Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
Kanada tengah mempersiapkan rencana pertahanan nasional dengan skenario invasi Amerika Serikat ke negara tersebut, menurut pejabat federal pada Selasa (20/1). Langkah ini merupakan yang pertama kalinya bagi Kanada dalam seabad lebih, di mana mereka harus merancang rencana pertahanan menghadapi ancaman negara tetangga di selatan, tulis harian The Globe and Mail.
Rancangan tersebut dipersiapkan setelah Presiden AS Donald Trump menyiarkan gambar provokatif, yang menampilkan peta Kanada dan Greenland ditutupi bendera AS, melalui media sosial Truth pada Selasa (20/1).
Menurut pejabat tersebut, Kanada tak memiliki kekuatan militer yang cukup untuk menahan serangan berskala penuh AS. Karena itu, rencana pertahanan yang disusun akan mengandalkan sel-sel kecil personel militer dan warga biasa yang akan meluncurkan langkah balasan secara non-konvensional.
Nama pejabat dimaksud tidak disebutkan karena mereka tidak mendapat wewenang membahas rencana tersebut.
Dalam skenario pertahanan itu, kelompok-kelompok kecil tersebut akan melancarkan penyergapan, serangan pesawat drone, dan sabotase terhadap pasukan AS yang menginvasi Kanada.
Taktik tersebut diketahui digunakan kelompok Taliban di Afghanistan saat mereka menghadapi pasukan Rusia beberapa dasawarsa lalu, kemudian saat melawan pasukan AS dan sekutunya 20 tahun lalu.
Pejabat tersebut mengakui bahwa Kanada akan kewalahan menghadapi pasukan AS di titik-titik kunci hanya dalam waktu dua hari hingga sepekan.
Meski kemungkinan invasi AS ke Kanada sangat rendah, pemerintah Kanada tetap mempersiapkan skenario terburuk apabila hal tersebut benar terjadi.
Sementara itu, Kepala Staf Pertahanan Kanada Jenderal Jennie Carignan menyampaikan bahwa ia berencana membentuk pasukan relawan cadangan dengan personel hingga 400.000 orang.
Para pejabat Kanada mengatakan bahwa mereka memperkirakan negara-negara dengan senjata nuklir, seperti Prancis dan Inggris, akan membantu Kanada jika negara tersebut terkena invasi.
Kanada, Prancis, dan Inggris, serta AS, semuanya adalah anggota NATO.
"Jika anda menyerang Kanada, anda akan menghadapi seluruh dunia, bahkan lebih daripada Greenland," kata Mayjen David Fraser, yang memimpin pasukan Kanada di Afghanistan, kepada harian tersebut.
"Orang-orang peduli tentang apa yang terjadi di Kanada, tidak seperti di Venezuela," ucap dia, menambahkan.
"Anda akan benar-benar melihat kapal Jerman dan pesawat Inggris di Kanada untuk memperkuat kedaulatan negara ini," tutur Mayjen Fraser. (Ant/P-3)
SERUAN Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang kian gencar agar AS merebut atau memperoleh Greenland memicu gelombang kritik baru, termasuk dari kalangan Partai Republik sendiri.
PENTAGON di bawah Donald Trump menginstruksikan sekitar 1.500 personel militer aktif yang bermarkas di Alaska untuk bersiaga menghadapi kemungkinan penugasan ke Minnesota,
UNI Eropa mulai mempertimbangkan langkah balasan keras terhadap Amerika Serikat (AS) menyusul ancaman Presiden Donald Trump untuk memberlakukan tarif tinggi dan tekanan terkait Greenland.
Pobee menyampaikan kembali keprihatinan mendalam Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres atas laporan penggunaan kekuatan berlebihan di Iran.
Donald Trump pada Senin (12/1) mengumumkan pemberlakuan tarif sebesar 25% terhadap semua negara yang masih berdagang dengan Iran.
Dekrit tersebut akan memungkinkan Maduro memobilisasi angkatan bersenjata di seluruh negeri dan memberikan wewenang militer atas layanan publik dan industri minyak.
Korea Utara kembali melontarkan kecaman terhadap latihan militer gabungan Amerika Serikat dan Korea Selatan yang tengah berlangsung.
UKRAINA telah meminta warganya untuk meninggalkan Kota Kupiansk dan tiga daerah lainnya di wilayah timur laut Kharkiv.
Ukraina menolak usulan perdamaian Presiden Rusia Vladimir Putin dalam beberapa jam setelah ditawarkan, dengan alasan tidak ada 'usulan perdamaian' baru dari Moskow.
Presiden Rusia Vladimir Putin untuk pertama kalinya menguraikan syarat-syarat Rusia jika ingin mengakhiri perang di Ukraina dan memulai perundingan perdamaian
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved