Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Trump Tegaskan Ambisi Akuisisi Greenland, Klaim NATO Bakal Diuntungkan

Thalatie K Yani
21/1/2026 04:59
Trump Tegaskan Ambisi Akuisisi Greenland, Klaim NATO Bakal Diuntungkan
Presiden AS Donald Trump menegaskan ambisinya mengakuisisi Greenland untuk keamanan nasional dan global, meski ditentang warga lokal dan pemimpin Eropa.(White House)

PRESIDEN Amerika Serikat, Donald Trump, kembali menegaskan ambisinya untuk mengakuisisi Greenland. Dalam pernyataannya di Gedung Putih pada Selasa waktu setempat, Trump mengeklaim aliansi pertahanan NATO akan merasa puas dengan hasil kesepakatan yang tengah ia upayakan terkait wilayah Arktik tersebut.

"Saya rasa kita akan menghasilkan sesuatu di mana NATO akan sangat senang dan kita juga akan sangat senang," ujar Trump kepada wartawan. Meski tidak merinci detail teknisnya, ia menekankan bahwa penguasaan pulau tersebut sangat krusial bagi stabilitas global. "Kita membutuhkannya untuk keamanan nasional, bahkan keamanan dunia sangatlah penting," tambahnya.

Keyakinan Trump vs Penolakan Warga

Meskipun ribuan warga Greenland telah turun ke jalan untuk memprotes rencana tersebut dengan slogan "Kami tidak untuk dijual," Trump tetap optimistis bahwa penduduk setempat akan mendukungnya. Ia mengaku belum berbicara langsung dengan mereka, namun mengeklaim, "Ketika saya berbicara dengan mereka, saya yakin mereka akan merasa senang."

Ambisi Trump atas Greenland juga terkait erat dengan kritik kerasnya terhadap Inggris soal Kepulauan Chagos. Trump menyebut keputusan Inggris menyerahkan Chagos ke Mauritius sebagai "tindakan bodoh" dan menjadikannya alasan tambahan mengapa AS harus mengamankan Greenland demi kepentingan keamanan nasional.

Tekanan Diplomatik dan Ancaman Ekonomi

Trump dijadwalkan bertolak ke Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss, untuk bertemu dengan pihak-pihak terkait. Namun, ia secara tegas menolak usulan pertemuan darurat G7 di Paris yang diajukan Presiden Prancis, Emmanuel Macron. "Saya memiliki pertemuan dengan orang-orang yang terlibat langsung," kata Trump, sembari menyebut bahwa Macron tidak akan menjabat lebih lama lagi.

Dalam upaya mendapatkan Greenland, Trump mengisyaratkan penggunaan instrumen ekonomi yang agresif. Ia mengancam akan memberlakukan tarif baru terhadap sekutu Eropa jika kesepakatan tidak tercapai. Jika langkah tarif tersebut dijegal secara hukum oleh Mahkamah Agung, Trump menyatakan siap menggunakan cara lain.

"Anda akan mengetahuinya nanti," jawab Trump saat ditanya sejauh mana ia bersedia melangkah. "Kita harus menggunakan sesuatu yang lain. Kita bisa melihat soal lisensi atau hal-hal lainnya."

Meskipun retorikanya terhadap pemimpin Eropa seperti Emmanuel Macron dan Keir Starmer memanas di media sosial, Trump mengeklaim hubungan mereka tetap baik. "Mereka bersikap agak kasar saat saya tidak ada, tetapi saat saya ada, mereka memperlakukan saya dengan sangat baik," pungkasnya. (CNN/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya