Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Donald Trump resmi memperkenalkan kategori kapal perang baru yang ia sebut sebagai "Trump Class". Kapal-kapal ini dirancang untuk menggantikan armada Amerika Serikat yang ia nilai sudah "tua, lelah, dan usang."
Berbicara dari perpustakaan Mar-a-Lago dengan didampingi Menteri Pertahanan Pete Hegseth serta Menteri Luar Negeri sekaligus Penasihat Keamanan Nasional Marco Rubio, Trump menegaskan kapal ini adalah simbol supremasi militer baru.
“Mereka akan membantu mempertahankan supremasi militer Amerika, menghidupkan kembali industri galangan kapal Amerika, dan menginspirasi ketakutan pada musuh-musuh Amerika di seluruh dunia,” ujar Trump saat memaparkan desain kapal tersebut.
Kapal-kapal "Trump Class" ini akan menjadi bagian dari "Golden Fleet" (Armada Emas), sebuah inisiatif baru Angkatan Laut AS untuk menandingi kekuatan Tiongkok dan musuh lainnya. Menariknya, Trump menyatakan akan terlibat langsung dalam proses perancangannya agar sesuai dengan standar estetika pribadinya.
“Angkatan Laut AS akan memimpin desain kapal-kapal ini bersama saya karena saya adalah orang yang sangat estetis,” tutur Trump. Sebelumnya, ia sempat mengkritik kapal-kapal militer saat ini yang dianggapnya buruk rupa meski mengusung teknologi stealth.
Kapal perang ini diklaim akan menjadi yang terbesar yang pernah dibangun dengan bobot antara 30.000 hingga 40.000 ton. Trump menjanjikan persenjataan tingkat tertinggi, mulai dari senjata hipersonik, meriam rel listrik (electric rail guns), rudal jelajah, hingga sistem laser tercanggih di dunia. Selain itu, ia menyebut kapal ini akan sangat dikendalikan oleh kecerdasan buatan (AI).
Rencana awal mencakup pembangunan dua kapal pertama yang akan segera diikuti delapan unit tambahan. Trump menargetkan total 20 hingga 25 kapal yang akan menjadi kapal bendera (flagship) bagi militer Amerika.
Meski kategori ini disebut "Trump Class", materi visual dalam acara tersebut menunjukkan nama kapal pertama adalah USS Defiant. Dalam tradisi Angkatan Laut, kelas kapal biasanya dinamai sesuai dengan kapal pertama yang diproduksi. Jika tradisi ini berubah dan kategori tetap menggunakan nama Trump, maka kapal pertamanya kemungkinan besar akan dinamai USS Trump.
Pengumuman ini dilakukan di tengah meningkatnya aktivitas militer AS di Laut Karibia untuk menekan pemimpin Venezuela, Nicolas Maduro. Angkatan Laut dan Penjaga Pantai AS tengah gencar melakukan pencegatan terhadap kapal-kapal tanker minyak yang menuju atau berasal dari Venezuela.
Pada hari Minggu, Penjaga Pantai dilaporkan melakukan pengejaran aktif terhadap tanker besar Bella 1. Pejabat Amerika menyatakan operasi tersebut berhasil memaksa tanker kosong itu berbalik arah menjauhi Venezuela, sebuah capaian strategis dalam upaya AS memutus pendapatan minyak negara tersebut. (CNN/Z-3)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved