Headline
Kemantapan jalan nasional sudah mencapai 93,5%
Kumpulan Berita DPR RI
Pemerintah Amerika Serikat mengambil langkah berani dengan melepas 172 juta barel minyak dari Cadangan Minyak Strategis (SPR). Langkah ini merupakan bagian dari aksi kolektif International Energy Agency (IEA) yang secara total akan menggelontorkan 400 juta barel minyak ke pasar global guna meredam lonjakan harga akibat konflik di Timur Tengah.
Kontribusi AS ini mencakup hampir setengah dari total komitmen negara-negara anggota IEA. Departemen Energi AS mengonfirmasi bahwa proses distribusi akan dimulai minggu depan dan diperkirakan memakan waktu sekitar 120 hari untuk tuntas.
Keputusan ini menandai intervensi pasar terbesar sejak IEA didirikan pasca-krisis minyak 1973. Direktur Eksekutif IEA, Fatih Birol, menyatakan langkah ini adalah respons darurat yang belum pernah terjadi sebelumnya.
"Negara-negara IEA telah bulat memutuskan untuk meluncurkan pelepasan stok minyak darurat terbesar dalam sejarah badan kami," ujar Birol. Meski demikian, ia menekankan bahwa solusi permanen bukan sekadar melepas cadangan. "Hal terpenting bagi kembalinya aliran minyak dan gas yang stabil adalah dimulainya kembali transit melalui Selat Hormuz."
Selat Hormuz, yang mengangkut 20% pasokan minyak dunia, saat ini lumpuh total. Volatilitas pasar meningkat tajam setelah eskalasi konflik antara Amerika Serikat-Israel dengan Iran yang berujung pada penutupan jalur vital tersebut.
Meski melepas jumlah yang masif, Departemen Energi AS berencana mengisi kembali cadangan tersebut dengan 200 juta barel minyak dalam satu tahun ke depan. Menariknya, pihak otoritas mengklaim proses pengisian ini akan dilakukan "tanpa biaya bagi pembayar pajak," walaupun rincian mekanismenya belum diungkap ke publik.
Hingga 6 Maret lalu, SPR Amerika Serikat tercatat masih menyimpan sekitar 415 juta barel dari total kapasitas 700 juta barel.
Di luar Amerika, negara-negara ekonomi maju lainnya seperti Jepang dan Jerman juga mulai bergerak. Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, mengonfirmasi akan melepas cadangan mulai Senin depan. Sementara itu, Jerman berencana melepas 2,4 juta ton minyak demi menjaga stabilitas domestik.
Namun, beberapa analis tetap bersikap hati-hati. Ipek Ozkardeskaya dari Swissquote Bank menyebut 400 juta barel hanyalah "solusi sementara" mengingat konsumsi harian negara IEA mencapai 45 juta barel. "Timur Tengah saat ini memproduksi minyak 6% lebih sedikit akibat perang," tambahnya.
Krisis ini telah memicu kepanikan di berbagai negara. Bangladesh mulai mengerahkan militer untuk menjaga depot minyak, sementara India dan Yunani memberlakukan kontrol ketat terhadap harga energi untuk melindungi konsumen dari inflasi yang tak terkendali. (BBC/AFP/Z-2)
Kinerja ini didukung oleh kegiatan pengeboran 8 sumur eksplorasi dan 112 sumur pengembangan, yang dicapai melalui prinsip OTOBOSOR.
ANGGOTA Komisi VII DPR RI Mulyanto berpandangan Indonesia akan terus ketergantungan terhadap impor minyak seiring penurunan target produksi siap jual (lifting) minyak.
Kegiatan pemboran sumur merupakan pemboran sumur pertama dalam kegiatan pemboran Banyu Urip Infill Clastic di Blok Cepu, Bojonegoro, Jawa Timur.
Ditjen Migas Kementerian ESDM menetapkan pemenang lelang penawaran wilayah kerja Migas Tahap III Tahun 2023 untuk WK Bobara yang ditawarkan melalui mekanisme lelang reguler.
HARGA minyak pada pembukaan Rabu (27/12) naik di level US$75 per barel, menyusul pembelian Strategic Petroleum Reserve (SPR) dan ekspektasi pemotongan suku bunga The Fed.
Air New Zealand terpaksa batalkan 1.100 jadwal penerbangan menyusul lonjakan harga bahan bakar jet akibat konflik Timur Tengah dan penutupan Selat Hormuz.
Ancaman Iran menyerang kapal tanker di Selat Hormuz memicu lonjakan harga minyak dan kekhawatiran pasar energi global di tengah konflik dengan AS.
Eskalasi konflik di Timur Tengah kian mencekam. Tiga kapal kargo diserang di Selat Hormuz saat Iran mengancam akan memblokir total pasokan minyak ke AS dan Israel.
Pertemuan itu berlangsung sehari setelah Badan Energi Internasional (IEA) dilaporkan mengusulkan pelepasan cadangan minyak terbesar dalam sejarah.
PAKAR energi dari Universitas Padjajaran (Unpad), Yayan Satyakti, menilai harga minyak dunia masih berpotensi melonjak hingga mencapai US$130 per barel.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved