Headline
Kemantapan jalan nasional sudah mencapai 93,5%
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Luar Negeri Tiongkok, Wang Yi, melakukan serangkaian percakapan telepon dengan para menteri luar negeri dari empat negara Islam, yakni Kuwait, Bahrain, Pakistan, dan Qatar. Pembicaraan tersebut membahas perkembangan terbaru situasi di kawasan Timur Tengah yang tengah mengalami peningkatan ketegangan.
Dalam pembicaraan dengan Menteri Luar Negeri Kuwait Sheikh Jarrah Jaber Al-Ahmad Al-Sabah pada Senin (9/3), Wang Yi menyampaikan apresiasi terhadap sikap negara-negara Teluk yang secara konsisten mendorong penyelesaian konflik melalui dialog dan negosiasi.
"Tiongkok akan terus berupaya untuk perdamaian, dan utusan khusus Tiongkok untuk masalah Timur Tengah telah berangkat ke wilayah tersebut untuk melakukan mediasi dan akan memperkuat komunikasi dan pertukaran dengan Kuwait dan negara-negara lain," kata Wang Yi dalam keterangan tertulis di laman Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Kamis (12/3).
Wang Yi juga menyoroti aksi militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran yang terjadi ketika proses negosiasi antara Iran dan AS masih berlangsung. Menurutnya, tindakan tersebut tidak memiliki otorisasi dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sehingga dinilai melanggar hukum internasional.
Selain itu, ia menegaskan bahwa kedaulatan, keamanan, serta integritas wilayah negara-negara Teluk harus dihormati sepenuhnya. Ia juga mengecam setiap serangan yang menyasar warga sipil maupun target non-militer.
Sementara itu, Sheikh Jarrah menjelaskan perkembangan terkini situasi regional. Ia menegaskan bahwa Kuwait bukan pihak yang terlibat langsung dalam perang, tetapi tetap merasakan dampak dari konflik yang terjadi di kawasan.
"Negara-negara Teluk termasuk Kuwait tetap berkomitmen untuk menyelesaikan perselisihan melalui dialog sambil tetap mempertahankan hak mereka yang sah untuk membela diri. Kuwait sangat menghargai posisi dan upaya yang telah dilakukan Tiongkok, dan siap untuk memperkuat komunikasi dan koordinasi dengan Tiongkok untuk bersama-sama mendorong pemulihan keamanan dan stabilitas di kawasan," kata Sheikh Jarrah.
Dalam percakapan terpisah dengan Menteri Luar Negeri Bahrain Abdullatif bin Rashid Al Zayani pada Senin (9/3), Wang Yi mengungkapkan kekhawatiran atas meningkatnya ketegangan di kawasan Teluk, termasuk potensi dampaknya terhadap keamanan Bahrain.
"Sebagai mitra strategis negara-negara Teluk dan negara besar yang bertanggung jawab, Tiongkok telah aktif mempromosikan perdamaian dan menghentikan perang. Jalan keluar dari kebuntuan terletak pada kembalinya dialog dan negosiasi secepatnya untuk berupaya memulihkan perdamaian," kata Wang Yi.
Menanggapi hal tersebut, Al Zayani menegaskan komitmen Bahrain untuk terus mendukung upaya perdamaian serta menolak segala bentuk serangan ilegal.
"Bahrain siap bekerja sama dengan negara-negara Teluk lainnya untuk meningkatkan komunikasi dan koordinasi dengan Tiongkok di platform bilateral dan multilateral termasuk PBB, untuk mencapai perdamaian dan stabilitas regional sesegera mungkin," ungkap Al Zayani.
Wang Yi juga berbicara dengan Menteri Luar Negeri Pakistan Mohammad Ishaq Dar pada Selasa (10/3). Dalam pembicaraan tersebut, ia menyatakan ketidaksetujuannya terhadap serangan yang menargetkan negara-negara Teluk serta mengecam serangan terhadap fasilitas sipil.
"Tiongkok tidak menyetujui serangan terhadap negara-negara Teluk dan mengutuk semua serangan terhadap fasilitas sipil dan warga sipil yang tidak bersalah."
Ia juga menyampaikan apresiasi atas upaya Pakistan dalam meredakan ketegangan di kawasan.
"Tiongkok menghargai upaya mediasi Pakistan untuk meredakan ketegangan regional dan siap untuk mempertahankan koordinasi dan kerja sama multilateral dan bilateral dengan Pakistan, mendukung Pakistan dalam terus memainkan peran konstruktif, dan bersama-sama berupaya untuk memulihkan perdamaian dan stabilitas di kawasan tersebut secepatnya," kata Wang Yi.
Sementara itu, Ishaq Dar menjelaskan posisi Pakistan terkait situasi di Iran serta mendesak semua pihak untuk menahan diri dan menyelesaikan krisis melalui negosiasi damai.
Kedua menteri juga membahas konflik perbatasan antara Pakistan dan Afganistan.
"Prioritas utama adalah mencegah eskalasi konflik dan kembali ke meja perundingan sesegera mungkin dan Tiongkok dengan tegas mendukung Pakistan dalam upaya kontra-terorisme dan berharap Pakistan akan terus melakukan upaya maksimal untuk memastikan keselamatan personel, proyek, dan lembaga Tiongkok di Pakistan," ungkap Wang Yi.
Percakapan terakhir dilakukan dengan Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani pada Selasa (10/3).
Dalam kesempatan tersebut, Wang Yi menegaskan bahwa Tiongkok sebagai anggota tetap Dewan Keamanan PBB selalu menjunjung prinsip serta membela keadilan dalam urusan internasional.
"Kelanjutan perang hanya akan membawa kerugian, dan hanya akan menyebabkan kerugian yang lebih besar bagi semua pihak yang terlibat. Tiongkok menyerukan gencatan senjata dan penghentian permusuhan segera, penyelesaian politik atas masalah ini, dan mendukung negara-negara Teluk untuk mengambil kendali masa depan kawasan ini," kata Wang Yi.
Sementara itu, Al Thani menekankan bahwa Qatar tetap perlu mengambil langkah-langkah pertahanan diri yang diperlukan, sembari meningkatkan upaya diplomatik untuk mencegah penyebaran dan eskalasi krisis.
Ketegangan di kawasan meningkat setelah aksi militer Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari 2026. Serangan tersebut dilaporkan menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatullah Ali Khamenei serta mengebom sebuah sekolah perempuan di wilayah selatan Iran.
Pemerintah Iran memperkirakan jumlah korban tewas akibat serangan tersebut kini telah mencapai lebih dari 1.300 orang. (Ant/E-4)
PT Pertamina International Shipping (PIS) mengonfirmasi bahwa dua dari empat kapal milik perusahaan telah berhasil meninggalkan kawasan Timur Tengah.
AMERIKA Serikat menggunakan hak vetonya terhadap rancangan resolusi Dewan Keamanan PBB yang diajukan Rusia terkait seruan gencatan senjata di kawasan Timur Tengah.
PEMERINTAH Spanyol secara permanen menarik duta besarnya dari Israel setelah hubungan diplomatik kedua negara memburuk akibat konflik di Iran dan agresi Israel di Jalur Gaza
PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump kembali melontarkan kritik keras terhadap pemerintah Spanyol.
PEMERINTAH Spanyol secara resmi mengumumkan penarikan duta besarnya dari Israel secara permanen pada Selasa (10/3).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved