Headline

Pesan Presiden ialah efisiensi dimulai dari level atas.

Israel Klaim Bunuh Ali Larijani, Tokoh Kunci dan Pilar Kekuasaan Iran

Wisnu Arto Subari
17/3/2026 21:08
Israel Klaim Bunuh Ali Larijani, Tokoh Kunci dan Pilar Kekuasaan Iran
Ali Larijani.(Al Jazeera)

ISRAEL mengatakan pada Selasa (17/3) bahwa mereka membunuh kepala keamanan nasional Iran yang berpengaruh, Ali Larijani.Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menyebutnya sebagai pemimpin geng gangster yang menjalankan Republik Islam tersebut.

Jika dikonfirmasi, kematian Larijani akan menjadi pukulan besar bagi sistem pemerintahan Iran lebih dari dua minggu setelah perang yang melanda Timur Tengah. Perang itu mengguncang pasar global dan memiliki konsekuensi yang jauh melampaui batas wilayah tersebut.

Menteri Pertahanan Israel Israel Katz mengatakan Larijani, "Telah dieliminasi tadi malam." Hal ini belum dikonfirmasi oleh Iran.

"Pagi ini kami mengeliminasi Ali Larijani, bos Garda Revolusi, yang merupakan geng gangster yang sebenarnya menjalankan Iran," kata Netanyahu dalam pernyataan yang disiarkan televisi.

Dia mengatakan penggulingan otoritas Iran oleh rakyat, "Tidak akan terjadi sekaligus, tidak akan terjadi dengan mudah. ​​Tetapi jika kita terus berupaya dalam hal ini, kita akan memberi mereka kesempatan untuk mengambil nasib mereka sendiri." 

Peristiwa itu terjadi kurang dari tiga minggu setelah serangan AS-Israel pada 28 Februari yang menewaskan Ayatollah Ali Khamenei, pemimpin tertinggi Iran sejak 1989. Ini memicu perang regional dengan dampak global.

Larijani, 68, digambarkan sebagai pilar utama dalam sistem pemerintahan, dekat dengan almarhum ayatollah dan berperan penting dalam kebijakan nuklir dan diplomasi strategis pemerintah selama beberapa dekade.

Setelah perang pecah, ia menjadi semakin berkuasa. Sementara pemimpin tertinggi yang baru, Mojtaba Khamenei, belum terlihat di depan umum sejak ia diangkat untuk menggantikan ayahnya yang terbunuh, Larijani berjalan bersama kerumunan orang di demonstrasi pro-pemerintah pekan lalu di Teheran. Pembunuhan yang dilaporkan ini terjadi ketika serangan mengguncang negara-negara di Timur Tengah pada Selasa dari negara-negara Teluk hingga Irak, Libanon, dan Iran.

Seorang reporter AFP sebelumnya melaporkan ledakan di Teheran pada Selasa, setelah malam yang diwarnai pengeboman hebat disertai guntur dan hujan.

Tak lama setelah Israel mengatakan telah membunuhnya, profil media sosial resmi Larijani memposting catatan tulisan tangan yang berisi penghormatan kepada para pelaut Iran yang tewas ketika kapal selam AS menenggelamkan fregat Iran bulan ini. Catatan itu tidak bertanggal dan postingan tersebut juga tidak membahas klaim kematiannya.

Israel juga mengatakan pada Selasa bahwa mereka membunuh Gholamreza Soleimani, kepala pasukan paramiliter Basij dari Garda Revolusi Iran, dalam serangan di Teheran. Mereka mengatakan telah menargetkan Akram al-Ajouri, kepala sayap militer kelompok Jihad Islam Palestina, dalam serangan di Iran, meskipun kematiannya belum dikonfirmasi.

Sejak serangan Hamas pada 7 Oktober 2023, Israel telah menjalankan kebijakan yang oleh para analis digambarkan sebagai kebijakan pemenggalan kepala, menargetkan para pemimpin musuhnya, termasuk kepala Hizbullah Hassan Nasrallah di Lebanon, serta para pemimpin puncak di Gaza.

Keberadaan pemimpin tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei, menjadi subjek banyak spekulasi. Presiden AS Donald Trump mengatakan pada Senin, "Kita tidak tahu apakah dia sudah mati atau belum." (I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya