Headline

Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.

Iran Sebut Protokol Diterapkan, Selat Hormuz Tetap Dibuka untuk Kapal Asing

Ferdian Ananda Majni
05/3/2026 19:25
Iran Sebut Protokol Diterapkan, Selat Hormuz Tetap Dibuka untuk Kapal Asing
Selat Hormuz.(Google Maps.)

DUTA Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi menegaskan bahwa Selat Hormuz tetap terbuka bagi pelayaran internasional meski ketegangan di Timur Tengah meningkat. Iran hanya menerapkan protokol lalu lintas tertentu selama masa konflik, namun kapal yang mematuhi aturan tetap dapat melintas tanpa hambatan.

"Selat Hormuz tidak ditutup, Selat Hormuz tetap terbuka," kata  Boroujerdi di Jakarta pada Kamis (5/3).

Menurutnya, sebagai negara yang memiliki tanggung jawab atas jalur strategis tersebut, Iran hanya memberlakukan aturan navigasi tambahan bagi kapal yang melintas. Ia menekankan bahwa kapal yang mematuhi protokol yang berlaku tetap dapat melintasi perairan tersebut tanpa hambatan.

"Pihak-pihak yang memang mematuhi protokol lalu lintas saat perang tersebut bisa dengan mudah melewati Selat Hormuz," tegas dia.

Boroujerdi juga menyatakan bahwa Iran telah menjaga keamanan Selat Hormuz selama ratusan tahun. Ia menegaskan bahwa keamanan di jalur pelayaran itu harus berlaku bagi semua negara tanpa pengecualian.

"Kami hanya sebagai pihak yang menyelanggarakan keamanan di Selat Hormuz hanya memberlakukan protokol, untuk semua negara, di mana Iran juga termasuk di dalamnya, atau sama sekali tidak boleh ada negara yang memanfaatkan keamanan di sana," lanjutnya

Dia menuding kehadiran militer Amerika Serikat di kawasan sebagai sumber kekhawatiran atas stabilitas selat yang menjadi jalur penting bagi sekitar seperlima perdagangan minyak dunia.

"Yang khawatir berkaitan dengan penutupan Selat Hormuz, harus menanyakan kepada Amerika Serikat yang datang dari jauh sekali ke kawasan Timur Tengah, kemudian mengganggu keamanan di Selat Hormuz," tambahnya.

Sebelumnya, muncul laporan yang menyebutkan bahwa Iran menutup Selat Hormuz, yang memicu kekhawatiran di pasar energi global. Negara-negara Asia diperkirakan akan merasakan dampak paling besar jika jalur vital tersebut benar-benar ditutup.

Seorang komandan senior dari Garda Revolusi Iran (IRGC) bahkan sempat menyatakan bahwa Selat Hormuz telah ditutup dan memperingatkan bahwa setiap kapal yang mencoba melintasi jalur tersebut dapat menjadi sasaran.

Selat Hormuz sendiri dikenal sebagai salah satu jalur pelayaran paling strategis di dunia karena menjadi jalur utama pengiriman minyak global. Jalur ini diapit oleh Iran di bagian utara serta Oman dan Uni Emirat Arab (UEA) di bagian selatan.

Lebar selat tersebut sekitar 50 kilometer di bagian pintu masuk dan keluar, serta menyempit hingga sekitar 33 kilometer di bagian tengah. Kedalamannya memungkinkan kapal tanker raksasa melintas, menjadikannya rute utama ekspor energi bagi sejumlah negara penghasil minyak seperti Arab Saudi, Irak, Kuwait, Qatar, Iran, dan UEA.

Berdasarkan data Badan Informasi Energi Amerika Serikat (EIA), pada paruh pertama 2023 sekitar 20 juta barel minyak melintasi Selat Hormuz setiap hari, dengan nilai perdagangan yang diperkirakan mencapai hampir 600 miliar dolar AS per tahun. (Fer/P-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Cahya Mulyana
Berita Lainnya