Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMIMPIN Tertinggi baru Iran Mojtaba Khamenei dilaporkan diam-diam dibawa ke Moskow untuk perawatan medis atas usulan Presiden Rusia Vladimir Putin, setelah mengalami luka serius akibat serangan Amerika Serikat dan Israel.
Informasi itu berasal dari sumber senior Iran yang dekat dengan Mojtaba dan dikutip media Kuwait Al Jarida, Senin (16/3).
Menurut laporan tersebut, Putin mengajukan usulan agar Mojtaba dirawat di Rusia saat berbicara dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian pada Kamis (12/3). Usulan itu kemudian dipertimbangkan secara serius oleh para pejabat Iran sebelum akhirnya disetujui.
"Presiden Rusia Vladimir Putin sendiri mengusulkan perawatan Mojtaba di Rusia selama berbincang dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian pada Kamis lalu. Para pejabat Iran, termasuk Mojtaba, mempertimbangkan dengan saksama usulan Rusia tersebut dan akhirnya setuju," demikian laporan Al Jarida.
Sumber anonim itu menyebutkan Mojtaba dipindahkan pada Kamis malam menggunakan pesawat militer Rusia dengan pengamanan ketat serta didampingi tim dokter Iran.
"Setelah tiba, ia menjalani operasi bedah yang berhasil dan saat ini sedang menerima perawatan di rumah sakit swasta di salah satu istana kepresidenan," tulis laporan tersebut.
Sebelumnya, Mojtaba dikabarkan mengalami patah tulang kaki dan luka robek di wajah akibat serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari. Serangan itu juga menewaskan ayahnya, Ali Khamenei, serta sejumlah anggota keluarga lain.
Menurut sumber tersebut, kondisi cedera Mojtaba memerlukan fasilitas medis lengkap dan pengawasan intensif yang sulit diperoleh di Iran di tengah situasi perang. Selain itu, meningkatnya ancaman keamanan mendorong keputusan untuk menjalani perawatan di luar negeri.
Laporan Al Jarida juga menyoroti pidato perdana Mojtaba setelah dilantik sebagai pemimpin tertinggi. Seorang sumber lain dari kalangan reformis Iran menyatakan ada keraguan mengenai pihak yang sebenarnya menyusun pidato tersebut.
Mereka menduga naskah pidato ditulis oleh Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Ali Larijani karena gaya bahasanya dinilai identik dengan pernyataan-pernyataan Larijani sebelumnya. Ketidakhadiran Mojtaba secara langsung serta tidak ada rekaman suara disebut semakin memperkuat kecurigaan tersebut.
Sementara itu, menurut sumber di Jerusalem, intelijen Israel meyakini luka yang dialami Mojtaba kemungkinan lebih serius daripada yang diumumkan.
Pada 4 Maret lalu, Al Jarida sebelumnya melaporkan bahwa ia mengalami cedera di sisi kiri tubuh, dari kepala hingga kaki, akibat tertimpa reruntuhan bangunan.
Presiden AS Donald Trump juga sempat mengindikasikan kondisi Mojtaba parah dengan menyebutnya rusak. Trump bahkan mengaku tidak yakin apakah pemimpin Iran tersebut masih hidup setelah serangan besar tersebut. (I-2)
Mohsen Rezaei, penasihat militer Mojtaba Khamenei, menegaskan Iran tidak akan berhenti berperang sebelum AS memberikan jaminan internasional dan mencabut sanksi.
Teka-teki absennya Mojtaba Khamenei pada salat Idulfitri 2026 memicu spekulasi global. Simak analisis kondisi sang Rahbar dan dampaknya bagi stabilitas Iran.
UMAT Muslim di Iran tetap melaksanakan salat Idulfitri pada Sabtu (21/3) waktu setempat meski situasi keamanan memburuk akibat perang melawan Amerika Serikat dan Israel yang terus berkecamuk.
Mojtaba Khamenei menyebutnya sebagai individu yang cerdas dan berdedikasi serta tokoh terkemuka dalam kancah politik Iran.
Iran bantah kabar Mojtaba Khamenei dilarikan ke Rusia untuk operasi medis. Sementara itu, pejabat tinggi Ali Larijani dikonfirmasi tewas akibat serangan Israel.
Tewasnya Ali Larijani dalam serangan udara Israel memperdalam krisis kepemimpinan di Iran. Simak dampaknya terhadap nasib perang dan gejolak domestik Teheran.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved