Headline

Indonesia akan alihkan sebagian impor minyak mentah ke AS.

Cadangan BBM Nasional Aman, Presiden Prabowo Perintahkan Bangun Storage Baru

Media Indonesia
04/3/2026 20:05
Cadangan BBM Nasional Aman, Presiden Prabowo Perintahkan Bangun Storage Baru
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.(Dok. Antara)

MENTERI Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengonfirmasi bahwa kondisi cadangan BBM nasional saat ini berada dalam status aman dan telah melampaui ambang batas minimal. Kendati demikian, guna memperkuat ketahanan energi jangka panjang, Presiden Prabowo Subianto secara khusus menginstruksikan pembangunan fasilitas penyimpanan atau storage baru.

Kepastian ini disampaikan Bahlil usai mengikuti rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Rabu (4/3/2026). Menurutnya, langkah ini diambil untuk memastikan stabilitas pasokan di tengah dinamika global, yakni konflik Timur Tengah.

Bahlil menjelaskan bahwa selama ini kapasitas daya tampung cadangan BBM Indonesia memang memiliki keterbatasan infrastruktur, dengan batas maksimal sekitar 25 hari. Namun, pengelolaan saat ini berhasil menjaga stok di level optimal.

“Saya sampaikan bahwa kemampuan daya tampung BBM kita sudah sejak lama hanya maksimal di 25 hari. Sehingga cadangan nasional kita itu minimal 20 sampai 23 hari. Sekarang BBM kita itu sudah 23 hari. Jadi sudah di atas standar minimal cadangan nasional sebagaimana lazimnya,” ujar Bahlil kepada awak media.

Instruksi Presiden Prabowo 

Keterbatasan infrastruktur penyimpanan menjadi poin krusial yang disoroti pemerintah. Bahlil menekankan bahwa tanpa adanya storage tambahan, Indonesia sulit untuk meningkatkan ketahanan energi hingga mencapai target tiga bulan.

“Jadi kita tidak bisa katakanlah stok 60 hari kalau tidak punya storage-nya. Makanya sekarang arahan Bapak Presiden segera kita membangun storage. Jadi bukan kita tidak punya cadangan untuk mengisi minyak, tapi sekarang mau taruh di mana?” jelasnya lagi.

Terkait lokasi pembangunan, pemerintah sudah mengantongi beberapa opsi strategis. Bahlil menyebutkan bahwa salah satu wilayah yang paling potensial untuk proyek ini adalah Pulau Sumatra. Pembangunan fasilitas penyimpanan ini ditargetkan mampu meningkatkan ketahanan energi nasional hingga 90 hari (3 bulan) secara bertahap.

Mengenai potensi gangguan pasokan akibat konflik global, Bahlil memastikan bahwa hingga saat ini jalur distribusi energi Indonesia masih terkendali. Pemerintah telah menyiapkan langkah mitigasi melalui diversifikasi sumber impor.

Untuk komoditas bensin, Indonesia kini lebih banyak mengandalkan pasokan dari kawasan Asia Tenggara dibandingkan Timur Tengah, sehingga risiko gangguan jalur pelayaran di wilayah konflik dapat diminimalisir.

“Sampai dengan 1-2 bulan ke depan insyaallah kita masih clear. Kalau menyangkut BBM yang kita impor kan tinggal bensin, dan itu kita belinya di Asia Tenggara, tidak di Middle East. Jadi relatif aman,” pungkas Bahlil.

Langkah penguatan cadangan energi ini juga menjadi jaminan pemerintah bagi masyarakat dalam menyambut bulan suci Ramadan dan Hari Raya Idulfitri 1447 H, di mana konsumsi energi nasional biasanya mengalami peningkatan signifikan. (H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya