Headline

SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

Pantang Mundur, Iran Tegaskan tak Akan Bernegosiasi dengan AS, GCC dan Sekutu Arab Kutuk Serangan

Cahya Mulyana
02/3/2026 19:03
Pantang Mundur, Iran Tegaskan tak Akan Bernegosiasi dengan AS, GCC dan Sekutu Arab Kutuk Serangan
Iran.(Freepik.)

SEKRETARIS Jenderal Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Ali Larijani, menegaskan bahwa Teheran tidak akan bernegosiasi dengan Amerika Serikat. Pernyataan itu disampaikan melalui akun resmi Larijani di platform media sosial X, menanggapi laporan yang menyebutkan adanya upaya Iran untuk memulai kembali negosiasi dengan Washington melalui Kesultanan Oman.

Larijani menuduh mantan Presiden AS Donald Trump menjerumuskan kawasan ke dalam kekacauan dan mengorbankan tentara Amerika demi kepentingan Israel. “Dengan ilusi-ilusinya sendiri, dia mengubah slogan ‘Amerika Pertama’ menjadi ‘Israel Pertama’ dan membuat tentara Amerika membayar harga dengan kebohongan baru,” ujar Larijani.

Dewan Kerja Sama Teluk Serukan Tindakan PBB

Dewan Menteri Luar Negeri Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) mengutuk serangan Iran terhadap negara-negara Teluk dan Yordania, menyerukan Dewan Keamanan PBB untuk mengambil tindakan segera. Pernyataan GCC menekankan bahwa serangan rudal dan drone Iran telah menyebabkan kerusakan luas pada fasilitas sipil, infrastruktur, dan daerah pemukiman, serta mengancam keselamatan warga.

“Serangan terhadap negara anggota mana pun akan dianggap sebagai serangan terhadap semua anggota GCC,” bunyi pernyataan itu. GCC menekankan bahwa stabilitas kawasan penting bagi ekonomi regional dan global, serta menyerukan penghentian segera serangan dan perlindungan jalur maritim dan udara.

AS dan Enam Negara Arab Kutuk Serangan Iran

Sebuah pernyataan bersama Amerika Serikat, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain, Qatar, Kuwait, dan Yordania mengecam “serangan tanpa pandang bulu dan tidak bertanggung jawab” Iran terhadap wilayah kedaulatan. Pernyataan itu menegaskan pentingnya kerja sama pertahanan udara dan rudal untuk melindungi warga sipil serta menekankan hak negara-negara tersebut untuk membela diri.

Serangan Balasan Iran dan Serangan AS-Israel

Serangan militer AS-Israel terhadap Iran terjadi pada 28 Februari 2026, bertepatan dengan proses negosiasi antara Teheran dan Washington. Serangan tersebut menewaskan Ayatollah Ali Khamenei dan sejumlah pejabat tinggi Iran. Sebagai tanggapan, Iran menargetkan lokasi-lokasi strategis di Israel, Qatar, Uni Emirat Arab, dan Bahrain, tempat pangkalan AS berada. Sementara Bulan Sabit Merah Iran melaporkan bahwa setidaknya 201 orang tewas dan 747 lainnya luka-luka akibat serangan tersebut. (Anadolu/P-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Cahya Mulyana
Berita Lainnya