Headline

Indonesia akan alihkan sebagian impor minyak mentah ke AS.

Kilas Balik Kunjungan Megawati ke Teheran 2004: Diplomasi D-8 dan Kedekatan Ideologis

Media Indonesia
04/3/2026 07:10
Kilas Balik Kunjungan Megawati ke Teheran 2004: Diplomasi D-8 dan Kedekatan Ideologis
Presiden RI ke-5 Megawati Soekarnoputri saat hadir dalam peluncuran buku "Sangsaka Melilit Perut Megawati" di Hotel Sahid, Jakarta, Minggu (3/11/2024).(MI/Susanto)

PADA Februari 2004, sejarah mencatat langkah diplomasi penting Presiden ke-5 Republik Indonesia, Megawati Soekarnoputri, saat menginjakkan kaki di Teheran, Iran. Kunjungan ini menjadi salah satu tonggak penguatan hubungan bilateral kedua negara yang berakar pada semangat solidaritas negara-negara berkembang.

Misi Utama: KTT D-8 dan Kerja Sama Ekonomi

Kunjungan resmi Megawati ke Teheran utamanya adalah untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-4 Developing-8 (D-8). Forum ini merupakan wadah kerja sama ekonomi bagi delapan negara berkembang dengan mayoritas penduduk Muslim. Dalam pidatonya, Megawati mendorong negara-negara anggota untuk memperkuat konektivitas perdagangan guna mengurangi ketergantungan pada sistem keuangan global yang seringkali tidak berpihak pada negara berkembang.

Pertemuan Bersejarah dengan Ayatullah Ali Khamenei

Salah satu poin krusial dalam lawatan ini adalah pertemuan Megawati dengan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatullah Ali Khamenei. Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan penuh penghormatan. Khamenei secara terbuka mengagumi sosok Bung Karno, ayah Megawati, yang dianggap sebagai arsitek Gerakan Non-Blok dan inspirator bagi bangsa-bangsa yang memperjuangkan kedaulatannya.

Megawati mengenang pertemuan tersebut sebagai momen "karisma kepemimpinan" Khamenei terpancar sangat kuat. Dalam dialog tersebut, kedua tokoh membahas pentingnya keadilan sosial global dan penolakan terhadap segala bentuk imperialisme modern.

Apa Dampak Kunjungan Megawati bagi Hubungan RI-Iran?

  • Penguatan Sektor Energi: Membuka jalan bagi pembicaraan investasi kilang minyak dan pasokan energi jangka panjang.
  • Diplomasi Multilateral: Menegaskan peran Indonesia sebagai pemimpin alami di kalangan negara-negara D-8.
  • Solidaritas Islam: Mengajak Iran berpartisipasi aktif dalam forum-forum ulama internasional yang digagas Indonesia untuk mempromosikan Islam Wasathiyah (moderat).

Tabel: Ringkasan Agenda Megawati di Teheran 2004                                                                      

Agenda Detail Kegiatan
Multilateral Menghadiri KTT D-8 ke-4, fokus pada kemandirian ekonomi.
Bilateral Pertemuan dengan Presiden Mohammad Khatami membahas perdagangan.
Ideologis Audiensi dengan Ayatullah Ali Khamenei di kediamannya.
Promosi Budaya Mengundang Iran dalam peringatan 50 Tahun KAA di Bandung (2005).

Kesimpulan

Kunjungan Megawati Soekarnoputri ke Teheran pada tahun 2004 membuktikan bahwa diplomasi Indonesia mampu berdiri tegak di antara berbagai kepentingan global. Dengan membawa warisan pemikiran Soekarno, Megawati berhasil merajut kembali kedekatan emosional dengan Iran yang tetap relevan hingga dekade-dekade berikutnya. (E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya