Headline
Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.
Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.
Kumpulan Berita DPR RI
HARGA minyak mentah dunia resmi menembus level psikologis US$100 per barel pada perdagangan Minggu (8/3). Lonjakan ini menjadi rekor tertinggi dalam dua tahun terakhir, menyusul eskalasi konflik di Timur Tengah yang kian tak terkendali antara Amerika Serikat (AS) dan Israel melawan Iran.
Berdasarkan data pasar global, minyak mentah jenis Brent melonjak tajam melampaui angka US$100, sementara West Texas Intermediate (WTI) membuntuti di kisaran US$96 per barel. Situasi ini dipicu oleh lumpuhnya aktivitas pengiriman di Selat Hormuz, jalur yang memasok sekitar 20 persen kebutuhan energi dunia.
Konflik yang telah berlangsung selama satu pekan terakhir mencapai puncaknya setelah Iran mengancam akan menutup total Selat Hormuz bagi kapal tanker yang berafiliasi dengan negara-negara Barat. "Skenario terburuk sedang berkembang di depan mata kita. Penutupan jalur ini membuat sekitar 140 juta barel minyak tertahan dan tidak bisa mencapai pasar," lapor analis energi global.
Dampaknya, para penyuling di seluruh dunia berebut mencari pasokan alternatif, yang secara otomatis mengerek harga ke level yang sangat mengkhawatirkan bagi negara-negara importir minyak, termasuk Indonesia.
Kenaikan ini menjadi ancaman serius bagi ketahanan fiskal Indonesia. Dalam postur APBN 2026, pemerintah menetapkan asumsi harga minyak mentah Indonesia (ICP) hanya sebesar US$70 per barel. Dengan harga pasar yang kini menyentuh US$100, terdapat selisih US$30 yang harus ditanggung oleh kas negara.
Pengamat ekonomi, Noviardi Ferzi, menjelaskan bahwa setiap kenaikan US$1 di atas asumsi APBN berpotensi menambah beban subsidi energi sekitar Rp6,7 triliun. "Jika harga ini bertahan lama, tambahan beban subsidi bisa membengkak hingga Rp201 triliun. Ini akan menekan defisit anggaran melampaui batas aman 3%," ujarnya.
| Indikator | Asumsi APBN 2026 | Kondisi Riil (8 Maret) |
|---|---|---|
| Harga Minyak (Brent) | US$70 / barel | US$100 / barel |
| Beban Subsidi per US$1 | - | ± Rp6,7 Triliun |
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sebelumnya telah memberikan sinyal bahwa pemerintah terus memantau pergerakan harga ini. Meski stok BBM nasional dipastikan aman untuk 20 hari ke depan, opsi penyesuaian harga BBM subsidi seperti Pertalite dan Solar menjadi pilihan terakhir jika ruang fiskal sudah tidak mencukupi.
"Kalau memang anggarannya tidak kuat sama sekali, tidak ada jalan lain, kami harus berbagi beban dengan masyarakat. Artinya ada potensi penyesuaian harga jika harga minyak dunia bertahan tinggi sekali," tegas Purbaya dalam keterangan resminya beberapa waktu lalu.
Saat ini, harga Pertalite masih dipertahankan di angka Rp10.000 per liter dan Biosolar Rp6.800 per liter. Namun, kenaikan harga minyak dunia ke level US$100 diprediksi akan memicu inflasi jika tidak segera dimitigasi dengan kebijakan fiskal yang tepat. (E-4)
Iran resmi menutup Selat Hormuz dan mengancam akan menyerang setiap kapal yang melintas. Simak dampak penutupan jalur minyak dunia ini terhadap harga global.
Mengutip Bloomberg, kontrak berjangka minyak mentah Brent ditutup naik 28 sen, atau 0,4%, menjadi US$72,56 per barel.
HARGA minyak mentah dunia dilaporkan resmi menembus angka psikologis US$100 (Sekitar Rp1,7 juta) per barel.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved