Headline
Kemantapan jalan nasional sudah mencapai 93,5%
Kumpulan Berita DPR RI
MASKAPAI nasional Air New Zealand mengumumkan pembatalan sekitar 1.100 jadwal penerbangan untuk dua bulan ke depan. Keputusan drastis ini diambil sebagai respons langsung terhadap gejolak di Timur Tengah yang memicu lonjakan tajam harga bahan bakar pesawat (jet fuel).
CEO Air New Zealand, Nikhil Ravishankar, menyatakan kebijakan ini mencakup sekitar 5% dari total jadwal penerbangan maskapai dan diperkirakan berdampak pada 44.000 penumpang. Meskipun mayoritas pembatalan terjadi pada rute domestik di Selandia Baru, beberapa rute internasional juga akan terdampak.
Pemicu utama penyesuaian jadwal ini adalah volatilitas harga minyak dunia. Konflik di Timur Tengah, yang diperparah dengan penutupan Selat Hormuz pasca-serangan Iran, telah mendorong harga minyak melonjak hingga di atas US$100 per barel pekan ini.
Ravishankar mengungkapkan bahwa harga bahan bakar jet yang biasanya berada di kisaran US$85 per barel, kini telah melambung hingga dua kali lipat.
"Dengan volatilitas harga bahan bakar jet yang belum pernah terjadi sebelumnya akibat konflik di Timur Tengah, maskapai penerbangan di seluruh dunia menyesuaikan tarif dan jadwal mereka untuk membantu mengelola dampak dari peningkatan biaya yang signifikan ini," ujar Ravishankar.
Langkah pembatalan ini menyusul kebijakan maskapai yang telah menaikkan harga tiket pada seluruh rute sejak Selasa lalu. Menurut manajemen, pengurangan frekuensi terbang merupakan upaya untuk menjaga efisiensi bahan bakar dan memastikan layanan tetap terjangkau bagi masyarakat di tengah krisis.
Meski demikian, rute antara Selandia Baru dan Amerika Serikat dipastikan tidak akan terpengaruh. Hal ini disebabkan oleh tingginya permintaan penumpang yang mencari rute alternatif menuju Eropa guna menghindari zona konflik.
Situasi pasar energi global saat ini memang sedang dihantui ketidakpastian tinggi. Penutupan jalur distribusi utama di Selat Hormuz menjadi faktor krusial yang memaksa industri penerbangan global melakukan efisiensi besar-besaran demi menjaga keberlangsungan operasional mereka. (AFP/Z-2)
Perang Iran berdampak pembatalan 64 Penerbangan di Bandara Ngurah Rai, Bali. 8 ribu lebih penumpang tak dapat melakukan perjalanan karena ruang udara di Timur Tengah ditutup sementara.
DAMPAK perang Iran terus meluas hingga memengaruhi konektivitas udara internasional.
WAKIL Ketua Komisi VII DPR RI, Evita Nursanty, meminta pemerintah untuk memperketat pengawasan terhadap aspek keselamatan, kepastian layanan, hingga perlindungan penumpang.
Lebih dari 3.400 penerbangan dibatalkan dan 300.000 penumpang terdampar akibat perang Iran dan penutupan ruang udara di Timur Tengah. Simak situasi terkini di Bandara Dubai, Doha, dan Abu Dhabi
ESKALASI konflik di Timur Tengah mulai berdampak signifikan terhadap konektivitas udara internasional di Bali.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved