Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Presiden Maduro Beri Militer Kewenangan Tambahan, Wanti-Wanti Invasi AS

Haufan Hasyim Salengeke
30/9/2025 10:22
Presiden Maduro Beri Militer Kewenangan Tambahan, Wanti-Wanti Invasi AS
Presiden Nicolas Maduro berbicara dalam konferensi pers di Caracas, Venezuela, 15 September.(Federico Parra/AFP/Getty Images)

PRESIDEN Venezuela Nicolas Madura menandatangani dekrit yang meningkatkan kewenangannya atas militer dan layanan publik tertentu.

Amerika Serikat (AS) baru-baru ini mengerahkan kapal perang di Karibia, yang membuat pemerintahan Maduro merespons seolah-olah sebagai perang yang tidak dideklarasikan.

“Presiden Venezuela Nicolas Maduro telah menandatangani dekrit yang memberinya kewenangan keamanan tambahan jika terjadi invasi militer ke negara ini,” ungkap Wakil Presiden Delcy Rodriguez pada Senin (29/9).

Rodriguez, salah satu sekutu terdekat Maduro, menyatakan Maduro siap mengumumkan keadaan darurat jika terjadi serangan militer AS di Venezuela, sembari memperingatkan konsekuensi ‘bencana’ jika serangan gencar benar-benar terjadi.

Dekrit tersebut akan memungkinkan Maduro memobilisasi angkatan bersenjata di seluruh negeri dan memberikan wewenang militer atas layanan publik dan industri minyak.

Kewenangan tersebut akan berlaku selama 90 hari, dengan opsi perpanjangan untuk 90 hari berikutnya, sesuai dengan konstitusi negara.

Langkah ini diambil setelah AS mengerahkan armada kapal perang di Karibia, yang menurut Washington bertujuan untuk memerangi perdagangan narkoba di kawasan tersebut.

Pemerintah Maduro menuduh Gedung Putih berencana menggulingkannya dari kekuasaan.

Militer AS dalam beberapa pekan terakhir telah menyerang beberapa kapal yang diklaim membawa narkoba ilegal dari Venezuela, menewaskan para penumpangnya. Para pakar mempertanyakan legalitas tindakan tersebut.

"Apa yang dilakukan pemerintah AS, apa yang dilakukan panglima perang Marco Rubio terhadap Venezuela merupakan ancaman," kata Rodriguez kepada para diplomat dalam sebuah pertemuan pada hari Senin. (France24/B-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Haufan Salengke
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik