. Yordania, Arab Saudi, dan Emirat Arab secara terbuka menyatakan bahwa mereka tidak akan mengizinkan wilayah udara mereka digunakan untuk serangan apa pun terhadap Iran atau serangan Iran terhadap negara lain.

Namun, percakapan yang sedang berlangsung di dalam aparat keamanan nasional bertepatan dengan demonstrasi kekuatan yang nyata dari Amerika Serikat terhadap Iran. Pada Kamis, CBS News melaporkan bahwa kapal induk AS kedua, USS Gerald R. Ford dan armada kapal perangnya, akan dikirim ke Timur Tengah, bergabung dengan kehadiran Amerika yang sudah cukup besar. 

Empat pejabat AS mengatakan kelompok serang kapal induk tersebut diperkirakan akan dipindahkan dari Karibia. Pergerakan ini akan menempatkan daya tembak yang dahsyat dalam jangkauan Iran pada saat ketegangan meningkat.

Semua ini terjadi ketika pemerintahan Trump mengejar negosiasi dengan Teheran mengenai program nuklirnya. Perdana Menteri Israel Netanyahu tetap secara terbuka skeptis terhadap diplomasi dengan Iran dan terbang ke Washington Rabu lalu untuk melakukan pembicaraan dengan Presiden Trump. 

Netanyahu mengeluarkan beberapa pernyataan yang menegaskan bahwa setiap kesepakatan dengan Iran harus mencakup pembatasan rudal balistik dan pendanaan proksi di kawasan tersebut. Isu-isu ini memperluas kesepakatan apa pun di luar program nuklir itu sendiri.

Para pejabat Iran mengisyaratkan kesediaan bersyarat mengurangi pengayaan uranium sebagai imbalan atas keringanan sanksi ekonomi yang berat, tetapi belum jelas bentuknya dan pembicaraan belum menghasilkan kesepakatan tertulis apa pun.

AS dan Iran diperkirakan mengadakan putaran kedua pembicaraan nuklir di Jenewa pada Selasa (16/2) dalam upaya mencapai kesepakatan yang mencegah perang. 

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan pada Minggu bahwa ia memperjelas bahwa ia lebih menyukai diplomasi terhadap Iran. Ia mengonfirmasi bahwa utusan AS Steve Wiktoff dan Jared Kushner sedang melakukan perjalanan untuk mengadakan pertemuan penting dengan Iran. "Kita akan lihat bagaimana hasilnya," tambahnya.

Trump, berbicara di Gedung Putih pada hari Jumat, menggambarkan pengerahan kapal induk sebagai tindakan pencegahan yang bijaksana jika negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran gagal. Dengan mengerahkan kekuatan angkatan laut tambahan ke wilayah tersebut, Trump tampaknya bermaksud untuk mempertajam daya tawar di balik tuntutannya. (I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik