Headline

Indonesia akan alihkan sebagian impor minyak mentah ke AS.

Prabowo masih Kukuh Mau Jadi Mediator Iran-Amerika Serikat

Andhika Prasetyo
04/3/2026 06:10
Prabowo masih Kukuh Mau Jadi Mediator Iran-Amerika Serikat
Presiden Prabowo Subianto(BPMI Setpres)

Menteri Luar Negeri Sugiono menyatakan Presiden Prabowo Subianto siap mengambil peran sebagai mediator apabila Iran dan Amerika Serikat berkeinginan membuka ruang mediasi. Pernyataan tersebut disampaikan Sugiono di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (3/3), merespons perkembangan sikap Iran yang disebut-sebut tidak melanjutkan negosiasi dengan Amerika Serikat.

"Jika kedua belah pihak berkeinginan (mediasi), ya kita, Pak Presiden bersedia untuk menjadi mediator. Tetapi kalau misalnya ada pandangan seperti itu (kemungkinan tidak ada negosiasi lanjutan), ya kita kembalikan kepada mereka," ujar Sugiono.

Sugiono menegaskan bahwa kesiapan Indonesia untuk menjadi penengah sepenuhnya bergantung pada kehendak kedua negara yang terlibat. Menurutnya, Presiden Prabowo telah menyampaikan komitmen Indonesia untuk berperan sebagai jembatan apabila diminta.

"Yang pasti, Indonesia ingin ada dalam posisi bahwa bagaimana kita bisa menjadi jembatan dari perbedaan, menawarkan kesiapan kita, menawarkan diri kita," katanya.

Namun demikian, keputusan untuk melanjutkan atau membuka kembali jalur negosiasi tetap berada di tangan Iran dan Amerika Serikat.

Respons Iran

Sebelumnya, Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi menyampaikan apresiasi atas niat baik Pemerintah Indonesia untuk memediasi kedua negara. Meski demikian, ia menegaskan hingga kini belum ada langkah konkret terkait upaya mediasi tersebut.

“Sampai saat ini belum ada langkah berkaitan dengan hal itu dan kami masih belum mengetahui apakah langkah seperti ini dapat berdampak atau berpengaruh atau tidak,” ujar Boroujerdi dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (2/3).

Ia menambahkan bahwa komunikasi dan interaksi antarnegara tetap memungkinkan dilakukan, namun belum dapat memastikan apakah mediasi akan menghasilkan kesepakatan.

“Apabila Iran dan Indonesia ingin melakukan interaksi dan komunikasi lebih lanjut untuk mengetahui 'update' dan situasi terkini di Iran, maka hal tersebut mungkin dapat dilakukan. Tetapi apakah mediasi dapat mencapai hasil atau tidak, saya tidak bisa berkomentar,” katanya.

Sikap Resmi Indonesia

Sebelumnya, pada 28 Februari, Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia menyatakan kesiapan Indonesia untuk memfasilitasi dialog demi meredakan ketegangan dan menciptakan kembali situasi yang kondusif. Dalam pernyataan resmi tersebut disebutkan bahwa apabila kedua belah pihak menyetujui, Presiden Indonesia bersedia bertolak ke Teheran untuk menjalankan misi mediasi.

Langkah ini menegaskan posisi Indonesia yang konsisten mendorong penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi dan dialog damai di tengah meningkatnya eskalasi geopolitik global.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya