Headline

Prabowo kembali gelar rapat terbatas bahas dampak perang di wilayah Timur Tengah.

Libanon Kembali Dihantam Serangan Israel, Ratusan Ribu Warga Mengungsi

Dhika Kusuma Winata
11/3/2026 06:38
Libanon Kembali Dihantam Serangan Israel, Ratusan Ribu Warga Mengungsi
Israel kembali melancarkan serangan udara ke sejumlah wilayah di Libanon. (AFP)

SERANGAN udara Israel kembali menghantam sejumlah wilayah di Libanon, termasuk pinggiran selatan ibu kota Beirut, Selasa (11/3) waktu setempat. Otoritas Libanon menyebut hampir 760 ribu orang mengungsi akibat eskalasi konflik.

Libanon terseret dalam konflik Timur Tengah setelah kelompok Hizbullah yang didukung Iran melancarkan serangan ke Israel. Aksi itu disebut sebagai respons atas gugurnya pemimpin tertinggi Iran Ayatullah Ali Khamenei dalam serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel.

Sejak itu, Israel meningkatkan serangan udara ke berbagai wilayah Libanon yang diduga menjadi basis Hezbollah, sekaligus mengirim pasukan darat ke kawasan perbatasan.

Kantor berita resmi Libanon, National News Agency (NNA), melaporkan beberapa serangan kembali mengguncang pinggiran selatan Beirut, wilayah yang dikenal sebagai basis pengaruh Hizbollah. Rekaman video menunjukkan kepulan asap tebal membumbung dari area tersebut. Militer Israel menyatakan serangan itu menyasar infrastruktur Hezbollah.

Kementerian Kesehatan Libanon melaporkan satu orang tewas setelah sebuah sepeda motor di dekat wilayah tersebut terkena serangan. Serangan juga terjadi di wilayah selatan Libanon. NNA melaporkan Israel menggempur kawasan Abbassiyeh dekat Tyre.

Di kota selatan Jwaya, serangan Israel dilaporkan menewaskan wali kota setempat bersama seorang anggota dewan kota.

Di sisi lain, Hizbullah menyatakan para pejuangnya menyerang pasukan Israel di dekat kota perbatasan Khiam dan Odaisseh. Kelompok itu juga mengaku meluncurkan roket ke wilayah Israel, termasuk ke lokasi sistem pertahanan rudal di selatan Haifa.

Hizbullah kemudian menyatakan pihaknya juga terlibat kontak senjata dengan pasukan Israel di dekat kota perbatasan Aitaroun menggunakan senjata ringan dan menengah.

Korban Tewas

Otoritas Libanon menyebut sejak 2 Maret serangan Israel telah menewaskan sedikitnya 486 orang dan melukai lebih dari 1.300 lainnya. Pemerintah juga mencatat sebanyak 759.300 orang telah terdaftar sebagai pengungsi, dengan sekitar 122.600 orang di antaranya tinggal di tempat penampungan.

Di distrik Tyre, tepatnya di Hennawiyeh, Kementerian Kesehatan Libanon menyatakan dua orang sempat terluka akibat satu serangan Israel. Namun serangan lanjutan kemudian menewaskan mereka bersama para petugas penyelamat yang datang membantu.

Komite Kesehatan Islam yang berafiliasi dengan Hizbullah sebelumnya menyatakan 15 petugas penyelamat mereka tewas akibat serangan Israel sejak 2 Maret.

Pengungsi

Di tengah gelombang pengungsian, ribuan warga mencari perlindungan di berbagai lokasi darurat, termasuk di Camille Chamoun Sports City Stadium di Beirut. Salah satu pengungsi, Fatima Shehadeh, 35, ibu empat anak yang melarikan diri dari pinggiran selatan Beirut, menceritakan kepanikannya saat meninggalkan rumah.

“Saya mendorong bayi saya di kereta dorong. Kami keluar dengan berjalan kaki pukul 02.00 dini hari dan menghabiskan malam di luar sebelum akhirnya datang ke tempat penampungan di stadion,” ujarnya.

Dia mengaku khawatir dampak serangan terhadap anak-anaknya. Salah satu anaknya bahkan ketakutan dan bersembunyi di dalam tenda. “Dia tidak keluar karena serangan udara. Ledakannya sangat dekat,” katanya.

Di dalam stadion, puluhan tenda keluarga didirikan. Para pengungsi tidur di atas kasur tipis yang dibentangkan di lantai beton. Wali Kota Beirut Ibrahim Zeidan mengatakan lokasi tersebut mampu menampung lebih dari 3.000 orang. (AFP)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya