Headline

Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.

Israel Bunuh Tiga Jurnalis di Libanon Selatan, Perlindungan Sipil di Zona Perang Jadi Sorotan

Haufan Hasyim Salengke
29/3/2026 05:56
Israel Bunuh Tiga Jurnalis di Libanon Selatan, Perlindungan Sipil di Zona Perang Jadi Sorotan
Seorang jurnalis membawa perlengkapan keselamatan yang terbakar dari mobil yang terkena serangan udara Israel, yang menewaskan tiga jurnalis di Libanon selatan pada 28 Maret 2026.(Mohammed Zaatari/AP/CPJ)

SERANGAN udara Israel menargetkan sebuah mobil media di jalan raya Jezzine, Libanon selatan, Sabtu (28/3), menewaskan tiga jurnalis yang tengah meliput konflik terbaru antara Israel dan Hizbullah.

Korban tewas adalah koresponden Al-Manar TV, Ali Shoaib; reporter Al-Mayadeen TV, Fatima Ftouni; serta saudara laki-lakinya, jurnalis lepas Mohammed Ftouni.

Stasiun televisi mereka menyebut ketiganya sedang dalam perjalanan menuju lokasi peliputan saat serangan terjadi di wilayah selatan Libanon.

Ruang Situasi Israel Defense Forces (IDF) mengonfirmasi kepada Committee to Protect Journalists (CPJ) bahwa pihaknya melakukan serangan tersebut. Militer Israel menuduh Shoaib--yang mereka sebut sebagai Ali Hassan Shaib--merupakan anggota Hizbullah, namun tanpa menyertakan bukti. Israel juga tidak menyebutkan dua orang lainnya yang tewas dalam pernyataannya.

Direktur Regional CPJ, Sara Qudah, mengatakan organisasinya tengah menyelidiki serangan tersebut. Ia menegaskan jurnalis berstatus sipil dan tidak boleh menjadi target serangan. CPJ juga menyoroti pola tuduhan terhadap jurnalis tanpa bukti kredibel dalam konflik yang melibatkan Israel selama beberapa dekade terakhir.

Presiden Libanon, Joseph Aoun, dan Menteri Informasi Paul Morcos mengecam keras serangan itu. Aoun menyebutnya sebagai “kejahatan terang-terangan” yang melanggar norma dan perjanjian internasional yang melindungi jurnalis dalam situasi perang.

Serangan ini terjadi beberapa hari setelah serangan udara Israel di Beirut menewaskan kepala program politik Al-Manar, Mohammed Sherri, bersama istrinya.

Sejak perang terbaru antara Israel dan Hizbullah pecah pada 2 Maret, serangan udara Israel juga dilaporkan menghantam sejumlah fasilitas sipil, termasuk kantor pusat Al-Manar dan stasiun radio Al-Nour.

Dalam konflik sebelumnya di Jalur Gaza, Israel juga menghadapi sorotan internasional terkait kematian jurnalis. Pada Oktober 2023, jurnalis Reuters, Issam Abdallah, tewas akibat tembakan tank saat meliput dari Libanon dekat perbatasan Israel. Enam jurnalis lain terluka, termasuk Dylan Collins dan Christina Assi dari AFP.

Investigasi independen AFP menyimpulkan dua peluru tank 120 mm ditembakkan dari wilayah Israel. Temuan itu diperkuat penyelidikan oleh CPJ, Human Rights Watch, Amnesty International, dan Reporters Without Borders. (CNA/CPJ/B-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Haufan Salengke
Berita Lainnya