Headline

Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.

Misteri Absennya Mojtaba Khamenei di Salat Id 2026: Benarkah Terluka Parah?

mediaindonesia.com
21/3/2026 20:20
Misteri Absennya Mojtaba Khamenei di Salat Id 2026: Benarkah Terluka Parah?
Sejumlah warga membeli bunga menjelang Nowruz, Tahun Baru Iran, di Pasar Tajrish di utara Tehran, Iran, Kamis (19/3/2026).(ANTARA/Xinhua)

Misteri Absennya Mojtaba Khamenei di Salat Id 2026: Sinyal Krisis di Teheran?

Pelaksanaan salat Idulfitri di Teheran pada Sabtu, 21 Maret 2026, menyisakan tanda tanya besar bagi dunia internasional. Ayatollah Mojtaba Khamenei, yang baru saja resmi menjabat sebagai Pemimpin Tertinggi Iran awal bulan ini menggantikan mendiang ayahnya, Ali Khamenei, secara mengejutkan tidak hadir untuk memimpin jemaah di Masjid Agung Imam Khomeini.

Ketidakhadiran ini menjadi sorotan tajam karena secara tradisi, memimpin salat Idulfitri adalah momen krusial bagi seorang Rahbar untuk menunjukkan otoritas religius dan politiknya, sekaligus menyampaikan khotbah penting mengenai arah kebijakan negara.

Teka-teki Kondisi Kesehatan Mojtaba Khamenei

Sejak diumumkan sebagai Pemimpin Tertinggi pada 9 Maret 2026, Mojtaba belum pernah muncul secara fisik di hadapan publik maupun melalui siaran video langsung. Informasi yang beredar hanya berupa pesan tertulis, termasuk pesan Nowruz (Tahun Baru Persia) dan ucapan selamat Idulfitri 1447 H.

Absennya Mojtaba memperkuat spekulasi yang berkembang di kalangan intelijen Barat dan analis Timur Tengah. Beberapa poin kunci yang memicu kekhawatiran meliputi:

  • Dugaan Luka Serius: Laporan dari intelijen Amerika Serikat menyebutkan bahwa Mojtaba kemungkinan terluka dalam serangan udara yang menewaskan ayahnya pada akhir Februari lalu.
  • Krisis Legitimasi: Sebagai pemimpin yang naik di tengah situasi perang, kehadiran fisik sangat dibutuhkan untuk meredam faksi-faksi internal dan memberikan semangat bagi rakyat Iran.
  • Delegasi Kekuasaan: Salat Id di Teheran akhirnya dipimpin oleh Kepala Peradilan Iran, Gholam-Hossein Mohseni-Eje'i, sebuah langkah yang jarang terjadi jika Pemimpin Tertinggi dalam kondisi bugar.

Signifikansi Salat Id bagi Pemimpin Tertinggi Iran

Dalam sistem Wilayat al-Faqih, Pemimpin Tertinggi bukan sekadar kepala negara, melainkan wakil imam di muka bumi bagi penganut Syiah. Memimpin salat Idulfitri adalah simbol bahwa ia memegang kendali penuh atas aspek spiritual dan militer (sebagai Panglima Tertinggi).

Ketika seorang pemimpin baru "menghilang" di momen sakral ini, muncul pertanyaan: Apakah Iran sedang menjalankan pemerintahan transisi di balik layar? Ataukah ini merupakan strategi keamanan tingkat tinggi untuk melindungi sang Rahbar dari ancaman pembunuhan (decapitation strike) yang terus diincar oleh koalisi AS-Israel?

People Also Ask (FAQ)

1. Siapa Mojtaba Khamenei?
Mojtaba Khamenei adalah putra kedua dari mendiang Ayatollah Ali Khamenei. Ia ditunjuk oleh Majelis Ahli sebagai Pemimpin Tertinggi Iran ketiga pada Maret 2026.

2. Mengapa ia tidak memimpin salat Idulfitri 2026?
Secara resmi, pemerintah Iran tidak memberikan alasan detail. Namun, spekulasi menyebutkan ia sedang dalam masa pemulihan akibat luka serangan udara atau demi alasan keamanan yang ketat.

3. Siapa yang menggantikannya memimpin salat Id di Teheran?
Salat Idulfitri di Masjid Agung Imam Khomeini dipimpin oleh Kepala Peradilan Iran, Ayatollah Gholam-Hossein Mohseni-Eje'i.

Kesimpulan

Absennya Mojtaba Khamenei di panggung publik pasca-pelantikan menciptakan kekosongan visual yang berbahaya bagi stabilitas Iran. Selama Teheran belum merilis bukti kehidupan dalam bentuk video atau penampilan fisik, spekulasi mengenai suksesi di dalam suksesi akan terus membayangi masa depan Republik Islam tersebut.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik