Headline

Pemerintah utamakan menjaga kualitas pendidikan.

Netanyahu Perluas "Zona Penyangga" di Libanon Selatan, Kekhawatiran Okupasi Meningkat

Thalatie K Yani
26/3/2026 06:23
Netanyahu Perluas
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu umumkan perluasan zona keamanan di Libanon Selatan hingga Sungai Litani. Langkah ini memicu kekhawatiran pendudukan jangka panjang.(Media Sosial X)

PERDANA Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, secara resmi mengumumkan perluasan wilayah yang disebut sebagai "zona penyangga" di Libanon Selatan. Langkah ini dilakukan seiring dengan intensifnya kampanye militer Pasukan Pertahanan Israel (IDF) terhadap kelompok Hizbullah di wilayah perbatasan.

Dalam sebuah pernyataan video, Netanyahu mengeklaim pembentukan zona keamanan ini merupakan langkah krusial untuk melindungi wilayah utara Israel dari ancaman infiltrasi.

"Kami telah menciptakan 'zona keamanan sejati' untuk mencegah infiltrasi apa pun menuju Galilea dan perbatasan utara," ujar Netanyahu. Ia menambahkan, "Kami memperluas zona ini untuk mendorong ancaman rudal anti-tank lebih jauh dan untuk membangun zona penyangga yang lebih luas."

Kendali hingga Sungai Litani

Rencana ambisius ini juga dipertegas Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz. Dalam pertemuannya dengan kepala staf militer, Katz menyatakan pasukan Israel akan memegang kendali penuh atas wilayah keamanan tersebut hingga mencapai Sungai Litani, sebuah sungai di Libanon yang berjarak sekitar 30 kilometer di utara perbatasan Israel.

Katz mengungkapkan infrastruktur di wilayah tersebut telah dilumpuhkan guna memutus akses. Ia menambahkan semua jembatan di atas Sungai Litani "telah diledakkan dan IDF akan mengendalikan jembatan yang tersisa."

Langkah penghancuran jembatan, rumah, dan infrastruktur sipil lainnya di Libanon Selatan ini memicu kekhawatiran global. Banyak pihak menilai tindakan tersebut bertujuan memutus wilayah selatan dari sisa wilayah Lebanon lainnya. Hal ini memperkuat dugaan Israel tengah merencanakan pendudukan jangka panjang, yang menyebabkan ratusan ribu warga Libanon yang mengungsi kehilangan rumah untuk kembali.

Wacana Aneksasi yang Meresahkan

Kekhawatiran dunia internasional kian memuncak setelah Menteri Keuangan sayap kanan Israel, Bezalel Smotrich, melontarkan pernyataan yang lebih radikal sehari sebelumnya. Smotrich secara terang-terangan menyerukan aneksasi wilayah tersebut.

Menurutnya, Israel harus "menerapkan kedaulatan" di wilayah-wilayah Libanon Selatan. Visi ekspansionis ini langsung memicu gelombang alarm dari para kritikus, baik di dalam negeri Israel maupun di luar negeri, yang menganggap langkah ini akan semakin menjauhkan prospek perdamaian di kawasan tersebut.

Kini, dengan kendali militer yang semakin meluas di tanah Lebanon, komunitas internasional mengawasi dengan cermat apakah "zona pertahanan" ini akan berubah menjadi status pendudukan permanen yang serupa dengan sejarah konflik masa lalu. (The Guardian/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya