Headline

Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.

Pertamina Pantau 2 Kapal Tanker di Selat Hormuz, Pastikan Stok BBM Aman

Media Indonesia
03/3/2026 21:14
Pertamina Pantau 2 Kapal Tanker di Selat Hormuz, Pastikan Stok BBM Aman
Kapal tanker PT Pertamina International Shipping (PIS).(ANTARA/HO-PT Pertamina International Shipping)

PT Pertamina (Persero) terus memantau posisi dua kapal tanker milik PT Pertamina International Shipping (PIS) yang saat ini berada di Selat Hormuz. Langkah ini diambil guna memastikan keselamatan aset dan awak kapal di tengah memanasnya dinamika keamanan di jalur pelayaran strategis tersebut.

Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menjelaskan bahwa awalnya terdapat empat kapal yang terpantau, namun kini hanya dua yang masih berada di area sensitif tersebut.

“Untuk di Selat Hormuz, memang benar ada dua kapal Pertamina yang masih berada di sana. Sebenarnya ada empat, tapi yang dua berada di luar Selat Hormuz,” kata Baron dikutip dari Antara,, Selasa (3/3).

Baron menegaskan bahwa hingga saat ini, seluruh personel dan aset dalam kondisi aman. Pertamina juga menjalin komunikasi intensif dengan pemangku kepentingan, termasuk Kementerian Luar Negeri, untuk langkah pengamanan.

“Sampai dengan saat ini kondisi masih aman,” ujarnya.

Sebagai informasi, kargo minyak mentah dari Timur Tengah menyumbang sekitar 19% dari total impor minyak mentah Indonesia. Mengingat krusialnya jalur ini, Pertamina telah menyiapkan berbagai skema distribusi, mulai dari sistem reguler, alternatif, hingga skema darurat demi menjaga ketahanan energi nasional.

Terkait strategi pengadaan, Pertamina terus mengkaji kemungkinan penyesuaian sumber pasokan dengan tetap mengedepankan prinsip tata kelola yang baik.

"Saat ini untuk penyediaan energi kami melakukan beberapa strategi yang tentunya sedang berproses, baik melalui pola yang ada, dilakukan, dan juga kami melihat bahwa tata kelola tetap harus kita kedepankan,” tuturnya.

Mengenai potensi perubahan harga BBM nonsubsidi akibat gejolak harga minyak global, Pertamina memilih untuk tetap waspada dan memantau situasi sebelum mengambil keputusan.

“Untuk tarif BBM ke depan, ini masih kami berproses melihat perkembangan lebih lanjut,” ungkapnya.

Jaminan Stok Ramadhan dan Idul Fitri

Menjelang momen Ramadhan dan Idul Fitri, masyarakat diimbau untuk tidak panik. Baron menjamin stok energi dalam negeri telah disiapkan jauh-jauh hari dan berada dalam level yang mencukupi.

"Kami sampaikan bahwa Pertamina siap menyalurkan energi ke seluruh masyarakat," tegasnya.

Selat Hormuz sendiri merupakan jalur vital yang menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Arab. Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat (AS) di wilayah tersebut menjadi perhatian serius bagi ketahanan energi Indonesia, mengingat sebagian kebutuhan minyak mentah domestik masih bergantung pada pasokan dari Timur Tengah. (Ant/P-4)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akmal
Berita Lainnya