Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
SEKRETARIS Jenderal Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Ali Larijani, menegaskan bahwa Teheran tidak akan bernegosiasi dengan Amerika Serikat. Pernyataan itu disampaikan melalui akun resmi Larijani di platform media sosial X, menanggapi laporan yang menyebutkan adanya upaya Iran untuk memulai kembali negosiasi dengan Washington melalui Kesultanan Oman.
Larijani menuduh mantan Presiden AS Donald Trump menjerumuskan kawasan ke dalam kekacauan dan mengorbankan tentara Amerika demi kepentingan Israel. “Dengan ilusi-ilusinya sendiri, dia mengubah slogan ‘Amerika Pertama’ menjadi ‘Israel Pertama’ dan membuat tentara Amerika membayar harga dengan kebohongan baru,” ujar Larijani.
Dewan Menteri Luar Negeri Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) mengutuk serangan Iran terhadap negara-negara Teluk dan Yordania, menyerukan Dewan Keamanan PBB untuk mengambil tindakan segera. Pernyataan GCC menekankan bahwa serangan rudal dan drone Iran telah menyebabkan kerusakan luas pada fasilitas sipil, infrastruktur, dan daerah pemukiman, serta mengancam keselamatan warga.
“Serangan terhadap negara anggota mana pun akan dianggap sebagai serangan terhadap semua anggota GCC,” bunyi pernyataan itu. GCC menekankan bahwa stabilitas kawasan penting bagi ekonomi regional dan global, serta menyerukan penghentian segera serangan dan perlindungan jalur maritim dan udara.
Sebuah pernyataan bersama Amerika Serikat, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain, Qatar, Kuwait, dan Yordania mengecam “serangan tanpa pandang bulu dan tidak bertanggung jawab” Iran terhadap wilayah kedaulatan. Pernyataan itu menegaskan pentingnya kerja sama pertahanan udara dan rudal untuk melindungi warga sipil serta menekankan hak negara-negara tersebut untuk membela diri.
Serangan Balasan Iran dan Serangan AS-Israel
Serangan militer AS-Israel terhadap Iran terjadi pada 28 Februari 2026, bertepatan dengan proses negosiasi antara Teheran dan Washington. Serangan tersebut menewaskan Ayatollah Ali Khamenei dan sejumlah pejabat tinggi Iran. Sebagai tanggapan, Iran menargetkan lokasi-lokasi strategis di Israel, Qatar, Uni Emirat Arab, dan Bahrain, tempat pangkalan AS berada. Sementara Bulan Sabit Merah Iran melaporkan bahwa setidaknya 201 orang tewas dan 747 lainnya luka-luka akibat serangan tersebut. (Anadolu/P-3)
Pangkalan militer Diego Garcia, milik Inggris dan AS, terletak di Kepulauan Chagos, Samudra Hindia, sekitar 2.000 km selatan Sumatra.
Presiden AS Donald Trump mengkritik Perdana Menteri Inggris Keir Starmer karena lambat menyetujui penggunaan pangkalan Diego Garcia untuk operasi militer ke Iran.
Korps Garda Revolusi Iran menargetkan kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan markas Angkatan Udara Israel dengan rudal Khyber.
Serangan udara Israel-AS di Teheran dan sejumlah wilayah Iran menewaskan 555 orang, termasuk siswa dan tentara. Iran membalas dengan rudal Khayber Shiken ke Tel Aviv, Haifa.
KETEGANGAN geopolitik di Timur Tengah, khususnya yang melibatkan Iran, berpotensi memicu dampak ekonomi global.
Tentara Israel mengumumkan pembunuhan Hussein Makled, kepala intelijen Hizbullah, di Beirut. Militer AS melaporkan anggota keempat tewas akibat luka-luka dalam operasi melawan Iran
Presiden AS Donald Trump mengkritik Perdana Menteri Inggris Keir Starmer karena lambat menyetujui penggunaan pangkalan Diego Garcia untuk operasi militer ke Iran.
Tiongkok mengecam keras serangan Amerika Serikat dan Israel yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.
Laporan media menyebut Amerika Serikat dan Israel menyepakati waktu serangan ke Iran sepekan sebelum perundingan nuklir di Jenewa.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved