Headline

Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.

Pelarian atau Perawatan? Simpang Siur Kabar Mojtaba Khamenei di Rusia

Media Indonesia
18/3/2026 17:17
Pelarian atau Perawatan? Simpang Siur Kabar Mojtaba Khamenei di Rusia
Mojtaba Khamenei.(Al Jazeera)

RUMOR mengenai kondisi kesehatan Pemimpin Tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei, semakin liar setelah ia dikabarkan dilarikan secara rahasia ke Rusia untuk menjalani operasi medis darurat. Namun, klaim tersebut langsung dibantah keras oleh otoritas Iran sebagai bagian dari strategi perang psikologis musuh.

Bantahan Keras dari Teheran

Duta Besar Iran untuk Rusia, Kazem Jalali, menegaskan bahwa laporan mengenai kepindahan Mojtaba Khamenei ke Moskow adalah informasi palsu. Jalali menyamakan rumor ini dengan berita bohong yang sering menyerang mendiang Ali Khamenei di masa lalu.

"Laporan bahwa pemimpin tertinggi telah dipindahkan ke Rusia untuk perawatan medis mewakili bentuk baru perang psikologis," ujar Jalali. Ia menekankan bahwa para pemimpin Iran tetap berada di tengah rakyat dan tidak bersembunyi di bunker meskipun serangan udara AS-Israel terus menghantam infrastruktur keamanan mereka.

Konteks Utama: Mojtaba Khamenei belum pernah muncul secara fisik di publik atau di depan kamera sejak ditunjuk sebagai penerus ayahnya yang tewas pada 28 Februari 2026.

Pernyataan Kontroversial Donald Trump

Presiden AS Donald Trump menambah keraguan publik dengan menyatakan bahwa pemerintahannya tidak yakin siapa yang saat ini memegang kendali di Iran. Trump mengeklaim mendapatkan laporan yang simpang siur mengenai kondisi fisik Mojtaba Khamenei.

"Kami tidak tahu siapa pemimpin mereka. Ada yang bilang dia terluka parah, kehilangan kaki, bahkan ada yang bilang dia sudah mati. Tidak ada yang bisa memastikan dia sehat," kata Trump kepada wartawan di Gedung Putih pada Senin waktu setempat.

Ali Larijani dan Komandan Basij Tewas

Klaim stabilitas kepemimpinan Iran semakin diragukan setelah Israel mengonfirmasi keberhasilan serangan udara yang menewaskan Ali Larijani, Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran. Larijani ialah pejabat tertinggi yang tewas sejak dimulai Operasi Epic Fury.

Selain Larijani, serangan tersebut juga menewaskan Gholamreza Soleimani, komandan unit Basij dari Korps Garda Revolusi Islam (IRGC). Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menyatakan bahwa eliminasi tokoh-tokoh kunci ini merupakan pukulan telak bagi kemampuan Iran dalam mengoordinasikan aktivitas militer dan keamanan domestik.

Tokoh Kunci Status Terakhir (Maret 2026)
Ali Khamenei Tewas (Serangan 28 Feb)
Mojtaba Khamenei Status Misterius (Rumor di Rusia)
Ali Larijani Tewas (Serangan 17 Maret)
Gholamreza Soleimani Tewas (Serangan 17 Maret)

Hingga saat ini, dunia internasional masih menunggu bukti fisik mengenai keberadaan Mojtaba Khamenei untuk memastikan arah kepemimpinan Republik Islam Iran di tengah konflik regional yang kian memanas. (Washington Examiner/I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik