Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
KRISIS kemanusiaan dan ekonomi membayangi wilayah Teluk setelah Iran secara efektif menutup Selat Hormuz. Jalur vital yang mengangkut seperlima pasokan minyak mentah dunia ini kini menjadi zona berbahaya bagi pelayaran internasional.
Berdasarkan data terbaru dari Organisasi Maritim Internasional (IMO) PBB, situasi kian genting dengan terjebaknya sekitar 20.000 pelaut dan 15.000 penumpang kapal pesiar di wilayah tersebut.
Sejak konflik pecah pada Sabtu lalu, IMO mencatat sedikitnya tujuh insiden serangan terhadap kapal-kapal komersial. Dampaknya fatal: dua orang dilaporkan tewas dan tujuh lainnya luka-luka.
Sekretaris Jenderal IMO, Arsenio Dominguez, menegaskan bahwa keselamatan nyawa manusia harus menjadi prioritas utama di atas kepentingan ekonomi.
“Di luar dampak ekonomi dari serangan-serangan yang mengkhawatirkan ini, ini adalah masalah kemanusiaan. Tidak ada serangan terhadap pelaut yang tidak bersalah yang dapat dibenarkan,” tegas Dominguez dalam keterangannya kepada AFP.
Penutupan Selat Hormuz oleh Iran bukan hanya ancaman bagi pelayaran, tetapi juga bagi stabilitas energi global. Sebagai jalur utama pasokan minyak mentah dan gas alam cair (LNG), kelumpuhan di selat ini diprediksi akan memicu lonjakan harga energi dunia.
Dominguez menginstruksikan seluruh perusahaan pelayaran untuk meningkatkan kewaspadaan tingkat tinggi. “Saya mengulangi seruan saya kepada semua perusahaan pelayaran untuk menerapkan kehati-hatian maksimal saat beroperasi di wilayah yang terdampak,” tambahnya. (Al Jazeera/P-4)
IRAN mengambil langkah tegas terhadap lalu lintas kapal di Selat Hormuz. Terbaru, Garda Revolusi Iran menyatakan telah memaksa tiga kapal kargo untuk putar balik
Dubes Iran Kazem Jalali beberkan syarat gencatan senjata di Timur Tengah, mulai dari ganti rugi perang hingga kendali Selat Hormuz. Simak tuntutan lengkap Teheran di sini.
Menyusul respons positif yang disampaikan Teheran, langkah tindak lanjut telah dijalankan oleh pihak-pihak terkait pada aspek teknis.
Wakil Ketua Fraksi PKS DPR RI, Sukamta menegaskan bahwa Indonesia perlu mengambil posisi yang tepat dan terukur dalam merespons mediasi Iran dan AS sejalan politik luar negeri bebas dan aktif.
Negara Teluk (GCC) desak keterlibatan dalam perundingan AS-Iran guna jamin kedaulatan dan keamanan regional pascaserangan masif yang sasar infrastruktur vital mereka.
Iran resmi balas proposal 15 poin AS dengan menuntut ganti rugi perang, penghentian pembunuhan, dan pengakuan kedaulatan penuh atas Selat Hormuz sebagai syarat damai.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved