Headline
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Kumpulan Berita DPR RI
IRAN mengklaim telah melancarkan serangan udara yang menargetkan aset militer Amerika Serikat Pangkalan Udara Prince Sultan di Arab Saudi dan Bahrain. Juru bicara Markas Besar Khatam al-Anbiya Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menyatakan bahwa pasukannya menyerang Pangkalan Udara Prince Sultan di Arab Saudi serta Armada Kelima AS di Bahrain dengan menggunakan kombinasi rudal dan pesawat nirawak (drone).
Pihak IRGC menegaskan bahwa Pangkalan Udara Prince Sultan merupakan lokasi strategis bagi pengerahan dan operasi militer AS, termasuk menjadi tempat bersiaganya pesawat pengintai.
"Situs tersebut kemudian ditargetkan dengan rudal balistik," ungkap perwakilan kelompok tersebut sebagaimana dikutip dari TRT World.
Secara terpisah, kelompok Houthi di Yaman melalui kantor berita Al Masirah mengeklaim telah menyerang Pusat Industri Dirgantara Zionis di dekat pangkalan udara Ben Gurion.
Serangan tersebut dilaporkan menggunakan drone serbu Arash-2. Meski demikian, klaim-klaim tersebut belum dapat diverifikasi secara independen, dan hingga kini belum ada komentar resmi dari pejabat Amerika Serikat maupun Israel.
Di sisi lain, Komandan Komando Pusat AS (CENTCOM) Brad Cooper justru menilai tindakan Iran tersebut sebagai bentuk keputusasaan. Menurut Cooper, kapabilitas militer Iran saat ini tengah mengalami kemerosotan yang signifikan.
"Mereka beroperasi sebagai tanda keputusasaan. Dalam beberapa minggu terakhir, mereka telah menyerang sasaran sipil dengan sangat sengaja, lebih dari 300 kali," ujar Cooper kepada saluran Iran International yang berbasis di Inggris.
Cooper menggarisbawahi adanya perubahan pola serangan Iran yang menunjukkan pelemahan daya tempur.
"Pada awal konflik, Anda melihat volume besar dalam puluhan drone dan rudal. Anda tidak lagi melihat hal itu. Sekarang semuanya hanya satu atau dua pada satu waktu," tambahnya.
Data dari Pentagon turut memperkuat pernyataan tersebut dengan mencatat penurunan drastis kapasitas tembak Iran.
Pada pekan pertama Maret, peluncuran rudal dilaporkan turun hingga 90 persen dibandingkan hari pertama pertempuran, sementara serangan drone juga mengalami penurunan sebesar 86 persen. (H-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved