Headline

Kemantapan jalan nasional sudah mencapai 93,5%

Hari ke-12 Perang: Iran Sebut Trump 'Setan' saat Israel Perluas Serangan ke Teheran

Media Indonesia
12/3/2026 09:23
Hari ke-12 Perang: Iran Sebut Trump 'Setan' saat Israel Perluas Serangan ke Teheran
Ilustrasi(Antara)

KETEGANGAN di Timur Tengah mencapai titik didih baru pada hari ke-12 konflik bersenjata. Pemerintah Iran secara terbuka melontarkan penghinaan terhadap Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dengan menyebutnya sebagai "Setan" dan kembali menegaskan sumpah untuk melenyapkan Israel dari kawasan tersebut.

Pernyataan keras tersebut disampaikan oleh Yahya Rahim Safavi, penasihat senior untuk Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Mojtaba Khamenei. Dalam siaran televisi pemerintah pada Rabu (11/3), Safavi memberikan reaksi pedas terhadap kepemimpinan Amerika Serikat di bawah kendali Trump.

"Trump adalah Setan Itu Sendiri"

"Trump adalah presiden Amerika yang paling korup dan bodoh. Dia adalah Setan itu sendiri," tegas Safavi sebagaimana dikutip dari laporan AFP, Kamis (12/3).

Safavi juga menggarisbawahi posisi Iran dalam konflik regional yang kian memanas. Menurutnya, tidak ada ruang bagi Iran dan Israel untuk eksis bersama di Timur Tengah. "Di kawasan Timur Tengah, Israel dan Iran tidak bisa bersama. Salah satu dari mereka harus tetap ada. Yang akan tetap ada adalah Iran dan yang akan dihancurkan adalah rezim Zionis," tambahnya.

Baca Juga: Eskalasi di Selat Hormuz: Harga Minyak Dunia Diprediksi Meroket Akibat Konflik Iran-AS

Klaim Kemenangan Trump dan Realita Perang

Pernyataan Iran ini muncul hanya beberapa jam setelah Presiden Donald Trump mengeklaim kemenangan prematur dalam kampanye militer yang disebutnya sebagai "Operasi Epic Fury". Berbicara di depan pendukungnya di Kentucky, Trump menyebut bahwa militer AS telah melumpuhkan sebagian besar aset angkatan laut dan udara Iran.

Namun, fakta di lapangan menunjukkan perlawanan Iran masih berlangsung sengit. Garda Revolusi Iran (IRGC) menyatakan telah melakukan operasi rudal gabungan dengan Hezbollah untuk menyerang target-target di dalam wilayah Israel sebagai balasan atas serangan udara di Teheran dan Beirut.

Dampak Terhadap Ekonomi Dunia

Selain ancaman militer, Teheran memperingatkan bahwa perang panjang ini akan menghancurkan stabilitas ekonomi global. Fokus utama saat ini tertuju pada Selat Hormuz, jalur distribusi minyak paling vital di dunia.

Kementerian Kesehatan Iran melaporkan bahwa lebih dari 1.200 orang telah tewas sejak serangan udara koalisi dimulai pada 28 Februari 2026. Sementara itu, lebih dari 800.000 warga di Lebanon juga dilaporkan mengungsi akibat perluasan zona perang oleh militer Israel.

Indikator Konflik Status Terkini (Maret 2026)
Lokasi Utama Pertempuran Teheran, Beirut, Selat Hormuz
Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Mojtaba Khamenei
Klaim Kerugian Iran (versi AS) 58 Kapal Angkatan Laut Hancur
Dampak Pengungsi > 800.000 orang di Lebanon

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri terus memantau situasi ini dan mengimbau seluruh WNI di kawasan Timur Tengah untuk segera melaporkan diri dan mengikuti instruksi evakuasi jika diperlukan. (E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya