Headline

Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.

2 Kapal Tanker Pertamina Terjebak di Selat Hormuz, Pemerintah Lakukan Negosiasi

Andhika Prasetyo
05/3/2026 10:58
2 Kapal Tanker Pertamina Terjebak di Selat Hormuz, Pemerintah Lakukan Negosiasi
ilustrasi(Antara)

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia menyatakan pemerintah tengah melakukan pendekatan negosiasi untuk membebaskan dua kapal tanker milik Pertamina International Shipping (PIS) yang masih berada di kawasan Selat Hormuz.

“Ada dua kargo yang terjebak di Selat Hormuz punya Pertamina. Sekarang kapal itu lagi sandar untuk cari tempat yang lebih aman, sambil kami melakukan negosiasi,” ujar Bahlil saat ditemui usai acara buka bersama di Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (4/3) malam.

Bahlil mengatakan, meski ada dua kapal yang tertahan, ketahanan energi nasional tidak terganggu karena pemerintah telah menyiapkan berbagai alternatif pasokan energi, termasuk dari Amerika Serikat.

“Geopolitik tidak dalam kondisi yang baik-baik saja, tetapi kesiapan pemerintah dalam mendesain dan mempersiapkan semua alternatif untuk crude, BBM, dan LPG, insyaallah aman,” kata Bahlil.

Posisi Kapal Pertamina di Timur Tengah

Sementara itu, PT Pertamina International Shipping melaporkan terdapat empat kapal yang berada di kawasan Timur Tengah.

  1. Kapal Gamsunoro sedang melakukan proses loading di Khor al Zubair, Irak.
  2. Kapal Pertamina Pride telah menyelesaikan proses loading dan saat ini berlabuh di Ras Tanura.
  3. Kapal PIS Rinjani berlabuh di Khor Fakkan
  4. Kapal PIS Paragon sedang melakukan proses discharge di Oman.

Dua kapal yang masih berada di kawasan Teluk adalah Pertamina Pride yang dikelola oleh NYK Ship Management dan Gamsunoro yang dikelola oleh Synergy Ship Management. Pelaksana tugas Corporate Secretary PIS Vega Pita mengatakan pihaknya terus memantau kondisi kapal secara real time untuk memastikan keamanan kapal dan awak.

“Kedua kapal kami upayakan bisa segera keluar dari area teluk. Saat ini, tim armada kami tengah menjalin komunikasi intens dengan pihak pengelola untuk koordinasi dan memastikan keselamatan para kru dan kapal,” ujarnya.

Media Iran sebelumnya melaporkan bahwa Selat Hormuz secara efektif telah ditutup setelah serangan militer AS dan Israel terhadap Iran. Selat Hormuz merupakan jalur strategis bagi perdagangan energi dunia karena sekitar 20 persen pasokan minyak global atau sekitar 20 juta barel per hari melewati kawasan tersebut. Selain itu, jalur tersebut juga menjadi rute penting bagi ekspor gas alam cair dari negara-negara Teluk seperti Qatar dan Uni Emirat Arab. (Ant/E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya