Headline

Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.

Tewasnya Ali Larijani: Hilangnya Arsitek Strategi Iran di Tengah Pusaran Krisis

Thalatie K Yani
18/3/2026 05:15
Tewasnya Ali Larijani: Hilangnya Arsitek Strategi Iran di Tengah Pusaran Krisis
Ali Larijani(Media Sosial X)

SERANGAN udara Israel yang menewaskan Ali Larijani, tokoh kunci keamanan Iran, telah melenyapkan salah satu pembuat kebijakan paling berpengalaman di Republik Islam tersebut. Kematian Larijani, yang kini telah dikonfirmasi media pemerintah, terjadi di momen krusial saat Iran menghadapi tekanan militer dan domestik yang luar biasa.

Meski bukan seorang komandan militer, Larijani adalah figur sentral dalam merumuskan keputusan strategis. Sebagai Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Agung, ia berada di jantung pengambilan keputusan terkait perang, diplomasi, dan keamanan nasional. Posisinya sangat berpengaruh dalam mengelola konfrontasi Iran dengan Amerika Serikat dan Israel.

Figur Pragmatis di Garis Keras

Di dalam negeri, Larijani sering digambarkan sebagai sosok pragmatis yang memadukan loyalitas ideologis dengan pendekatan teknokratis. Ia lebih menyukai strategi yang terukur dibandingkan sekadar retorika. Meski sangat skeptis terhadap keterlibatan dengan kekuatan Barat, ia terlibat dalam berbagai upaya diplomatik penting, termasuk bertindak sebagai utusan dalam perjanjian kerja sama jangka panjang Iran dengan Tiongkok.

Pasca tewasnya Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei pada 28 Februari lalu, Larijani sempat menunjukkan sikap menantang dengan memberikan sinyal Iran siap menghadapi konflik berkepanjangan.

Tiga Krisis Besar yang Terbengkalai

Saat kematian menjemputnya, Larijani tengah memegang tanggung jawab besar dalam mengelola tiga krisis utama:

  • Strategi Perang: Ia mendorong Iran bersiap untuk perjuangan panjang dan memperluas konflik secara regional, termasuk ancaman penutupan Selat Hormuz.
  • Gejolak Domestik: Iran tengah dihantam gelombang protes besar akibat masalah ekonomi yang berubah menjadi gerakan penggulingan kekuasaan, yang dihadapi pemerintah dengan tindakan keras.
  • Program Nuklir: Negosiasi nuklir dengan Washington yang mandek kian terpuruk akibat serangkaian serangan militer.

Krisis Kepemimpinan dan Masa Depan Iran

Kepergian Larijani menyisakan lubang besar yang kini harus diisi penerus yang belum ditentukan di tengah situasi yang sangat rapuh. Pola serangan yang menargetkan pejabat senior dalam beberapa pekan terakhir menunjukkan adanya upaya sistematis untuk melemahkan struktur kepemimpinan Iran selama masa perang.

Kondisi ini diprediksi akan menggeser kekuasaan lebih jauh ke tangan militer. Pernyataan Presiden Masoud Pezeshkian baru-baru ini menyiratkan unit angkatan bersenjata telah diberikan kewenangan luas untuk bertindak jika kepemimpinan senior lumpuh.

Di sisi lain, Teheran tampak kesulitan mengelola suksesi. Pengumuman publik terus tertunda, dan figur-figur penting, termasuk Pemimpin Tertinggi yang baru, Mojtaba Khamenei, sebagian besar tidak terlihat oleh publik. Dampak kematian Larijani bukan sekadar kehilangan satu pejabat, melainkan pendalaman krisis kepemimpinan yang dapat memengaruhi jalannya perang serta stabilitas negara Iran secara menyeluruh. (BBC/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik