Headline
Kemantapan jalan nasional sudah mencapai 93,5%
Kumpulan Berita DPR RI
PT Pertamina International Shipping (PIS) mengonfirmasi bahwa dua dari empat kapal milik perusahaan telah berhasil meninggalkan kawasan Timur Tengah. Perusahaan menekankan bahwa keselamatan awak kapal dan keamanan kargo tetap menjadi prioritas utama.
Pjs Corporate Secretary PIS, Vega Pita, saat dihubungi di Jakarta pada Kamis (12/3) menyebutkan, kapal yang telah meninggalkan wilayah tersebut adalah PIS Paragon dan PIS Rinjani.
Ia menambahkan, kedua kapal ini saat ini tengah menjalankan distribusi energi untuk mitra pihak ketiga (non-Pertamina).
"Per 10 Maret 2026, kedua kapal tersebut telah keluar dari area Timur Tengah, tepatnya dari Teluk Oman, tanpa melewati jalur Selat Hormuz," ujar Vega.
Vega menegaskan bahwa keselamatan selalu menjadi prioritas dalam setiap operasi pelayaran perusahaan, khususnya bagi para kru yang berada di lapangan.
"Prioritas utama kami adalah memastikan seluruh kru dan kargo tetap dalam kondisi aman dan terlindungi," kata Vega.
Meski begitu, hingga 12 Maret 2026, masih terdapat dua kapal tanker PIS yang berada di Teluk Arab, yaitu VLCC Pertamina Pride dan Gamsunoro. Kedua kapal ini belum dapat melewati Selat Hormuz, tetapi dipastikan tetap dalam kondisi aman.
"Hingga statement ini dibuat, masih terdapat dua kapal tanker PT Pertamina International Shipping yang berada di Teluk Arab, yakni, kapal VLCC Pertamina Pride dan Gamsunoro yang diketahui belum dapat melewati Selat Hormuz. Kedua kapal dan kru dalam kondisi aman," jelas Vega.
Ia menambahkan bahwa dari kedua kapal tersebut, hanya VLCC Pertamina Pride yang dioperasikan untuk pemenuhan kebutuhan energi nasional, sementara Gamsunoro melayani distribusi energi untuk pihak ketiga.
"Keduanya dalam pemantauan intensif dan koordinasi berkelanjutan untuk memastikan kapal dapat segera melanjutkan perjalanannya dengan aman," tuturnya.
Vega memastikan bahwa situasi ini tidak mengganggu pasokan energi di dalam negeri. Saat ini, Pertamina Group mengoperasikan ratusan kapal untuk mendukung distribusi energi nasional.
"Pertamina Group saat ini mengoperasikan 345 kapal untuk mendukung kebutuhan energi dalam negeri. Sehingga, kondisi ini dipastikan tidak mengganggu pasokan kebutuhan energi di dalam negeri," kata Vega. (Ant/E-4)
AMERIKA Serikat (AS) memperingatkan warga sipil Iran untuk menjauhi pelabuhan di sekitar Selat Hormuz di tengah rencana serangan baru.
Harga minyak Brent melonjak ke US$100 meski IEA merilis cadangan darurat 400 juta barel. Ketahui penyebab skeptisisme pasar di tengah konflik Timur Tengah.
Air New Zealand terpaksa batalkan 1.100 jadwal penerbangan menyusul lonjakan harga bahan bakar jet akibat konflik Timur Tengah dan penutupan Selat Hormuz.
Amerika Serikat melepas 172 juta barel minyak dari Cadangan Minyak Strategis (SPR), bagian dari aksi kolektif International Energy Agency (IEA).
Ancaman Iran menyerang kapal tanker di Selat Hormuz memicu lonjakan harga minyak dan kekhawatiran pasar energi global di tengah konflik dengan AS.
Dua kapal milik PT Pertamina International Shipping (PIS) telah beranjak dari kawasan sekitar Selat Hormuz di tengah meningkatnya konflik Timur Tengah.
Kemenlu menyatakan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Teheran tengah melakukan langkah diplomasi dengan pemerintah Iran untuk membantu kapal tanker milik Pertamina.
Kemlu RI mengintensifkan dialog dengan otoritas Iran untuk memastikan keselamatan dua kapal tanker Pertamina yang tertahan di Selat Hormuz.
Pemerintah tengah melakukan pendekatan negosiasi untuk membebaskan dua kapal tanker milik Pertamina International Shipping (PIS) yang masih berada di kawasan Selat Hormuz.
Pertamina pantau ketat dua kapal tanker di Selat Hormuz menyusul ketegangan Iran-AS. Pastikan stok BBM aman jelang Ramadhan dan Idul Fitri meski dinamika global memanas
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved