Headline

Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.

Indonesia Kutuk Serangan Zionis Israel ke Libanon

Cahya Mulyana
14/3/2026 22:41
Indonesia Kutuk Serangan Zionis Israel ke Libanon
Bendara Libanon dan Hizbullah(Anadolu)

PEMERINTAH Indonesia mengecam keras peningkatan serangan Israel terhadap Libanon yang menimbulkan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur, serta merupakan pelanggaran berat terhadap hukum internasional.

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI mencatat bahwa eskalasi serangan Israel ke Libanon tersebut adalah tindakan yang melanggar Resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) 1701 Tahun 2006 serta hukum humaniter internasional.

“Indonesia menyerukan kepada seluruh pihak untuk menghormati kedaulatan dan integritas territorial Libanon dan menghentikan serangan yang membahayakan warga dan infrastruktur sipil,” menurut keterangan tertulis Kemlu RI, dipantau di Jakarta, Sabtu.

Indonesia prihatin bahwa eskalasi ketegangan tak hanya terjadi di sepanjang garis demarkasi “Blue Line” di Libanon selatan, tetapi juga hingga di Beirut, ibu kota Libanon.

Indonesia pun mendorong semua pihak berkonflik untuk mengedepankan langkah-langkah dialog dan diplomasi guna mencegah eskalasi lebih lanjut dan mewujudkan perdamaian.

Menyadari dampak ketegangan di Libanon juga berdampak pada Pasukan Sementara PBB di Libanon (UNIFIL), Kemlu RI mengungkapkan keprihatinan Indonesia atas serangan terhadap pos UNIFIL yang menyebabkan sejumlah personel perdamaian mengalami cedera.

Indonesia menegaskan bahwa berdasarkan hukum internasional, semua pihak bertanggung jawab menjamin keselamatan dan keamanan personel dan properti PBB di manapun berada, khususnya di Libanon.

Dalam kesempatan yang sama, Kemlu RI turut menyampaikan apresiasi kepada Kontingen Garuda yang tetap menjalankan tugas di UNIFIL serta memastikan bahwa keselamatan para personel RI tetap akan menjadi prioritas utama.

Menyusul serangan gabungan Amerika Serikat dan Zionis Israel ke Iran pada 28 Februari, kelompok Syiah Libanon Hizbullah melancarkan serangan ke sejumlah titik militer Zionis pada 2 Maret.

Serangan tersebut terjadi meski gencatan senjata antara keduanya sejak November 2024 masih berlaku, meski dengan Israel terus melakukan pelanggaran setiap harinya yang menyebabkan ratusan orang tewas.

Pada 2 Maret juga, pasukan Zionis kemudian melakukan serangan ke sejumlah titik di Libanon, antara lain Beirut selatan serta wilayah Libanon selatan dan timur. Keesokan harinya pada 3 Maret, militer Zionis Israel menerobos perbatasan Libanon.

Serangan Israel terhadap Libanon tersebut telah menewaskan lebih dari 400 orang serta memaksa ribuan warga Libanon lainnya mengungsi. (Ant/P-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Cahya Mulyana
Berita Lainnya