Headline

Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.

Pemerintah Upayakan Diplomasi Keluarkan 2 Kapal Tanker Pertamina di Selat Hormuz

Ihfa Firdausya
03/3/2026 22:40
Pemerintah Upayakan Diplomasi Keluarkan 2 Kapal Tanker Pertamina di Selat Hormuz
Diplomasi Keluarkan 2 Kapal Tanker Pertamina di Selat Hormuz(AFP)

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyebut upaya diplomasi tengah dilakukan untuk mengeluarkan dua kapal tanker milik PT Pertamina International Shipping (PIS) yang saat ini berada di Selat Hormuz. Hal itu disampaikan Bahlil dalam konferensi pers di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (3/3).

"Menyangkut dua kapal yang dari Selat Hormuz yang sekarang lagi balik, tadi juga dibahas oleh Pertamina. Kita lagi upaya diplomasi agar ada cara yang lebih baik untuk mereka bisa dikeluarkan," kata Bahlil.

"Andaikan pun itu tidak dikeluarkan, kita sudah cari alternatif untuk mencari sumber crude darj yang lain dan kita sudah dapat. Jadi saya pikir itu problem tapi bukan sesuatu masalah yang sangat penting," imbuhnya.

Di kesempatan terpisah, Vice President (VP) Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Muhammad Baron memastikan kondisi dua kapal tersebut dalam keadaan aman. Pihaknya terus memantau situasi dan berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk menjamin keselamatan awak kapal serta keamanan aset.

Baron menyebut total terdapat empat kapal terkait operasional di wilayah tersebut.  Namun hanya dua kapal yang berada di kawasan Selat Hormuz.

“Saat ini kami terus memantau dan memastikan yang pertama adalah keselamatan dari para awak kapal, kemudian juga terkait dengan aset kapal yang berada di sana. Sampai dengan saat ini kondisi masih aman," ungkap Baron di di Graha Pertamina, Jakarta, Selasa (3/3).

"Kami berkoordinasi dan berterima kasih kepada seluruh stakeholder, baik dari Kementerian Luar Negeri maupun pihak-pihak terkait yang bisa membantu atau mengamankan aset kami dan kru para awak yang berada di sana,” imbuhnya.

Pertamina juga memastikan kondisi tersebut tidak mengganggu ketahanan energi nasional. Menurut Baron, pasokan minyak mentah dari kawasan Timur Tengah yang diimpor melalui jalur tersebut mencapai sekitar 19% dari total kebutuhan.

“Kargo minyak mentah yang berasal dari Timur Tengah itu sekitar 19%. Saat ini kami sudah melaksanakan proses distribusi melalui sistem reguler, alternatif, maupun emergency. Jadi untuk ketahanan energi nasional, Pertamina telah menyiapkan sistem tersebut untuk bisa memenuhi kebutuhan nasional,” tegasnya. (Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya