Headline

Kemantapan jalan nasional sudah mencapai 93,5%

AS Peringatkan Warga Iran Jauhi Pelabuhan di Selat Hormuz

Ferdian Ananda Majni
12/3/2026 11:29
AS Peringatkan Warga Iran Jauhi Pelabuhan di Selat Hormuz
Ilustrasi(Dok Google Maps)

AMERIKA Serikat (AS) memperingatkan warga sipil Iran untuk menjauhi pelabuhan di sekitar Selat Hormuz di tengah rencana serangan baru. Sementara Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) dilaporkan menyerang dua kapal yang melintas di jalur pelayaran strategis tersebut

Dalam pernyataan resmi, United States Central Command (CENTCOM) meminta pekerja pelabuhan dan awak kapal komersial untuk berhati-hati terhadap aktivitas militer Iran.

"Para pekerja pelabuhan Iran, personel administrasi, dan awak kapal komersial harus menghindari kapal angkatan laut Iran dan peralatan militer," kata CENTCOM dalam pernyataannya.

Selat Hormuz dilaporkan ditutup oleh IRGC setelah pecahnya konflik antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel. Angkatan laut Iran saat ini bersiaga di kawasan tersebut untuk mencegah kapal-kapal melintas.

Situasi di jalur pelayaran strategis itu semakin memanas setelah Garda Revolusi Iran melancarkan serangan terhadap dua kapal yang mencoba melintas di selat tersebut. Salah satu kapal yang diserang adalah kapal pengangkut barang curah yang berasal dari Thailand.

Dalam pernyataannya, IRGC menyebut dua kapal yang diserang adalah kapal Express Rome milik Israel yang berbendera Liberia serta kapal kontainer Mayuree Naree.

"Kapal Express Rome milik Israel, yang mengibarkan bendera Liberia, dan kapal kontainer Mayuree Naree, terkena proyektil Iran dan berhenti setelah mengabaikan peringatan dari pasukan angkatan laut IRGC," demikian pernyataan Garda Revolusi.

Komandan angkatan laut IRGC, Alireza Tangsiri, juga menegaskan bahwa setiap kapal yang ingin melewati Selat Hormuz harus memperoleh izin dari Iran.

"Setiap kapal yang bermaksud untuk lewat harus mendapatkan izin dari Iran," kata Tangsiri dalam unggahannya di platform X.

Sementara itu, pemerintah Thailand turut memberikan penjelasan terkait serangan terhadap kapal yang membawa awak dari negaranya. Kementerian Transportasi Thailand menyatakan bahwa 20 awak kapal berhasil diselamatkan, namun tiga lainnya masih dinyatakan hilang.

Menurut kementerian tersebut, para awak kapal sempat meninggalkan kapal menggunakan sekoci sebelum akhirnya diselamatkan oleh angkatan laut Oman.

Serangan dari Garda Revolusi Iran menyebabkan ledakan di bagian buritan kapal yang kemudian memicu kebakaran di kompartemen mesin. 

Area tersebut merupakan tempat tiga awak kapal yang hingga kini masih dinyatakan hilang sedang bekerja saat insiden terjadi. (Al Jazeera/E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya