Headline
Pemudik diminta manfaatkan kebijakan WFA.
Kumpulan Berita DPR RI
KETEGANGAN di kawasan Teluk memasuki babak baru yang sangat krusial pada 2026. Arab Saudi dilaporkan tengah bersiap untuk terlibat langsung dalam konflik militer melawan Iran. Langkah ini diambil menyusul serangan terus-menerus yang dilancarkan Teheran terhadap negara-negara tetangga di kawasan Teluk yang mengganggu stabilitas energi dan ekonomi regional.
Laporan dari Ynet News mengungkapkan bahwa Riyadh memberikan izin resmi kepada pasukan Amerika Serikat (AS) untuk menggunakan Pangkalan Udara King Fahd. Fasilitas militer yang terletak di pesisir barat Semenanjung Arab ini diproyeksikan menjadi titik sentral operasi udara terhadap target-target strategis di Iran.
Poin Kunci Perubahan Sikap Riyadh: Sebelumnya, Arab Saudi berkomitmen untuk tetap netral. Namun, serangan rudal dan drone Iran terhadap infrastruktur minyak nasional memaksa Kerajaan untuk membuka pangkalan militernya bagi pasukan koalisi pimpinan AS.
Keputusan ini menandai perubahan drastis dalam kebijakan luar negeri Arab Saudi. Berdasarkan analisis The Wall Street Journal, negara-negara sekutu AS di Teluk kini bersikap lebih keras menyusul gangguan persisten di Selat Hormuz yang mengancam jalur perdagangan dunia. Selain dukungan pangkalan, negara-negara Teluk juga membantu AS dalam memetakan target ekonomi Iran guna melemahkan kemampuan logistik Teheran.
Di lapangan, militer Israel melaporkan ada deteksi peluncuran rudal dari Iran yang memicu sirene peringatan di Bahrain, Kuwait, hingga wilayah Arab Saudi sejak Senin malam hingga Selasa (24/3) pagi waktu setempat.
Presiden AS Donald Trump memberikan pernyataan yang memicu perdebatan global. Ia mengeklaim bahwa pihak Amerika dan Iran memulai diskusi yang sangat baik dan menyebut ada peluang besar untuk mencapai kesepakatan damai. Trump menyatakan bahwa Iran tidak akan memiliki senjata nuklir di bawah pengawasannya.
Namun, otoritas Iran dengan cepat membantah klaim tersebut. Teheran menegaskan tidak ada negosiasi yang sedang berlangsung dan memperingatkan bahwa Amerika Serikat akan menghadapi konsekuensi berat jika terus menekan Iran dengan ultimatum militer.
Di tengah ancaman perang terbuka, Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif menyatakan kesiapan negaranya untuk menjadi tuan rumah negosiasi damai. Melalui unggahan di media sosial X, Sharif menegaskan bahwa Pakistan akan merasa terhormat untuk memfasilitasi pembicaraan demi mengakhiri perang di Timur Tengah.
Di sisi lain, Inggris terus memperkuat pertahanan udara sekutu. Downing Street mengungkapkan pilot-pilot Inggris mencatatkan hampir 900 jam terbang untuk memproteksi wilayah udara mitra-mitra di Timur Tengah, termasuk Arab Saudi dan Yordania, dari ancaman serangan udara Iran.
| Negara Mitra | Status Pertahanan | Dukungan Utama |
|---|---|---|
| Arab Saudi | Siaga Tinggi | Pangkalan King Fahd |
| Inggris (RAF) | Aktif Patroli | 900 Jam Terbang |
| Israel | Intersepsi Rudal | Iron Dome/Arrow System |
Hingga berita ini diturunkan, situasi di perbatasan udara negara-negara Teluk masih dalam kondisi waspada penuh, menunggu langkah selanjutnya dari koalisi internasional terhadap aktivitas militer Iran. (The Daily Express/I-2)
Putra Mahkota Saudi MBS dilaporkan melobi Donald Trump untuk melanjutkan perang dan menggulingkan rezim Iran di tengah konflik Timur Tengah 2026 yang memanas.
Pangeran MBS dikabarkan mendesak Donald Trump untuk terus menggempur Iran demi stabilitas Teluk dan ekonomi. Simak analisis lengkap persaingan Riyadh vs Teheran.
IRAN mengklaim telah melancarkan serangan udara yang menargetkan aset militer Amerika Serikat Pangkalan Udara Prince Sultan di Arab Saudi dan Bahrain.
Dalam konflik yang terjadi selama Ramadan, Iran disebut memperoleh dukungan dari kedua negara tersebut, meskipun Beijing menyatakan sikap netral.
KEDUTAAN Besar Republik Indonesia atau KBRI di Riyadh menyampaikan tidak menggelar salat Ied atau salat Idul Fitri 1447 H/2026 M secara berjamaah karena konfisi konflik di kawasan Timur Tengah.
Putra Mahkota Saudi MBS dilaporkan melobi Donald Trump untuk melanjutkan perang dan menggulingkan rezim Iran di tengah konflik Timur Tengah 2026 yang memanas.
Pangeran MBS dikabarkan mendesak Donald Trump untuk terus menggempur Iran demi stabilitas Teluk dan ekonomi. Simak analisis lengkap persaingan Riyadh vs Teheran.
Iran bantah kabar Mojtaba Khamenei dilarikan ke Rusia untuk operasi medis. Sementara itu, pejabat tinggi Ali Larijani dikonfirmasi tewas akibat serangan Israel.
Harga minyak dunia melonjak akibat perang Iran. Ekonom Moody's peringatkan peluang resesi 49% dan risiko harga mencapai $200 per barel.
Donald Trump nyatakan AS tak butuh bantuan sekutu amankan Selat Hormuz. Klaim sukses militer lawan Iran meski pasokan minyak dunia terancam blokade.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved