Headline

Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.

Pasar Saham Asia Rontok, Iran Ancam Harga Minyak Tembus US$200 Per Barel

Haufan Hasyim Salengke
09/3/2026 10:15
Pasar Saham Asia Rontok, Iran Ancam Harga Minyak Tembus US$200 Per Barel
Gumpalan asap membubung setelah serangan udara semalaman terhadap kilang minyak Shahran di barat laut Teheran, Iran, pada 8 Maret 2026.( AFP)

BURSA saham di kawasan Asia rontok berjemaah pada pembukaan perdagangan Senin pagi (9/3). Para investor mulai melakukan aksi jual besar-besaran sebagai antisipasi terhadap lonjakan harga energi akibat perang Amerika Serikat-Israel melawan Iran yang kian memanas.

Indeks Nikkei 225 Jepang memimpin kejatuhan dengan anjlok lebih dari 7%, disusul KOSPI Korea Selatan yang terjun bebas hingga 8%. Di Hong Kong, Hang Seng Index turut terkoreksi hampir 3%. Sentimen negatif ini juga merembet ke bursa berjangka AS, di mana indeks S&P 500 dan Nasdaq Composite masing-masing turun 1,7% dan 1,9%.

Meroket hingga US$200 Per Barel

Kepanikan pasar di tengah eskalasi perang di Timur Tengah. Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) mengancam akan menargetkan fasilitas energi di seluruh kawasan jika agresi AS terus berlanjut. IRGC memperingatkan bahwa harga minyak bisa meroket hingga US$200 per barel.

Kekhawatiran ini diperkuat oleh Menteri Energi Qatar, Saad al-Kaabi. Dalam wawancara dengan The Financial Times, ia memperingatkan bahwa seluruh produsen di Teluk kemungkinan besar akan segera mengumumkan status force majeure (keadaan darurat). "Semua eksportir di wilayah Teluk terpaksa menghentikan produksi jika situasi ini berlanjut," ungkapnya.

Dana Moneter Internasional (IMF) memprediksi bahwa setiap kenaikan 10% harga minyak akan memicu kenaikan inflasi global sebesar 0,4% dan memangkas pertumbuhan ekonomi dunia sebesar 0,15%. Meskipun pemerintahan Trump bersikeras perang akan usai dalam hitungan minggu, pasar kini bersiap menghadapi perlambatan ekonomi jangka panjang. (Al-Jazeera/B-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Haufan Salengke
Berita Lainnya