Headline
Pemerintah utamakan menjaga kualitas pendidikan.
Kumpulan Berita DPR RI
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyampaikan kekhawatiran atas meningkatnya aktivitas militer di Libanon di tengah eskalasi konflik Timur Tengah antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel. Juru bicara PBB Stephane Dujarric pada Senin (2/3) menyatakan bahwa ketegangan di wilayah tersebut terus meningkat, terutama setelah Hizbullah menyatakan solidaritas penuh terhadap Iran menyusul serangan AS dan Israel.
Hizbullah dilaporkan meluncurkan sejumlah serangan ke wilayah Israel, yang kemudian dibalas oleh Israel dengan menargetkan berbagai lokasi militer kelompok tersebut di Libanon.
"Di Libanon, di mana kami memiliki kehadiran politik dan pasukan penjaga perdamaian, ketegangan juga meningkat. Kami sangat prihatin atas baku tembak di sepanjang Garis Biru. Situasi di lapangan berkembang dengan cepat, dan kami memantau perkembangan tersebut secara saksama,” ujar Dujarric kepada wartawan.
Ia menambahkan bahwa PBB juga mencermati laporan mengenai penembakan ke wilayah Israel yang diklaim Hizbullah, serta serangan balasan Israel ke sejumlah daerah di Libanon.
"Pasukan penjaga perdamaian UNIFIL kami di sana tetap berada di posisinya meskipun dalam situasi yang penuh tantangan," tegasnya.
Sebelumnya pada Sabtu (28/2), Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran, termasuk di Teheran, yang mengakibatkan kerusakan serta korban sipil.
Serangan tersebut dilaporkan menyebabkan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dan beberapa pejabat senior pemerintah serta militer Iran tewas.
Iran kemudian membalas dengan serangan terhadap wilayah Israel dan pangkalan militer Amerika Serikat di berbagai kawasan Timur Tengah.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu umumkan perluasan zona keamanan di Libanon Selatan hingga Sungai Litani. Langkah ini memicu kekhawatiran pendudukan jangka panjang.
Eskalasi di Libanon meningkat setelah militer Israel meluncurkan serangkaian serangan udara ke pinggiran Beirut dan menangkap dua anggota pasukan komando Hizbullah.
PM Israel Benjamin Netanyahu tegaskan serangan ke Iran dan Libanon terus berlanjut meski ada klaim kesepakatan dari Donald Trump. Pakistan tawarkan diri jadi mediator.
Israel pertimbangkan mobilisasi 450 ribu pasukan cadangan untuk menghadapi eskalasi konflik dengan Libanon, termasuk opsi operasi darat.
SERANGAN roket menghantam Israel pada Senin (16/3). Delapan orang dilaporkan terluka. Serangan tersebut disebut diluncurkan oleh Hizbullah dari Libanon serta oleh Iran.
Israel meluncurkan gelombang serangan udara baru ke Beirut dan wilayah selatan Lebanon. Lebih dari satu juta orang dilaporkan mengungsi dalam dua minggu terakhir.
PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump menyatakan Iran sebenarnya ingin bernegosiasi, meskipun tidak berani mengakuinya secara terbuka
MENTERI Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi menegaskan bahwa Teheran tidak akan maju ke meja perundingan dan memilih melanjutkan perlawanan terhadap Amerika Serikat dan Israel di tengah konflik
Penasihat kebijakan luar negeri Trump menyebut AS tidak berkepentingan memperpanjang konflik dengan Iran lebih dari tiga bulan.
Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, menyampaikan Iran agar segera menerima kesepakatan untuk mengakhiri konflik yang terus memanas di Timur Tengah.
WFH adalah salah satu ‘aksi cepat’ yang dapat menghemat konsumsi BBM untuk sementara waktu.
Putra Mahkota Saudi MBS dilaporkan melobi Donald Trump untuk melanjutkan perang dan menggulingkan rezim Iran di tengah konflik Timur Tengah 2026 yang memanas.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved