Headline
Gara-gara Yaqut, Noel ikut ajukan jadi tahanan rumah.
Gara-gara Yaqut, Noel ikut ajukan jadi tahanan rumah.
Kumpulan Berita DPR RI
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan pemerintah berencana meningkatkan kapasitas penyimpanan bahan bakar minyak (BBM) nasional dari sekitar 25-26 hari menjadi 90 hari atau setara tiga bulan. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat ketahanan energi nasional di tengah dinamika geopolitik global yang mempengaruhi stabilitas pasokan energi.
“Faktanya, ketahanan energi kita, storage kita itu maksimal di angka 25-26 hari, enggak lebih dari itu,” ujar Bahlil dalam konferensi pers perkembangan situasi Timur Tengah dan implikasinya terhadap sektor ESDM di Jakarta, Selasa.
Bahlil menyinggung perbandingan dengan Jepang yang memiliki cadangan energi jauh lebih besar. Stok BBM Jepang dapat bertahan hingga sekitar 254 hari, sedangkan Indonesia masih di bawah 30 hari. Menurutnya, keterbatasan tersebut bukan semata karena pasokan, tetapi juga minimnya fasilitas penyimpanan energi.
“Sekarang, kalau kita impor sebanyak itu (Jepang), kita mau taruh (BBM) di mana? Itu permasalahan kita,” kata Bahlil.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, pemerintah berencana membangun fasilitas penyimpanan energi baru yang mampu menampung stok BBM hingga 90 hari, sejalan dengan standar internasional. Saat ini pemerintah tengah melakukan studi kelayakan (feasibility study) terkait pembangunan fasilitas tersebut.
Bahlil menargetkan proyek pembangunan storage mulai dilaksanakan pada 2026, dengan lokasi yang direncanakan berada di wilayah Sumatra.
Meski demikian, pemerintah memastikan bahwa stok energi nasional saat ini masih berada di atas batas minimum ketahanan nasional. Bahlil menjelaskan bahwa cadangan minyak mentah (crude), BBM, serta LPG rata-rata berada di atas standar minimum nasional yang ditetapkan selama 23 hari.
“Jadi, menyangkut dengan persiapan hari raya Idulfitri, bulan puasa, alhamdulillah saya menyampaikan bahwa stok BBM, crude, LPG, itu semua rata-rata di atas standar minimum nasional,” ujarnya.
Isu ketahanan energi Indonesia menjadi perhatian publik di tengah meningkatnya konflik di Timur Tengah. Ketegangan memuncak setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan ke Iran pada 28 Februari 2026, termasuk ke ibu kota Teheran. Iran kemudian membalas dengan serangan rudal ke wilayah Israel serta pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump juga mengklaim bahwa Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei tewas dalam serangan gabungan tersebut, yang kemudian dikonfirmasi oleh televisi pemerintah Iran. Media Iran bahkan melaporkan bahwa Selat Hormuz secara efektif tertutup akibat konflik, meski belum ada pengumuman resmi mengenai blokade.
Selat Hormuz merupakan jalur vital perdagangan energi dunia yang dilalui sekitar 20 persen konsumsi minyak global atau sekitar 20 juta barel minyak setiap hari, serta menjadi jalur penting ekspor gas alam cair dari kawasan Teluk seperti Qatar dan Uni Emirat Arab. (Ant/E-3)
Sementara itu, cadangan Jenis BBM Umum (JBU) RON 92 tercatat sekitar 28 hari dan RON 98 sekitar 31 hari.
Pasokan BBM di kawasan tersebut disuplai dari Fuel Terminal Maos, Kabupaten Cilacap. Selama periode Satgas Rafi, Pertamina menambah stok BBM sekitar 4 hingga 5 persen.
Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah membuka Posko Nasional sektor ESDM sebagai pusat pemantauan dan koordinasi layanan energi selama arus mudik.
Anggota Komisi XII DPR RI Ratna Juwita Sari mendorong pemerintah untuk memperkuat cadangan bahan bakar minyak (BBM) nasional.
Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan memastikan bahwa kondisi stok energi nasional, khususnya bahan bakar minyak (BBM) dan LPG, tetap berada pada tingkat yang mencukupi.
Anggota Komisi VI DPR RI Nevi Zuairina mengingatkan pentingnya menjaga stabilitas distribusi dan kepercayaan publik terkait ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) nasional.
KRISIS energi di Sri Lanka kian genting setelah pemerintah setempat kembali menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) untuk kedua kalinya dalam dua pekan terakhir akibat konflik timur tengah
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa tegaskan harga BBM tak akan naik hingga akhir 2026 meski minyak dunia tembus US$100. Simak jaminan kekuatan APBN di sini.
Sebagaimana diketahui, ketergantungan Indonesia terhadap impor energi diketahui masih cukup tinggi.
Beniyanto menilai kebijakan tersebut merupakan langkah yang baik dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional.
MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan belum ada rencana menaikkan harga BBM bersubdisi meskipun harga minyak dunia saat ini melambung
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa merespons kenaikan harga minyak mentah dunia yang telah menembus level di atas US$100 per barel.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved