Headline
Pesan Presiden ialah efisiensi dimulai dari level atas.
Kumpulan Berita DPR RI
ESKALASI konflik di Timur Tengah memasuki babak baru setelah militer Israel (IDF) mengonfirmasi dimulainya "operasi darat terbatas dan terarget" terhadap kelompok bersenjata Hizbullah di wilayah selatan Libanon. Langkah ini diambil guna melumpuhkan kantong-kantong kekuatan Hizbullah yang dianggap mengancam keamanan di perbatasan utara Israel.
Dalam pernyataan resminya pada Senin (16/3), IDF menyebutkan pasukan dari Divisi 91 telah beroperasi di lapangan.
"Kegiatan ini adalah bagian dari upaya pertahanan yang lebih luas untuk memperkuat postur pertahanan depan, yang mencakup pembongkaran infrastruktur teroris dan eliminasi teroris di area tersebut, demi menghilangkan ancaman bagi penduduk Israel utara," tulis pernyataan IDF.
Serangan udara yang mendahului dan mengiringi operasi darat ini telah menimbulkan dampak fatal. Otoritas Libanon melaporkan bahwa sedikitnya 850 orang, termasuk 107 anak-anak, tewas sejak konflik memanas dua pekan lalu. Selain itu, sekitar 830.000 warga kini terpaksa mengungsi.
Kekerasan terbaru dilaporkan terjadi di kota Qantara, di mana serangan udara Israel menewaskan empat orang, termasuk dua anak-anak. Insiden tragis juga menimpa tim medis di desa Kfar Sir. Dua paramedis tewas terkena serangan saat hendak mengevakuasi korban di sebuah rumah yang hancur.
Kementerian Kesehatan Libanon mengecam tindakan tersebut sebagai pelanggaran hukum internasional, meski Israel berkilah ambulans kerap digunakan Hizbullah untuk kepentingan militer. Tuduhan itu dibantah keras oleh pihak Libanon.
Spekulasi mengenai pendudukan jangka panjang mencuat setelah muncul laporan Israel bertujuan menguasai seluruh area di selatan Sungai Litani. Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menegaskan sikap kerasnya.
"Warga Syiah Libanon yang mengungsi tidak akan kembali ke rumah mereka di selatan wilayah Litani sampai keamanan penduduk di utara (Israel) terjamin," tegas Katz.
Di sisi lain, upaya diplomatik yang digalang Prancis untuk mendamaikan kedua pihak menemui jalan buntu. Rencana perundingan di Paris dikabarkan tertunda setelah Israel menarik diri. Menteri Kabinet Israel, Zeev Elkin, menyatakan tidak ada kompromi terkait pelucutan senjata Hezbollah.
"Lebanon harus memilih: apakah akan tetap menjadi sandera kepentingan Iran atau akan melucuti senjata Hezbollah?" ujar Elkin.
Para pemimpin dunia, termasuk dari Inggris, Prancis, dan Jerman, telah mengeluarkan pernyataan bersama yang memperingatkan invasi darat besar-besaran akan membawa "konsekuensi kemanusiaan yang menghancurkan."
Sementara itu, Sekretaris Jenderal PBB António Guterres terus mendesak dilakukannya gencatan senjata segera untuk mengakhiri penderitaan rakyat Lebanon yang kian memprihatinkan.(BBC/Z-2)
Pasukan Zionis kemudian melakukan serangan ke sejumlah titik di Libanon, antara lain Beirut selatan serta wilayah Libanon selatan dan timur.
SERANGAN udara Israel di Libanon menewaskan belasan orang di Beirut dan wilayah selatan, sementara Hizbullah bersama Iran melancarkan gelombang roket dan drone balasan ke wilayah Israel
ISLAMIC Revolutionary Guard Corps (IRGC) Iran bersama Hizbullah melancarkan serangan rudal dan drone gabungan ke sejumlah target di Israe.
Eskalasi militer meningkat di Timur Tengah. Israel meluncurkan serangan skala besar ke pinggiran Beirut (Dahieh), sementara Hizbullah membalas dengan rudal canggih
Israel kembali melancarkan serangan udara ke sejumlah wilayah di Libanon.
Update perang Libanon: Hizbullah pukul mundur pasukan Israel di Al-Khiyam. Presiden Joseph Aoun tawarkan deeskalasi di tengah pertempuran sengit.
Kementerian Kesehatan Libanon mengatakan serangan Israel di negara itu sejak Senin telah menewaskan total 217 orang, yang sebagian besar adalah warga sipil.
ISRAEL menyerang Tyre, Libanon selatan, pada hari Sabtu (23/3) waktu setempat, membahayakan gencatan senjata yang telah mengakhiri konflik selama satu tahun melawan Hizbullah.
Serangkaian serangan ini menandai pelanggaran baru terhadap perjanjian gencatan senjata.
Serangkaian serangan ini menandai pelanggaran baru terhadap perjanjian gencatan senjata.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved