Headline

Kemantapan jalan nasional sudah mencapai 93,5%

Chuck Schumer Desak Pemerintah AS Jelaskan soal Perang Iran di Tengah Meningkatnya Korban Militer

Ferdian Ananda Majni
12/3/2026 09:05
Chuck Schumer Desak Pemerintah AS Jelaskan soal Perang Iran di Tengah Meningkatnya Korban Militer
Pemimpin minoritas Senat AS Chuck Schumer(AFP/ANNA MONEYMAKER / GETTY IMAGES NORTH AMERICA)

PEMIMPIN Minoritas Senat Amerika Serikat (AS) Chuck Schumer menyatakan bahwa publik Amerika tidak menginginkan perang di Timur Tengah dan menuntut penjelasan dari pemerintahan Presiden Donald Trump terkait meningkatnya korban di pihak militer AS.

Dalam pidatonya di ruang sidang Senat, Rabu (11/3), Schumer mengungkapkan bahwa sejak 28 Februari sedikitnya 140 personel militer AS mengalami luka-luka, termasuk delapan orang dengan luka serius. Selain itu, delapan tentara AS dilaporkan tewas saat menjalankan tugas.

Schumer juga menyoroti tingginya korban jiwa di kawasan konflik. Ia mengatakan ribuan orang dilaporkan tewas di Timur Tengah, termasuk 170 korban yang berada di sebuah sekolah dasar khusus perempuan.

"Laporan awal tersebut menunjukkan kemungkinan akibat operasi AS,” kata Schumer dikutip Anadolu, Kamis (12/3).

Ia menuntut dilakukan penyelidikan yang penuh, transparan, dan independen untuk mengungkap apa yang sebenarnya terjadi di sekolah tersebut serta alasan banyaknya korban sipil.

Senator dari negara bagian New York itu menilai meningkatnya jumlah korban, ditambah ketegangan geopolitik dan tekanan ekonomi di dalam negeri, membuat banyak warga AS mulai mempertanyakan tujuan konflik tersebut.

"Di tengah semua perubahan ini, semua kekacauan ini, harga bensin yang lebih tinggi, meningkatnya korban jiwa, meningkatnya permusuhan, rakyat Amerika mengajukan pertanyaan yang sangat sederhana, Mengapa? Mengapa Amerika berperang? Rakyat Amerika tentu tidak menginginkan perang. Rakyat Amerika tidak meminta ini," ujarnya.

Kritik terhadap Pesan Pemerintah

Schumer juga menuding pemerintahan Trump memberikan penjelasan yang berubah-ubah mengenai tujuan operasi militer terhadap Iran.

“Pertama, itu adalah perubahan rezim, kemudian tentang program nuklir Iran. Kemudian untuk menyingkirkan angkatan laut Iran. Kemudian lagi-lagi perubahan rezim. Kemudian mereka mengatakan itu defensif. Tergantung siapa yang Anda tanya, kita berada di dekat akhir perang atau baru saja memulainya," lanjutnya.

Ia menilai pesan yang disampaikan Gedung Putih terkait arah konflik sering kali saling bertentangan.

"Dan jika Anda bertanya kepada Donald Trump apakah kita berada di akhir perang atau di awal, dia mengatakan keduanya," kata Schumer. 

"Kegilaan ini harus dihentikan," ucapnya 

Schumer kemudian mendesak Senat untuk menggelar sidang terbuka guna meminta penjelasan dari pejabat tinggi pemerintahan mengenai strategi serta tujuan perang.

Ia secara khusus meminta Menteri Luar Negeri Marco Rubio dan Menteri Pertahanan Pete Hegseth hadir memberikan kesaksian di hadapan anggota parlemen di bawah sumpah.

"Rakyat Amerika berhak mendapatkan jawaban," pungkasnya. (Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya