Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
RUMOR mengenai kondisi kesehatan Pemimpin Tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei, semakin liar setelah ia dikabarkan dilarikan secara rahasia ke Rusia untuk menjalani operasi medis darurat. Namun, klaim tersebut langsung dibantah keras oleh otoritas Iran sebagai bagian dari strategi perang psikologis musuh.
Duta Besar Iran untuk Rusia, Kazem Jalali, menegaskan bahwa laporan mengenai kepindahan Mojtaba Khamenei ke Moskow adalah informasi palsu. Jalali menyamakan rumor ini dengan berita bohong yang sering menyerang mendiang Ali Khamenei di masa lalu.
"Laporan bahwa pemimpin tertinggi telah dipindahkan ke Rusia untuk perawatan medis mewakili bentuk baru perang psikologis," ujar Jalali. Ia menekankan bahwa para pemimpin Iran tetap berada di tengah rakyat dan tidak bersembunyi di bunker meskipun serangan udara AS-Israel terus menghantam infrastruktur keamanan mereka.
Presiden AS Donald Trump menambah keraguan publik dengan menyatakan bahwa pemerintahannya tidak yakin siapa yang saat ini memegang kendali di Iran. Trump mengeklaim mendapatkan laporan yang simpang siur mengenai kondisi fisik Mojtaba Khamenei.
"Kami tidak tahu siapa pemimpin mereka. Ada yang bilang dia terluka parah, kehilangan kaki, bahkan ada yang bilang dia sudah mati. Tidak ada yang bisa memastikan dia sehat," kata Trump kepada wartawan di Gedung Putih pada Senin waktu setempat.
Klaim stabilitas kepemimpinan Iran semakin diragukan setelah Israel mengonfirmasi keberhasilan serangan udara yang menewaskan Ali Larijani, Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran. Larijani ialah pejabat tertinggi yang tewas sejak dimulai Operasi Epic Fury.
Selain Larijani, serangan tersebut juga menewaskan Gholamreza Soleimani, komandan unit Basij dari Korps Garda Revolusi Islam (IRGC). Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menyatakan bahwa eliminasi tokoh-tokoh kunci ini merupakan pukulan telak bagi kemampuan Iran dalam mengoordinasikan aktivitas militer dan keamanan domestik.
| Tokoh Kunci | Status Terakhir (Maret 2026) |
|---|---|
| Ali Khamenei | Tewas (Serangan 28 Feb) |
| Mojtaba Khamenei | Status Misterius (Rumor di Rusia) |
| Ali Larijani | Tewas (Serangan 17 Maret) |
| Gholamreza Soleimani | Tewas (Serangan 17 Maret) |
Hingga saat ini, dunia internasional masih menunggu bukti fisik mengenai keberadaan Mojtaba Khamenei untuk memastikan arah kepemimpinan Republik Islam Iran di tengah konflik regional yang kian memanas. (Washington Examiner/I-2)
Rusia perluas kerja sama militer dengan Iran, berikan citra satelit real-time dan teknologi drone Shahed canggih untuk targetkan posisi militer AS.
MenteriĀ ESDM Bahlil Lahadalia menuturkan pemerintah Indonesia membuka opsi impor minyak mentah (crude) dari Rusia.
Kapal tanker Rusia Arctic Metagaz terombang-ambing tanpa awak setelah serangan drone. Membawa 60.000 ton gas, Italia menyebutnya 'bom waktu'.
Zakharova menilai serangan tersebut sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap aturan internasional dan menekankan bahwa fasilitas diplomatik harus dilindungi.
Gedung Putih menyatakan tidak senang jika Rusia benar-benar membagikan intelijen kepada Iran di tengah konflik Timur Tengah, namun belum melontarkan kecaman keras.
Pemimpin Baru Iran Mojtaba Khamenei dilaporkan dievakuasi diam-diam ke Rusia atas usul Vladimir Putin usai serangan AS-Israel. Simak kondisi terbarunya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved