Headline
Serangan terhadap pasukan perdamaian melanggar hukum internasional.
Serangan terhadap pasukan perdamaian melanggar hukum internasional.
Kumpulan Berita DPR RI
GEDUNG Putih menegaskan Angkatan Laut Amerika Serikat belum memberikan pengawalan bagi tanker minyak yang melintasi Selat Hormuz. Pernyataan ini muncul sebagai klarifikasi atas unggahan Menteri Energi AS yang sempat memicu kebingungan publik dan fluktuasi harga minyak mentah dunia pada Selasa waktu setempat.
Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, memastikan hingga saat ini belum ada operasi pengawalan yang dilakukan. "Saya dapat mengonfirmasi Angkatan Laut AS belum mengawal tanker atau kapal saat ini. Meski tentu saja, itu adalah opsi yang menurut Presiden akan sangat mungkin digunakan jika dan ketika diperlukan, pada waktu yang tepat," ujar Leavitt dalam pengarahan di Gedung Putih.
Kekacauan informasi ini bermula ketika akun resmi Menteri Energi, Wright, di platform X mengunggah sebuah video dengan keterangan bahwa Angkatan Laut AS telah berhasil mengawal tanker minyak untuk menjaga kelancaran pasokan pasar global. Unggahan tersebut dihapus hanya beberapa menit kemudian.
Seorang juru bicara Departemen Energi menjelaskan video tersebut "salah diberi keterangan oleh staf Departemen Energi." Ia menambahkan saat ini Presiden Trump beserta tim energinya terus memantau situasi dan meminta militer menyiapkan berbagai opsi untuk menjaga Selat Hormuz tetap terbuka.
Informasi prematur tersebut sempat mengguncang pasar energi. Harga minyak mentah AS yang awalnya berada di level US$84 per barel, merosot tajam ke angka US$76,73 sesaat setelah unggahan Wright muncul. Namun, harga kembali terkoreksi ke posisi US$84,70 setelah unggahan tersebut dihapus. Meski demikian, secara keseluruhan harga minyak AS masih mengalami penurunan lebih dari 10% pada hari itu.
Ketegangan di Selat Hormuz semakin meningkat menyusul laporan intelijen yang menyebutkan Iran mulai memasang ranjau di jalur pelayaran vital tersebut. Sekitar seperlima pasokan minyak mentah dunia melintasi selat ini.
Meski pemasangan ranjau dilaporkan belum dalam skala besar, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran dilaporkan memiliki kemampuan untuk menyebarkan ratusan ranjau menggunakan kapal-kapal kecil dan kapal cepat. IRGC bahkan sebelumnya telah mengeluarkan ancaman akan menyerang setiap kapal yang melintas, hingga jalur tersebut dijuluki sebagai "Lembah Kematian".
Ketua Kepala Staf Gabungan, Jenderal Dan Caine, menyatakan kesiapan militer jika sewaktu-waktu perintah pengawalan turun. "Jika ditugaskan untuk mengawal kapal minyak melalui selat, militer akan mempertimbangkan berbagai opsi untuk mengatur kondisi militer agar mampu melaksanakan tugas tersebut," tegasnya.
Presiden Trump pertama kali melontarkan ide pengawalan angkatan laut pekan lalu, meskipun ia berharap langkah drastis tersebut tidak perlu dilakukan. Saat ini, koordinasi internal mengenai waktu dan syarat operasi militer di wilayah tersebut masih menjadi fokus utama administrasi Trump. (CNN/Z-2)
Presiden Donald Trump meluncurkan desain kapal perang "Trump Class" yang canggih dan estetis. Bagian dari "Golden Fleet" untuk menandingi kekuatan Tiongkok.
Helikopter MH-60R Seahawk dan jet tempur F/A-18F Super Hornet milik Angkatan Laut AS jatuh dalam operasi rutin di Laut China Selatan.
Ketegangan di Selat Hormuz dorong harga minyak dunia naik. Studi FEB UI menyebut BUMN Indonesia menghadapi tekanan besar, terutama di sektor energi dan transportasi.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memastikan pemerintah belum akan membatasi subsidi bahan bakar minyak atau BBM dan menjamin ketersediaan stok tetap aman di tengah gejolak harga minyak dunia
Lonjakan harga minyak dunia dorong kenaikan BBM. Ekonom nilai langkah ini penting untuk jaga stabilitas APBN.
Presiden Trump kirim sinyal baur: klaim misi militer di Iran hampir usai namun tambah 2.500 pasukan. Ketidakpastian ini picu gejolak harga minyak dan pasar saham.
Larry Fink mengungkap potensi resesi hebat akibat krisis energi dan ancaman Iran. Ia juga bicara soal nasib ijazah kuliah di tengah ledakan AI.
Presiden AS Donald Trump menyebut Iran memberikan 'hadiah' signifikan terkait aliran minyak di Selat Hormuz. Apakah ini sinyal berakhirnya perang?
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved