Headline
Pemudik diminta manfaatkan kebijakan WFA.
Kumpulan Berita DPR RI
KEKEJAMAN militer Israel di Jalur Gaza kembali terungkap. Seorang balita Palestina yang baru menginjak usia satu tahun, Karim Abu Nassar, dilaporkan menjadi korban penyiksaan fisik selama 10 jam oleh pasukan Israel. Tindakan ini secara sengaja dilakukan sebagai alat koersi untuk mendapatkan pengakuan dari ayahnya, Osama Abu Nassar.
Peristiwa mengerikan ini terjadi di dekat kamp pengungsi Al-Maghazi, Gaza Tengah. Berdasarkan kesaksian yang dihimpun, militer Israel mencegat perjalanan Karim dan ayahnya dengan rentetan tembakan. Sementara Osama digelandang ke pos pemeriksaan untuk diinterogasi, balita malang tersebut dibiarkan di bawah penguasaan tentara di lapangan.
Selama penahanan 10 jam, saksi mata melaporkan perlakuan yang sangat tidak manusiawi terhadap Karim. Balita tersebut menderita luka bakar akibat sundutan rokok di sekujur tubuhnya. Ironisnya, tangisan pilu sang bayi akibat rasa sakit dari kuku dan benda tajam sengaja digunakan tentara untuk menekan psikologis ayahnya agar menyerah dalam interogasi.
Karim akhirnya dikembalikan kepada keluarganya melalui mediasi Komite Internasional Palang Merah (ICRC) dalam kondisi trauma hebat dan penuh luka fisik. Sementara itu, nasib sang ayah hingga kini masih belum diketahui dalam tahanan militer Israel.
Dewan Hubungan Amerika-Islam (CAIR) mengecam keras tindakan tersebut dan melabelinya sebagai perbuatan yang "menjijikkan". CAIR mendesak Kongres AS dan badan dunia untuk melakukan investigasi menyeluruh terhadap perilaku militer Israel yang terus melanggar konvensi internasional.
Organisasi hak asasi manusia menegaskan bahwa menjadikan anak-anak sebagai sandera atau alat tekanan dalam taktik militer adalah pelanggaran berat terhadap hukum internasional dan merupakan kejahatan perang yang nyata. Dunia internasional dituntut untuk tidak lagi menutup mata atas penggunaan balita sebagai instrumen penyiksaan di medan konflik. (Anadolu/Roya News/B-3)
Laporan terbaru PBB mengungkap keterlibatan langsung Vladimir Putin dalam deportasi ribuan anak Ukraina ke Rusia.
Pengadilan Cili menelaah pengaduan kejahatan perang terhadap mantan penembak jitu Israel, Rom Kovtun, atas dugaan pelanggaran HAM saat bertugas di Gaza.
Tiga jurnalis Palestina tewas saat bertugas untuk lembaga bantuan Mesir di Gaza.
Laporan NYT mengungkap AS menggunakan pesawat samaran sipil dalam serangan kapal Venezuela, memicu dugaan kejahatan perang dan taktik terlarang 'perfidy'.
Menhan Pakistan Khawaja Asif sebut AS standar ganda: Harusnya tangkap PM Israel Netanyahu sebagai penjahat kemanusiaan, bukan culik Presiden Venezuela Maduro.
Sedikitnya 12 orang mengalamu luka-luka saat serangan rudal dari Iran menghantam wilayah Bnei Brak, sebuah kota di dekat Tel Aviv, Israel.
PM Jepang Sanae Takaichi menegaskan upaya diplomasi untuk meredakan ketegangan di Selat Hormuz di tengah konflik AS-Israel dan Iran.
PM Israel Benjamin Netanyahu tegaskan serangan ke Iran dan Libanon terus berlanjut meski ada klaim kesepakatan dari Donald Trump. Pakistan tawarkan diri jadi mediator.
Presiden AS Donald Trump mengeklaim adanya pembicaraan positif dengan pejabat tinggi Iran di tengah ketegangan perang. Benarkah deeskalasi segera terjadi?
Salon di Beit Awa, wilayah pendudukan Tepi Barat, Palestina, Rabu (18/3) dihantam sebuah proyektil meledak akibat saling serang Israel dan Iran. Empat perempuan Palestina tewas
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved