Headline

Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.

Chandra Asri (TPIA) Buka Suara soal Dampak Selat Hormuz Ditutup, Pabrik Cilegon Tetap Mengepul!

 Gana Buana
05/3/2026 11:47
Chandra Asri (TPIA) Buka Suara soal Dampak Selat Hormuz Ditutup, Pabrik Cilegon Tetap Mengepul!
Chandra Asri (TPIA) Buka Suara soal Dampak Selat Hormuz Ditutup.(Dok. Freepik)

PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) bergerak taktis mengamankan kelangsungan operasional di tengah eskalasi konflik Timur Tengah yang kian memanas. Perusahaan telah menyiapkan protokol mitigasi risiko komprehensif guna menghadapi dampak penutupan Selat Hormuz yang mengancam stabilitas rantai pasok petrokimia global.

Direktur Sumber Daya Manusia dan Urusan Korporasi PT Chandra Asri Pacific Tbk, Suryandi, mengungkapkan bahwa langkah ini merupakan bentuk kehati-hatian korporasi dalam merespons dinamika geopolitik yang sangat cair.

"Perusahaan kini fokus pada penguatan sistem manajemen pasokan dan perencanaan operasional yang adaptif," ungkap Suryadi dilansir dari Antara, Kamis (5/3).

Transparansi Melalui Status Force Majeure

Suryandi menjelaskan bahwa deklarasi force majeure yang disampaikan perusahaan adalah prosedur standar dalam bisnis global untuk memberikan transparansi kepada investor dan mitra usaha. Hal ini dipicu oleh gangguan signifikan pada jalur logistik internasional yang berada di luar kendali perusahaan.

Namun, ia menegaskan bahwa status tersebut bukan berarti penghentian produksi.

"Saat ini seluruh fasilitas produksi Chandra Asri tetap beroperasi. Tidak terdapat penghentian operasional, baik di kawasan industri Cilegon maupun fasilitas kami di Singapura," ujar Suryandi.

Hingga 5 Maret 2026, Selat Hormuz dilaporkan lumpuh total. Sebanyak 300 kapal tanker terjebak di Teluk Oman, memicu kekhawatiran krisis energi dan bahan baku industri di seluruh dunia.

Langkah Strategis Menjaga Ketahanan Bisnis

Untuk menjaga kesinambungan bisnis, Chandra Asri menjalankan sejumlah langkah antisipatif, antara lain, pemantauan intensif terhadap perkembangan situasi geopolitik global secara real-time, penyesuaian tingkat operasional pabrik secara fleksibel sesuai dengan ketersediaan pasokan bahan baku, koordinasi berkelanjutan dengan pelanggan dan mitra logistik untuk memitigasi keterlambatan distribusi produk, dan sinkronisasi dengan pemangku kepentingan untuk pemenuhan kewajiban kontraktual.

Suryandi menambahkan bahwa keberlanjutan industri strategis nasional memerlukan dukungan ekosistem yang kondusif.

"Kolaborasi seluruh stakeholder dan dukungan kebijakan pemerintah menjadi faktor krusial untuk memastikan stabilitas rantai pasok domestik di masa sulit ini," imbuhnya.

Operasi True Promise 4

Kondisi di Timur Tengah memburuk setelah Iran melancarkan gelombang serangan kesembilan, yang dikenal sebagai Operasi True Promise 4, terhadap target-target Israel dan fasilitas militer Amerika Serikat. Serangan ini merupakan balasan atas aksi militer sebelumnya yang menyasar wilayah Teheran.

Di tengah ketegangan ini, Pemerintah Indonesia melalui Menteri Luar Negeri Sugiono menyatakan bahwa Presiden Prabowo Subianto siap mengambil peran sebagai mediator.

angkah diplomasi ini diharapkan dapat membuka ruang dialog antara pihak-pihak yang bertikai guna meredakan tensi global yang berdampak langsung pada ekonomi nasional. (Ant/Z-10)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya