Headline

Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.

Tragedi Minab: Serangan Udara Israel Hantam Sekolah di Iran, 57 Siswi Tewas

Haufan Hasyim Salengke
28/2/2026 21:02
Tragedi Minab: Serangan Udara Israel Hantam Sekolah di Iran, 57 Siswi Tewas
Kepulan asap membubung setelah ledakan yang dilaporkan terjadi di Teheran, Iran, pada 28 Februari 2026 saat AS dan Israel mengumumkan dimulainya serangan.(IRNA)

SERANGAN udara militer Israel yang menyasar sebuah sekolah menengah putri di Kota Minab, Provinsi Hormozgan, Iran Selatan, berujung pada tragedi kemanusiaan yang memilukan. Setidaknya 57 siswi dilaporkan tewas dan 60 lainnya luka-luka dalam peristiwa yang terjadi pada Sabtu (28/2).

Gubernur Minab, Mohammad Radmehr, mengonfirmasi kepada kantor berita IRNA bahwa sekolah Shajareye Tayabeh menjadi sasaran serangan langsung dalam operasi militer gabungan antara Israel dan Amerika Serikat (AS). Hingga berita ini diturunkan, situasi darurat masih berlangsung di lokasi kejadian.

"Sebanyak 53 siswi dilaporkan masih terjebak di bawah reruntuhan bangunan. Operasi penyelamatan dan bantuan medis sedang diupayakan secara maksimal," ujar Radmehr. Meskipun demikian, ia menyatakan bahwa situasi keamanan di kota tersebut saat ini masih dalam kendali otoritas setempat. 

Teheran mengutuk serangan terhadap fasilitas pendidikan dan infrastruktur sipil serta menuntut pertanggungjawaban internasional. 

Iran Lancarkan Balasan 

Serangan terhadap fasilitas pendidikan ini terjadi di tengah gelombang agresi udara yang dimulai AS dan Israel sejak Sabtu dini hari. Menanggapi jatuhnya korban sipil, Angkatan Bersenjata Iran segera meluncurkan serangan balasan besar-besaran.

Teheran dilaporkan telah menembakkan rentetan rudal balistik dan pesawat nirawak (drone) yang menargetkan wilayah pendudukan Israel serta pangkalan militer Amerika Serikat di seluruh kawasan Timur Tengah.

Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengatakan pihaknya telah menyerang beberapa pangkalan militer AS di kawasan, termasuk Armada Kelima Angkatan Laut Amerika di Bahrain.

Eskalasi ini menandai transisi konflik menuju perang terbuka dengan dampak kemanusiaan yang semakin mengkhawatirkan. (B-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Haufan Salengke
Berita Lainnya