Headline
Serangan terhadap pasukan perdamaian melanggar hukum internasional.
Serangan terhadap pasukan perdamaian melanggar hukum internasional.
Kumpulan Berita DPR RI
PERDANA Menteri Kanada, Mark Carney, mendesak negara-negara anggota G7 untuk segera membuka cadangan minyak strategis mereka. Langkah ini dinilai perlu guna meredam guncangan harga minyak global yang dipicu konflik bersenjata di Iran yang kian memanas.
Pernyataan tersebut disampaikan Carney di Parlemen Kanada (House of Commons), saat merespons pertanyaan mengenai strategi pemerintah dalam mendukung warga yang terdampak inflasi akibat perang.
"Opsi terbaik adalah deeskalasi, untuk menciptakan perdamaian," ujar Carney dalam bahasa Prancis. Ia kemudian menambahkan, "Kita perlu menggunakan cadangan minyak G7."
Seruan ini muncul di tengah persiapan Badan Energi Internasional (IEA) untuk bertemu pada Selasa guna membahas pelepasan cadangan minyak strategis. Tujuannya memperkuat pasokan dan menenangkan pasar energi yang bergejolak.
Perang yang terjadi telah melumpuhkan rute pelayaran kunci bagi minyak Teluk Persia, yaitu Selat Hormuz di lepas pantai Iran. Akibatnya, harga minyak dunia meroket ke level tertinggi sejak invasi Rusia ke Ukraina pada 2022. Sebelumnya, para menteri keuangan G7 telah bertemu namun belum memerintahkan pelepasan cadangan, seraya meminta IEA meninjau kondisi pasar terlebih dahulu.
Situasi di lapangan semakin genting setelah serangan drone Iran menghantam Kompleks Industri Ruwais di Uni Emirat Arab (UEA) pada Selasa. Kawasan ini merupakan rumah bagi kilang minyak terbesar di Timur Tengah yang dikelola ADNOC dengan kapasitas produksi mencapai 922.000 barel per hari.
Meski Kantor Media Abu Dhabi melaporkan tidak ada korban jiwa dalam kebakaran tersebut, operasional kilang terpaksa dihentikan sementara sebagai langkah pencegahan.
Di sisi pertahanan, kementerian terkait melaporkan telah mencegat delapan rudal balistik dan 26 drone, meski sembilan drone lainnya berhasil menembus pertahanan udara.
Di Amerika Serikat, eskalasi ini memicu kemarahan petinggi Partai Demokrat yang melabeli konflik ini sebagai "Perang Donald Trump". Mereka menuding kebijakan Trump telah mencekik ekonomi warga Amerika.
"Donald Trump mempertaruhkan nyawa pasukan kita, keselamatan rakyat Amerika, stabilitas ekonomi dunia, dan menghamburkan satu miliar dolar per hari berdasarkan keinginan, perasaan, dan kontradiksi. Ketidakmampuannya sangat berbahaya dan merusak," ujar Pemimpin Minoritas Senat, Chuck Schumer.
Senada dengan Schumer, Hakeem Jeffries dari faksi Demokrat di DPR AS, mengkritik Partai Republik yang dianggap gagal menurunkan biaya hidup. Ia menyatakan bahwa pemerintah tidak bersedia "mengeluarkan satu sen pun untuk menurunkan tagihan belanjaan Anda," namun justru "menaikkan harga bensin bagi warga kelas pekerja Amerika." (BBC/Z-2)
Menyusul konflik di Timur Tengah yang dilancarkan oleh serangan udara Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir bulan lalu, pasukan Iran secara efektif memblokir Selat Hormuz.
Menlu AS Marco Rubio menyatakan AS menunggu klarifikasi Iran terkait proposal perdamaian 15 poin. Ia optimis perang berakhir tanpa pasukan darat.
Kanselir Jerman Friedrich Merz dan pemimpin NATO desak Donald Trump batalkan penangguhan sanksi minyak Rusia demi menjaga tekanan internasional terhadap Kremlin.
Krisis energi global memuncak. Negara G7 bahas pengawalan kapal laut di Selat Hormuz.
Pertemuan itu berlangsung sehari setelah Badan Energi Internasional (IEA) dilaporkan mengusulkan pelepasan cadangan minyak terbesar dalam sejarah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved