Headline

Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.

PBB: 20.000 Pelaut dan 15.000 Penumpang Terjebak di Teluk Persia

Akmal Fauzi
05/3/2026 22:48
PBB: 20.000 Pelaut dan 15.000 Penumpang Terjebak di Teluk Persia
ilustrasi(Media Sosial X)

KRISIS kemanusiaan dan ekonomi membayangi wilayah Teluk setelah Iran secara efektif menutup Selat Hormuz. Jalur vital yang mengangkut seperlima pasokan minyak mentah dunia ini kini menjadi zona berbahaya bagi pelayaran internasional.

Berdasarkan data terbaru dari Organisasi Maritim Internasional (IMO) PBB, situasi kian genting dengan terjebaknya sekitar 20.000 pelaut dan 15.000 penumpang kapal pesiar di wilayah tersebut.

Sejak konflik pecah pada Sabtu lalu, IMO mencatat sedikitnya tujuh insiden serangan terhadap kapal-kapal komersial. Dampaknya fatal: dua orang dilaporkan tewas dan tujuh lainnya luka-luka.

Sekretaris Jenderal IMO, Arsenio Dominguez, menegaskan bahwa keselamatan nyawa manusia harus menjadi prioritas utama di atas kepentingan ekonomi.

“Di luar dampak ekonomi dari serangan-serangan yang mengkhawatirkan ini, ini adalah masalah kemanusiaan. Tidak ada serangan terhadap pelaut yang tidak bersalah yang dapat dibenarkan,” tegas Dominguez dalam keterangannya kepada AFP.

Penutupan Selat Hormuz oleh Iran bukan hanya ancaman bagi pelayaran, tetapi juga bagi stabilitas energi global. Sebagai jalur utama pasokan minyak mentah dan gas alam cair (LNG), kelumpuhan di selat ini diprediksi akan memicu lonjakan harga energi dunia.

Dominguez menginstruksikan seluruh perusahaan pelayaran untuk meningkatkan kewaspadaan tingkat tinggi. “Saya mengulangi seruan saya kepada semua perusahaan pelayaran untuk menerapkan kehati-hatian maksimal saat beroperasi di wilayah yang terdampak,” tambahnya. (Al Jazeera/P-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akmal
Berita Lainnya