Headline

Kapolri minta agar anggota Brimob pelaku insiden Tual dihukum seberat-beratnya.

Ketegangan AS-Iran Memuncak, Staf Kedutaan Amerika di Beirut Mulai Dievakuasi

Thalatie K Yani
24/2/2026 08:00
Ketegangan AS-Iran Memuncak, Staf Kedutaan Amerika di Beirut Mulai Dievakuasi
Kedutaan besar AS di Beuirut(EPA)

PEMERINTAH Amerika Serikat resmi memerintahkan seluruh staf non-esensial untuk meninggalkan kedutaan besarnya di Beirut, Libanon. Langkah evakuasi ini diambil setelah dilakukan tinjauan keamanan mendalam di tengah meningkatnya tensi di Timur Tengah serta ancaman militer Presiden Donald Trump terhadap Iran.

Seorang pejabat senior Departemen Luar Negeri AS menyatakan pengurangan personel ini merupakan tindakan pencegahan yang dipandang perlu dalam situasi saat ini.

"Kami terus mengevaluasi lingkungan keamanan, dan berdasarkan tinjauan terbaru, kami menetapkan langkah bijak adalah mengurangi kehadiran kami menjadi hanya personel esensial saja," ujar pejabat tersebut kepada BBC. "Kedutaan tetap beroperasi dengan staf inti. Ini adalah tindakan sementara untuk memastikan keselamatan personel kami sembari mempertahankan kemampuan untuk membantu warga AS."

Ancaman "10 Hari" Donald Trump

Langkah evakuasi parsial ini bertepatan dengan retorika keras Presiden Donald Trump yang mengancam akan adanya "hal buruk" jika Iran tidak segera mencapai kesepakatan terkait program nuklirnya. Trump bahkan memberikan tenggat waktu yang akan berakhir pada penghujung minggu ini.

"Dunia akan mengetahui, kemungkinan dalam 10 hari ke depan, apakah kesepakatan akan tercapai atau AS akan menyerang Iran," tegas Trump beberapa waktu lalu.

Washington tetap waspada terhadap potensi pembalasan dari Teheran melalui kelompok Hizbullah yang berbasis di Lebanon. Di saat yang sama, militer AS terus memperkuat pengerahan armada tempurnya di dekat wilayah Iran, termasuk kehadiran kapal induk bertenaga nuklir USS Abraham Lincoln dan USS Gerald R. Ford yang dilaporkan menuju kawasan tersebut.

Diplomasi di Ambang Tanduk

Di tengah persiapan militer, Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, dilaporkan menunda kunjungan resminya ke Israel tanpa alasan yang jelas. Awalnya dijadwalkan terbang pada Sabtu pekan lalu untuk bertemu PM Benjamin Netanyahu, media Israel menyebut perjalanan tersebut diundur hingga Senin mendatang.

Sementara itu, pihak Iran melalui Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi menyatakan masih ada peluang penyelesaian secara diplomatik berdasarkan prinsip "win-win game". Namun, situasi internal Iran sendiri sedang bergejolak dengan pecahnya aksi protes anti-pemerintah di sejumlah universitas pada akhir pekan lalu.

Menanggapi ketidakpastian ini, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan bahwa negaranya siap menghadapi skenario apa pun.

"Kami tetap waspada dan bersiap untuk skenario apa pun," ujar Netanyahu di hadapan parlemen Israel. Ia menambahkan bahwa jika Iran menyerang Israel, mereka akan merespons "dengan kekuatan yang bahkan tidak bisa mereka bayangkan." (BBC/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya