Headline

Indonesia akan alihkan sebagian impor minyak mentah ke AS.

Gapki: Penutupan Selat Hormuz Picu Potensi Kenaikan Biaya Logistik Sawit

Insi Nantika Jelita
04/3/2026 22:14
Gapki: Penutupan Selat Hormuz Picu Potensi Kenaikan Biaya Logistik Sawit
Pekerja memanen kelapa sawit untuk dibawa ke salah satu pabrik pengolahan Kelapa Sawit.(Dok. MI/Ramdani)

KETEGANGAN geopolitik antara Amerika Serikat (AS)-Israel dengan Iran yang memicu penutupan Selat Hormuz berpotensi mendorong kenaikan biaya logistik ekspor sawit Indonesia.

Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Eddy Martono menyebut, meski sebagian besar jalur ekspor sawit nasional tidak melalui Selat Hormuz, namun  potensi gangguan tetap ada, khususnya bagi kapal-kapal yang melintasi kawasan terdampak konflik. Dalam kondisi tersebut, jalur transportasi kemungkinan harus memutar untuk menghindari area perang.

Kondisi tersebut berimplikasi pada bertambahnya jarak tempuh. Akibatnya ongkos pengiriman akan membengkak.

"Yang menjadi masalah adalah transportasi yang melewati kawasan perang ini akan mengganggu, kapal akan memutar rute dan konsekuensinya itu penambahan biaya," ungkap Eddy kepada Media Indonesia, Rabu (4/3).

Terkait pasokan pupuk, Eddy memastikan kebutuhan industri sawit masih dapat dipenuhi. Indonesia, kata dia, masih bisa mengimpor pupuk dari negara-negara yang tidak terdampak konflik sehingga risiko gangguan pasokan dapat diminimalkan.

Menanggapi kemungkinan keterlambatan pengiriman yang berpotensi mengganggu kontrak ekspor, Eddy menilai risiko tersebut relatif kecil. Hal ini karena lokasi konflik berada di wilayah lain, jalur distribusi masih dapat dialihkan.

“Paling memungkinkan jalur transportasi memutar agar barang tetap bisa dikirim,” ujarnya.

Sementara itu, terkait langkah mitigasi, Eddy mengungkapkan hingga saat ini belum ada koordinasi khusus dengan Kementerian Perdagangan maupun Kementerian Perhubungan mengenai dampak konflik Timur Tengah terhadap ekspor sawit.  (H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya