Headline

Prabowo kembali gelar rapat terbatas bahas dampak perang di wilayah Timur Tengah.

Mark Carney Desak G7 Lepas Cadangan Minyak Akibat Perang Iran

Thalatie K Yani
11/3/2026 04:12
Mark Carney Desak G7 Lepas Cadangan Minyak Akibat Perang Iran
Perdana Menteri Kanada Mark Carney meminta G7 melepas cadangan minyak strategis untuk meredam lonjakan harga akibat perang Iran dan penutupan Selat Hormuz.(Media Sosial X)

PERDANA Menteri Kanada, Mark Carney, mendesak negara-negara anggota G7 untuk segera membuka cadangan minyak strategis mereka. Langkah ini dinilai perlu guna meredam guncangan harga minyak global yang dipicu konflik bersenjata di Iran yang kian memanas.

Pernyataan tersebut disampaikan Carney di Parlemen Kanada (House of Commons), saat merespons pertanyaan mengenai strategi pemerintah dalam mendukung warga yang terdampak inflasi akibat perang.

"Opsi terbaik adalah deeskalasi, untuk menciptakan perdamaian," ujar Carney dalam bahasa Prancis. Ia kemudian menambahkan, "Kita perlu menggunakan cadangan minyak G7."

Penutupan Selat Hormuz dan Lonjakan Harga

Seruan ini muncul di tengah persiapan Badan Energi Internasional (IEA) untuk bertemu pada Selasa guna membahas pelepasan cadangan minyak strategis. Tujuannya memperkuat pasokan dan menenangkan pasar energi yang bergejolak.

Perang yang terjadi telah melumpuhkan rute pelayaran kunci bagi minyak Teluk Persia, yaitu Selat Hormuz di lepas pantai Iran. Akibatnya, harga minyak dunia meroket ke level tertinggi sejak invasi Rusia ke Ukraina pada 2022. Sebelumnya, para menteri keuangan G7 telah bertemu namun belum memerintahkan pelepasan cadangan, seraya meminta IEA meninjau kondisi pasar terlebih dahulu.

Serangan Drone di Kilang Terbesar Timur Tengah

Situasi di lapangan semakin genting setelah serangan drone Iran menghantam Kompleks Industri Ruwais di Uni Emirat Arab (UEA) pada Selasa. Kawasan ini merupakan rumah bagi kilang minyak terbesar di Timur Tengah yang dikelola ADNOC dengan kapasitas produksi mencapai 922.000 barel per hari.

Meski Kantor Media Abu Dhabi melaporkan tidak ada korban jiwa dalam kebakaran tersebut,  operasional kilang terpaksa dihentikan sementara sebagai langkah pencegahan.

Di sisi pertahanan, kementerian terkait melaporkan telah mencegat delapan rudal balistik dan 26 drone, meski sembilan drone lainnya berhasil menembus pertahanan udara.

Kritik Pedas Terhadap Donald Trump

Di Amerika Serikat, eskalasi ini memicu kemarahan petinggi Partai Demokrat yang melabeli konflik ini sebagai "Perang Donald Trump". Mereka menuding kebijakan Trump telah mencekik ekonomi warga Amerika.

"Donald Trump mempertaruhkan nyawa pasukan kita, keselamatan rakyat Amerika, stabilitas ekonomi dunia, dan menghamburkan satu miliar dolar per hari berdasarkan keinginan, perasaan, dan kontradiksi. Ketidakmampuannya sangat berbahaya dan merusak," ujar Pemimpin Minoritas Senat, Chuck Schumer.

Senada dengan Schumer, Hakeem Jeffries dari faksi Demokrat di DPR AS, mengkritik Partai Republik yang dianggap gagal menurunkan biaya hidup. Ia menyatakan bahwa pemerintah tidak bersedia "mengeluarkan satu sen pun untuk menurunkan tagihan belanjaan Anda," namun justru "menaikkan harga bensin bagi warga kelas pekerja Amerika." (BBC/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya