Headline

Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.

Update, 70 Roket dari Libanon Menghantam Israel

Cahya Mulyana
06/3/2026 23:35
Update, 70 Roket dari Libanon Menghantam Israel
ilustrasi.(Freepik.)

MILITER Israel mengatakan bahwa Hizbullah telah menembakkan sekitar 70 roket ke arah Israel sejak tengah malam. Juru bicara militer Letnan Kolonel Nadav Shoshani mengatakan banyak peluncuran rudal berasal dari Libanon selatan.

“Setelah tengah malam kemarin, sekitar 70 roket diluncurkan ke arah Israel,” kata Shoshani kepada wartawan, Jumat (6/3).

Dia mengklaim bahwa sejak Israel mulai menyerang Libanon awal pekan ini, pasukan Israel telah menghantam "lebih dari 500 target di seluruh Libanon" dan menewaskan 70 pejuang Hizbullah.

Kementerian Kesehatan Libanon mengatakan serangan Israel di negara itu sejak Senin telah menewaskan total 217 orang, yang sebagian besar adalah warga sipil.

Bencana Kemanusiaan

Dewan Pengungsi Norwegia (NRC) menyerukan kepada Israel untuk segera "membatalkan perintah evakuasi massal" di Libanon, memperingatkan bahwa hal itu berisiko memicu bencana kemanusiaan karena ratusan ribu orang meninggalkan rumah mereka.

Dalam pernyataan email yang dikirim ke Al Jazeera, kelompok hak asasi manusia tersebut mengatakan bahwa mereka memperkirakan sekitar 300.000 orang telah mengungsi dalam waktu "kurang dari 100 jam" sejak Israel melancarkan serangkaian serangan udara di Libanon selatan, ibu kota Beirut, dan bagian lain negara itu.

“Keluarga-keluarga yang baru saja mulai membangun kembali kehidupan mereka kini terpaksa mengungsi sekali lagi,” kata Maureen Philippon, direktur negara NRC di Libanon.

“Orang-orang meninggalkan rumah mereka di tengah malam hanya dengan pakaian yang mereka kenakan. Sekali lagi, warga sipil membayar harga tertinggi. Jika diterapkan, perintah evakuasi terbaru dari Israel dapat menimbulkan krisis kemanusiaan yang belum pernah kita lihat dalam lebih dari dua tahun terakhir.”

NRC memperingatkan bahwa jumlah orang yang terpaksa mengungsi bisa melebihi 1 juta jika perintah tersebut diterapkan sepenuhnya. (Aljazeera/P-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Cahya Mulyana
Berita Lainnya