Headline
Pemudik diminta manfaatkan kebijakan WFA.
Kumpulan Berita DPR RI
ORGANISASI kemanusiaan Oxfam menilai Israel mulai menerapkan pola operasi militer yang serupa dengan yang sebelumnya dilakukan di Gaza. Kini Israel serang selatan Libanon. Situasi ini memicu kekhawatiran bahwa kawasan tersebut berpotensi menjadi Gaza kedua.
Pernyataan itu disampaikan Oxfam pada Selasa (24/3), dengan menyoroti dampak serangan terhadap infrastruktur sipil yang vital bagi kehidupan masyarakat.
"Jelas bahwa Pasukan Israel mengulangi pola yang sama di Libanon seperti yang sebelumnya terjadi di Gaza," kata Direktur Oxfam Libanon, Bachir Ayoub.
"Imunitas yang dinikmati Israel di Gaza saat melakukan pelanggaran terkait perang air kembali terlihat," lanjutnya.
Menurut Oxfam, serangan Israel telah merusak fasilitas penting seperti sistem air dan sanitasi, termasuk infrastruktur yang sebelumnya sedang diperbaiki pascakonflik.
Lembaga tersebut menegaskan bahwa hukum humaniter internasional, termasuk Konvensi Jenewa, secara tegas melarang penargetan fasilitas air maupun penggunaan pembatasan akses air sebagai bagian dari strategi perang.
"Setiap upaya yang disengaja untuk menghilangkan akses air atau menghambat bantuan kemanusiaan dapat dikategorikan sebagai kejahatan perang," kata Oxfam.
Dalam laporan yang sama, Oxfam menyebut sedikitnya tujuh sumber air utama yang melayani hampir 7.000 warga di wilayah Bekaa telah rusak dalam empat hari pertama eskalasi terbaru.
Selain itu, kerusakan juga dilaporkan terjadi pada jaringan listrik dan jembatan, yang berdampak pada terputusnya layanan penting bagi sejumlah kota dan desa.
Oxfam memperingatkan bahwa dampak jangka panjang akan sangat merugikan masyarakat, terutama jika mereka kembali ke rumah tanpa akses terhadap air bersih.
Lembaga tersebut juga menilai respons internasional yang minim membuat Israel seolah bertindak tanpa konsekuensi, sehingga warga sipil kembali menjadi pihak yang paling terdampak.
Sementara itu, otoritas Libanon melaporkan sedikitnya 1.039 orang tewas dan 2.876 lainnya mengalami luka-luka sejak serangan Israel dimulai pada 2 Maret.
Eskalasi ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan regional, termasuk ofensif gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran yang telah menewaskan lebih dari 1.340 orang sejak 28 Februari.
Sebagai balasan, Iran meluncurkan serangan drone dan rudal yang menargetkan Israel serta wilayah lain seperti Yordania, Irak, dan negara-negara Teluk yang menjadi lokasi aset militer Amerika Serikat. (Anadolu/H-4)
Situasi Lebanon kian mencekam! WHO laporkan 14 petugas medis tewas dalam serangan udara terbaru. Total korban jiwa kini tembus 826 orang di tengah eskalasi konflik Israel-Hezbollah.
Korban tewas di Lebanon tembus 773 jiwa, termasuk 103 anak-anak. PBB ajukan bantuan darurat $325 juta saat 1 juta warga mengungsi akibat serangan Israel. Simak laporan lengkapnya.
SERANGAN udara Israel di Libanon menewaskan belasan orang di Beirut dan wilayah selatan, sementara Hizbullah bersama Iran melancarkan gelombang roket dan drone balasan ke wilayah Israel
Konflik Israel-Lebanon memanas! 31 orang tewas dan ratusan luka-luka akibat serangan udara Israel. IDF imbau warga Lebanon selatan segera mengungsi sejauh 1 km.
PENYERANGAN terhadap Venezuela disertai penculikan terhadap Presiden Nicolas Maduro bersama istrinya untuk diadili di New York, yang melanggar piagam PBB dan hukum internasional
Situasi Lebanon kian mencekam! WHO laporkan 14 petugas medis tewas dalam serangan udara terbaru. Total korban jiwa kini tembus 826 orang di tengah eskalasi konflik Israel-Hezbollah.
SERANGAN udara Israel di Libanon menewaskan belasan orang di Beirut dan wilayah selatan, sementara Hizbullah bersama Iran melancarkan gelombang roket dan drone balasan ke wilayah Israel
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved