Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
UNTUK pertama kalinya dalam beberapa dekade, perwakilan sipil Israel dan Libanon kembali duduk semeja. Pertemuan yang berlangsung di markas Pasukan Sementara PBB di Libanon (UNIFIL), Naqoura, Libanon, Rabu (3/12) kemarin itu menjadi babak baru dari mekanisme pemantauan gencatan senjata setahun terakhir di tengah perang Israel-Hizbullah.
Israel mengirim Uri Resnick, Wakil Direktur Kebijakan Luar Negeri Dewan Keamanan Nasional. Amerika Serikat (AS), yang mendorong pertemuan ini sejak awal, menugaskan Morgan Ortagus sebagai ketua delegasi. Libanon menunjuk mantan Duta Besar untuk AS, Simon Karam, setelah sebelumnya menerima permintaan Washington untuk mengirim utusan sipil, bukan militer.
Narasi tak Sinkron
Dari awal, kedua pihak sudah berjalan dengan narasi yang tak sepenuhnya selaras. Kantor Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menyebut pertemuan itu sebagai ‘langkah awal’ menuju hubungan dan kerja sama ekonomi antara kedua negara.
Sikap itu langsung dibantah Beirut. Perdana Menteri Lebanon Nawaf Salam menegaskan negaranya ‘jauh dari’ rencana normalisasi apa pun. Ia mengingatkan bahwa Libanon masih berpegang pada Inisiatif Perdamaian Arab 2002 yang mensyaratkan pembentukan negara Palestina sebagai prasyarat hubungan diplomatik. “Jadi jelas, siapa pun yang mengikuti berita ini tahu bahwa kami tidak sedang menuju ke sana,” ujar Salam.
Tekanan AS
Libanon mengakui permintaan AS untuk mengirim perwakilan sipil, sementara Netanyahu disebut-sebut mendapat desakan serupa dari Gedung Putih. Di tengah tekanan itu, kantor Netanyahu tetap menyebut pertemuan berlangsung dalam ‘suasana positif’ dan menghasilkan kesepakatan untuk mengembangkan ide-ide kerja sama ekonomi.
Di sisi lain, Israel kembali menegaskan satu hal yang tak berubah, yaitu tuntutan pelucutan senjata Hizbullah. “Pelucutan senjata Hizbullah adalah wajib, apa pun perkembangan pembahasan ekonomi,” kata pernyataan Israel.
Babak Awal yang Rapuh
Belum jelas apakah pertemuan ini akan membuka kelanjutan dialog yang lebih substantif atau sekadar menjadi pertemuan simbolik di bawah payung PBB dan tekanan diplomatik AS. Namun Israel menyatakan kedua pihak sepakat melanjutkan pembicaraan.
Pertemuan Naqoura itu setidaknya menjadi jeda diplomatik pertama setelah puluhan tahun ketegangan tak kunjung reda.
Pertemuan tersebut merupakan bagian dari Mekanisme Implementasi Penghentian Permusuhan, atau Cessation of Hostilities Implementation Mechanism, yang terdiri dari pejabat AS, UNIFIL, Israel, Prancis, dan Libanon, yang bertujuan untuk mendorong gencatan senjata yang dicapai lebih dari setahun yang lalu dengan Israel.
Yerusalem dan Beirut terakhir kali mengadakan pembicaraan tidak langsung di Naqoura untuk menyelesaikan batas maritim pada tahun 2022 yang ditengahi oleh AS. (Times of Israel/B-3)
Israel pertimbangkan mobilisasi 450 ribu pasukan cadangan untuk menghadapi eskalasi konflik dengan Libanon, termasuk opsi operasi darat.
SERANGAN roket menghantam Israel pada Senin (16/3). Delapan orang dilaporkan terluka. Serangan tersebut disebut diluncurkan oleh Hizbullah dari Libanon serta oleh Iran.
Israel meluncurkan gelombang serangan udara baru ke Beirut dan wilayah selatan Lebanon. Lebih dari satu juta orang dilaporkan mengungsi dalam dua minggu terakhir.
Militer Israel (IDF) memulai operasi darat terbatas di Libanon Selatan guna melumpuhkan infrastruktur Hizbullah. Simak perkembangan konflik dan dampaknya bagi warga sipil.
Pasukan Zionis kemudian melakukan serangan ke sejumlah titik di Libanon, antara lain Beirut selatan serta wilayah Libanon selatan dan timur.
SERANGAN udara Israel di Libanon menewaskan belasan orang di Beirut dan wilayah selatan, sementara Hizbullah bersama Iran melancarkan gelombang roket dan drone balasan ke wilayah Israel
IRGC klaim tangkap 178 mata-mata AS dan Israel sejak akhir Februari. Para agen dituduh membocorkan koordinat militer dan medis di tengah eskalasi konflik di Iran.
Israel dinilai melanggar Pasal 13 terkait perilaku ofensif dan pelanggaran prinsip fair play, serta Pasal 15 mengenai diskriminasi dan pelecehan rasis dalam Aturan Disiplin FIFA (FDC).
Saat itu, Prabowo menegaskan bahwa dukungan terhadap kemerdekaan Palestina sekaligus mendorong solusi dua negara (two-state solution).
Beijing dengan tegas menentang penggunaan kekuatan dalam hubungan internasional.
Ia memperingatkan ambisi Israel menggulingkan pemerintahan Iran akan memerlukan kampanye darat berkepanjangan.
Iran melancarkan serangan balasan dengan menargetkan infrastruktur energi di negara-negara Teluk sekutu AS, setelah fasilitas gas Iran di South Pars diserang
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved