Headline
Pemerintah utamakan menjaga kualitas pendidikan.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Amerika Serikat resmi memerintahkan seluruh staf non-esensial untuk meninggalkan kedutaan besarnya di Beirut, Libanon. Langkah evakuasi ini diambil setelah dilakukan tinjauan keamanan mendalam di tengah meningkatnya tensi di Timur Tengah serta ancaman militer Presiden Donald Trump terhadap Iran.
Seorang pejabat senior Departemen Luar Negeri AS menyatakan pengurangan personel ini merupakan tindakan pencegahan yang dipandang perlu dalam situasi saat ini.
"Kami terus mengevaluasi lingkungan keamanan, dan berdasarkan tinjauan terbaru, kami menetapkan langkah bijak adalah mengurangi kehadiran kami menjadi hanya personel esensial saja," ujar pejabat tersebut kepada BBC. "Kedutaan tetap beroperasi dengan staf inti. Ini adalah tindakan sementara untuk memastikan keselamatan personel kami sembari mempertahankan kemampuan untuk membantu warga AS."
Langkah evakuasi parsial ini bertepatan dengan retorika keras Presiden Donald Trump yang mengancam akan adanya "hal buruk" jika Iran tidak segera mencapai kesepakatan terkait program nuklirnya. Trump bahkan memberikan tenggat waktu yang akan berakhir pada penghujung minggu ini.
"Dunia akan mengetahui, kemungkinan dalam 10 hari ke depan, apakah kesepakatan akan tercapai atau AS akan menyerang Iran," tegas Trump beberapa waktu lalu.
Washington tetap waspada terhadap potensi pembalasan dari Teheran melalui kelompok Hizbullah yang berbasis di Lebanon. Di saat yang sama, militer AS terus memperkuat pengerahan armada tempurnya di dekat wilayah Iran, termasuk kehadiran kapal induk bertenaga nuklir USS Abraham Lincoln dan USS Gerald R. Ford yang dilaporkan menuju kawasan tersebut.
Di tengah persiapan militer, Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, dilaporkan menunda kunjungan resminya ke Israel tanpa alasan yang jelas. Awalnya dijadwalkan terbang pada Sabtu pekan lalu untuk bertemu PM Benjamin Netanyahu, media Israel menyebut perjalanan tersebut diundur hingga Senin mendatang.
Sementara itu, pihak Iran melalui Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi menyatakan masih ada peluang penyelesaian secara diplomatik berdasarkan prinsip "win-win game". Namun, situasi internal Iran sendiri sedang bergejolak dengan pecahnya aksi protes anti-pemerintah di sejumlah universitas pada akhir pekan lalu.
Menanggapi ketidakpastian ini, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan bahwa negaranya siap menghadapi skenario apa pun.
"Kami tetap waspada dan bersiap untuk skenario apa pun," ujar Netanyahu di hadapan parlemen Israel. Ia menambahkan bahwa jika Iran menyerang Israel, mereka akan merespons "dengan kekuatan yang bahkan tidak bisa mereka bayangkan." (BBC/Z-2)
Putra Mahkota Saudi MBS dilaporkan melobi Donald Trump untuk melanjutkan perang dan menggulingkan rezim Iran di tengah konflik Timur Tengah 2026 yang memanas.
Pangeran MBS dikabarkan mendesak Donald Trump untuk terus menggempur Iran demi stabilitas Teluk dan ekonomi. Simak analisis lengkap persaingan Riyadh vs Teheran.
Arab Saudi izinkan AS gunakan pangkalan King Fahd untuk serang Iran. Simak kronologi pergeseran sikap Riyadh dan tawaran damai Pakistan di sini.
Iran bantah kabar Mojtaba Khamenei dilarikan ke Rusia untuk operasi medis. Sementara itu, pejabat tinggi Ali Larijani dikonfirmasi tewas akibat serangan Israel.
Harga minyak dunia melonjak akibat perang Iran. Ekonom Moody's peringatkan peluang resesi 49% dan risiko harga mencapai $200 per barel.
Donald Trump nyatakan AS tak butuh bantuan sekutu amankan Selat Hormuz. Klaim sukses militer lawan Iran meski pasokan minyak dunia terancam blokade.
PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump menyatakan Iran sebenarnya ingin bernegosiasi, meskipun tidak berani mengakuinya secara terbuka
Presiden AS Donald Trump resmi umumkan jadwal kunjungan ke Tiongkok untuk bertemu Xi Jinping. Kunjungan pertama dalam 10 tahun ini sempat tertunda akibat krisis Selat Hormuz.
Penasihat kebijakan luar negeri Trump menyebut AS tidak berkepentingan memperpanjang konflik dengan Iran lebih dari tiga bulan.
Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, menyampaikan Iran agar segera menerima kesepakatan untuk mengakhiri konflik yang terus memanas di Timur Tengah.
Donald Trump menyebut negosiator Iran takut dibunuh rakyatnya sendiri jika mengaku berunding dengan AS. Di sisi lain, Iran sebut negosiasi adalah kekalahan.
Iran bantah klaim Donald Trump soal negosiasi damai. Dugaan manipulasi pasar mencuat setelah adanya lonjakan trading mencurigakan sebelum klaim Trump di media sosial.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved